Apotik Online - BeliObatOnline.com

Mau beli obat secara online? Buka aja BeliObatOnline.com. Pengiriman ke seluruh Indonesia. Harga khusus pemesanan banyak. Aman dan Terpercaya

Jasa Cari dan Buka Jurnal Kedokteran Berbayar

Butuh partner cari jurnal? mau buka jurnal berbayar? yuk lihat buktinya! cuma 20.000/jurnal.

Jasa Pembuatan Tinjauan Pustaka dan Slide Presentasi

Sibuk? Butuh bantuan membuat tinjauan pustaka atau slide presentasi? Hubungi Kami. Klik di sini.

Terjemahan Inggris-Indonesia untuk Umum dan Kedokteran

Butuh bantuan untuk menerjemahkan? Kami bisa bantu. Lihat kualitas kerja kami di sini.

Artikel Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat

Tersedia berbagai macam artikel untuk masyarakat agar bisa lebih mengerti kesehatan dengan baik.

Tuesday, April 15, 2014

Bayaran

Cerita ini mungkin tidak teralu bagus. Tapi sy perlu mengabadikannya minimal untuk saya sendiri. Jadi jangan kecewa ya bacanya. Hmm

Ini kisah nyata. Detailnya saya lupa.
Di mulai

Suatu hari ada seseorang yg sangat miskin datang ke khalifah dan berkata "ya tuan, saya ini sangat miskin hingga tidak cukup rasanya memenuhi kebutuhan sehari"

Khalifah bertanya "apakah kamu bekerja?"
Dia menjawab "ya tuan"
"Berapakah kamu di gaji?"
"10 dinar" jawabnya
"Baiklah, katakan kepada tuanmu untuk mengurangi gajimu menjadi 5 dinar" kata khalifah.

Orang itu pun kaget! Tapi karena ia patuh pada khalifah ia menurutinya.

Beberapa minggu kemudian kedua orang itu bertemu lagi.
"Bagaimanakah kabarmu? Apakah pendapatanmu kini sudah cukup?"
"Ya tuan, saya masih miskin dan hidup sulit sekali, bagaimana ini?"
Khalifah menjawab "kalau begitu bilang pada tuanmu untuk mengurangi gajimu menjadi 3 dinar"

Orang itu pun kaget lagi. Tapi ia tetap menurutinya.

Beberapa minggu kemudian mereka bertemu lagi. "Hai, fulan bagaimanakah kabarmu?" Tanya khalifah.
Fulan menjawab "ya tuan, entah mengapa saya merasa cukup dan hidup saya menjadi lebih baik walau dengan gaji 3 dinar"
Khalifah menjawab "apakah kamu tahu kenapa?"
Fulan menggeleng
"Karena sesungguhnya bayaran yang pantas untuk pekerjaanmu hanyalah 3 dinar, 7 dinar tersebut justru menjadi penyulit karena itu bukanlah hal yang hak. Hal2 yang bukan hak akan memperumit hidup kita, dan hidup dengan apa yang menjadi hak kita akan membuat hidup damai"

Cerita selesai.

Kenapa saya harus mengabadikan agar tidak lupa?
Karena suatu hari saya akan menasehati diri saya dan anak saya bahwa hidup akan berkah jika kita mendapatkan apa yang halal dan memang menjadi hak kita.

Kalau kita punya pendapatan tetap namun apa yang kita usahakan tidak sebanding, maka percayalah uang berlebih itu hanya akan menjadi perumit.

Contoh: maaf.
Misalnya anggota DPR yang digaji besar untuk memikirkan rakyat namun ternyata malah tidur saat rapat, bersantai2, maka percayalah bila mereka tidak bekerja sesuai apa yang mereka dapat, uang tersebut hanya akan mendatangkan masalah untuk hidup.

Sama juga bila seorang dokter yang sudah digaji tetap dan bernilai besar, namun malah tidak total membantu pasiennya, uang yang tidak layak itu hanya akan merumitkan hidup.

Namun bila seseorang bekerja lebih keras dari apa yang dia dapat, maka percayalah Allah sendiri yang akan memantaskan bayaran untuknya, dan bayaran dari Allah itu tidak pernah kurang melainkan berlebih begitu banyak. :)

Jadi yuk kita lihat lagi pendapatan kita, lalu bertanya kira2 apa yang saya kerjakan sudah sepadan belum dengan apa yang saya dapatkan?
Bila sudah, baguslah.
Bila lebih bayarannya, silahkan infakkan kelebihannya atau naikan performa kerja kita.
Bila kurang bayarannya, tenang saja, Allah sendiri yang akan bayar. Hoho.

Kalau bingung menilai, yuk lakukan yang terbaik saja, jauhi malas2an. Karena kalau uang bayaran kita kurang, itu lebih baik sebab kebahagiaan bisa jadi bayaran tambahan, namun kalau bayaran kita berlebih, masalah bisa datang agar kita mengeluarkannya

Saturday, January 25, 2014

cerita pasien psikiatri

Aku punya seorang pasien psikiatri yang cukup mengesankan.. mari bercerita mulai dari awal pertemuan.

Saya koass yang sedang bertugas di stase psikiatri. Lalu saya harus membuat tugas presentasi di depan para pasien psikiatri, Akhirnya saya mempresentasikan topik "Indahnya Berteman". Pagi itu para pasien psikiatri sedikit yang duduk manis, beberapa gelisah, beberapa mondar mandir tidak bisa diam.

Ini pertama kali saya bertemu dengannya. Seorang pria muda usia 26 tahun, putih, badannya tampak sehat, cukup cakep sebenarnya, dengan kaos birunya datang terbingung-bingung..
"Ini lagi ngapain ini?" tanyanya
"Sini yuk duduk, dokter mau ngasih tau tentang Indahnya berteman"
"Walaaahhh... ndak ada topik lain? aku ndak mau ikut"
lalu pergi... dan aku tidak bisa memaksa.

Kami bertemu lagi, tidak sengaja saat saya hendak pulang.
Dia memanggil "Mbak, mbak.."
"Iya, kenapa?"
"Mbak dokter di ui ya?"
"Iya mas, kenapa?"
"Kenal ndak sama Indah?"
"Indah siapa ya?"
"Indah, temenku di Surabaya. Anak e pinter e mbak! masuk FKUI juga. Pinter.. kenal ndak?"
"nggak kenal tuh, kenapa emangnya? mas sendiri namanya siapa?"
"Aku? wah ndak boleh ngomong sama aku e. aku ini wong bodoh! mbak ndak boleh ngomong sama aku ya" terus dia pergi berlari. ketakutan.

Esok harinya.. kami kembali berpapasan..
"Mbak, boleh tanya ndak?" tanyanya menyelinap.
"Boleh, kenapa?"
"Mbak, dulu nem masuk SMPnya berapa?"
"Berapa ya, lupa mas.. emang kenapa?"
"Ndak, aku mau nanya aja. Kakakku itu pinter dia. Nemnya tinggi. Mbak dulu berapa?"
"kayaknya 46 deh, kenapa mas?"
"46? walau berarti mbak e pinter. hehe. Emang orang itu pada pinter-pinter ya. Kakak ku juga pinter. Dia itu nemnya 40. Masuk SMP bagus dia."
"oh.. hebat ya, Kalau mas sendiri, berapa?"
"Aku? Aku iki wong bodoh! Ndak boleh tau! kecil nilai aku tuh! Wes malu e pokokne!" gelisah
"Loh kok ngomong gitu? ada apa emangnya?"
"Nem SMP ku itu 37 opo.. kecil.. malu, bodoh. hahaha" sambil tertawa2 menundukkan wajahnya.
"Nggak boleh ngomong gitu.."
"Eh, mbak ndak boleh ngomong sama saya, saya itu orang bodoh! ndak boleh ngomong sama saya ya!" Pergi lagi berlari.

Siang harinya..
"Mbak, boleh ajarin saya kimia ndak?" datang membawa buku dan pinsil
"Hah?"
"Iya, mau belajar kimia. mau ajarin ndak?"
*saya termenung sesaat
"Mbak di sini dokter ya?"
"Iya, ada apa mas?"
"Mbak pasti orang pinter ya. Bapakku itu juga pinter, ibuku ama kakaku juga pinter, sekolahnya di unair."
"Wah hebat, kalau mas sendiri, sekolahnya dimana?"
"Aku? Aku iki wong bodoh! Aku ndak lulus spmb! Malu e mbak. ndak pinter aku. Padahal bapakku itu pernah salaman presiden, tapi anaknya gilaaaa... ahahahahaha"
"Pasti malu e bapakku. hahahaha. Mbak juga kan, kalau punya Anak ndak pinter pasti diusir kan? hahahaha. Pasti!" ketawa-ketawa menundukkan wajah.
"Mas boleh saya tanya-tanya nggak?"
"Nggak! Aku iki wong bodoh! Ndak ada yang boleh ngomong sama aku. Malu e." dan kembali pergi

Percakapannya jelas bukan?
Ada tawa dalam tangis yang dipendam bertahun-tahun.
Ada sakit yang ditahan bertahun-tahun.

Singkat cerita,
Dia seorang pemuda dari keluarga yang berada. Seperti yang dikatakannya, Ayahnya memang seseorang yang pernah bersalaman dengan presiden, ibunya seorang sarjana dari universitas ternama, kakaknya yang pintar dan kehidupannya yang cukup matang.
Lalu hadirlah si adik yang bermimpi masuk UNAIR, dan gagal dalam spmb setelah terus mencoba sebanyak 3x. Gagal dan akhirnya ia disekolahkan di universitas yang menurutnya kurang bagus. Ia minder dalam keluarga.

Setelah lulus, ia tidak bisa bergantung pada kakinya sendiri untuk dapat pekerjaan, akhirnya ia bekerja untuk kakaknya, dan terus mendapat olokan selama itu. Hidup dalam olok-olokan dan stress akibat tekanan keluarga yang membuatnya percaya dirinya bodoh. Lalu ia stress, dan mulai berbicara sendiri, mulai dianggap gila, hingga diusir dari rumah, dan pada akhirnya diberikan kepada rumah sakit jiwa.


Saya cuma bisa berharap bahwa untuk mereka di luar sana yang sedang jatuh terpuruk dalam kekecewaan atas dirinya, memiliki keluarga yang bisa menambahkan semangat, bukan memperparahnya.

Setiap orang sudah cukup sakit untuk jatuh, tidak perlu kita terus mengingatkan bahwa mereka adalah orang yang jatuh. cukup bantu berdiri.

Semangat! Jadilah keluarga yang baik.. 




Monday, January 20, 2014

Rezeki tidak kemana

Setiap pagi saya selalu naik bentor (becak-motor) kendaraan khas gorontalo.

Setiap pagi saya hampir selalu membayar 7000 untuk sampai ke tujuan.
Selalu begitu.

Pagi ini,
Saya kembali memberhentikan sebuah bentor dan menawar harga. Ia minta 10.000, saya tawar 7.000 lalu dengan matanya dia bilang "boleh minta 1.000 lagi?"

mungkin lucu tapi perbincangan tawar menawar singkat itu yang berlangsung sekitar 15 detik, menyempatkan saya melihat matanya yang dalam sayu, bajunya yang lusuh, wajah yang letih, kulit yang terbakar  sinar matahari teralu lama.

Singkatnya saya katakan "ya"

Wajahnya, kulitnya, matanya entah kenapa seperti menyihir. Saya begitu kepikiran. Hingga akhirnya saat sampai ditujuan saya memberikan ia sejumlah uang tanpa saya mengambil kembaliannya... wajah lelah itu lalu tersenyum dan mengatakan "terima kasih" dengan senyum penuh ibadah.

Cerita selesai.

Cerita singkat? Ya.
Cerita umum? Ya.
Cerita tidak penting? Mungkin.

Tapi ini memberikan insight baru bagi saya "bahwa rezeki memang tidak kemana-mana"

Saya tidak pernah membayar lebih dari 8.000.
Ada begitu banyak pengemudi bentor yang juga berwajah kurang mampu.

Tapi kenapa bapak ini mendapatkan uang lebih yang saya berikan?
Kenapa saya ingin memberikan? Tidak ada alasan logis.

Sekali lagi, kenapa saya ingin memberikan?
Entahlah hati saya juga tidak bisa menjawab pasti. Hanya saja, seperti ada sesuatu di hati, di kepala yang mengarahkan saya untuk memberikannya uang lebih.

Pun saya sadar 1 hal.
Rezeki dia pagi ini adalah sejumlah uang lebih itu.
Itu memang rezekinya.
Itu memang miliknya, saya hanya menyampaikannya lewat tangan saya. Tapi itu memang miliknya dan dia memang datang menjemputnya.

Maka sesungguhnya jelas, Allah itu menjamin Rezeki setiap makhluknya.

Dan tidak perlu khawatir, kita hanya perlu semangat ikhlas menjemput rezeki-rezeki kita, yang mungkin masih berada di tangan manusia lainnya. Jadi mari bekerja.

Karena uang tidak turun langit.

Sunday, January 19, 2014

Dapatkan uang 86.400 gratis per hari!

Mau dapat uang 86.400 per hari? Secara gratis?

Anda akan diberikan uang modal 86.400 setiap harinya. Tentunya modal ini diberikan secara gratis dan bisa dipakai untuk menciptakan pendapatan tambahan lainnya atau investasi.

Jadi:
1 hari dapat 86.400
30 hari maka jadi 2.592.000
Bila sepasang suami istri maka total modal yang diberikan adalah 5.184.000

Namun peraturannya, uang modal gratis ini tidak bisa ditabung tapi bisa dibelanjakan.

Jadi bila Anda tidak membelanjakannya maka uang ini akan hilang begitu saja.
Hilang begitu saja.

Untuk memudahkan, pemberian uang modal ini dibagi 24x per hari atau per jam nya Anda diberikan 3600.
Anda harus mengambil uang ini per jam dan bila tidak, uang Anda hangus.

Jadi kalau Anda tidur 10 jam per hari berarti Anda kehilangan 10x pemberian modal atau setara dengan 36.000. Atau dengan kata lain Anda kehilangan 1.080.000 per bulan.

Namun seperti layaknya uang, modal ini bisa Anda taruh dalam bentuk investasi.
Contoh Anda mengambil uang modal untuk membeli buku usaha, lalu ilmu yang didapat dari sana Anda aplikasikan jadi bisnis yang menghasilkan pendapatan tambahan, misal 5000/jam.

Atau Anda yg menggunakan modal itu untuk investasi jangka panjang seperti sekolah tinggi agar saat Anda lulus Anda bisa menghasilkan 1.000.000/jam

Semua penggunaan uang modal tersebut adalah terserah Anda. Anda bisa menggunakannya untuk biaya ngobrol santai, atau untuk berpikir dan mencari ilmu baru.

Mungkin Anda sudah sadar asal uang modal tersebut. Kami tidak memberi, Anda sebenarnya sudah punya. Ya uang modal itu adalah waktu kita per hari. 86.400 detik.

Saat Anda membaca itu sebagai detik, mungkin jadi biasa saja. Saat Anda membaca dengan satuan mata uang mungkin Anda akan lebih berpikir.

Oleh karena itu,
Untuk Anda yang sedang membangun kehidupan.
Untuk Anda yang merasa kurang atas kualitas diri, materi, dllnya
Untuk Anda yang mengaku masih memiliki mimpi untuk dikejar..

Pantas tidak sih Anda membuang2 uang modal ini?

Setiap rupiahnya jatuh percuma perdetiknya saat Anda melakukan hal2 yang tidak bermanfaat.

Dan untuk Anda yang menyadari dekatnya kematian, dan singkatnya waktu ibadah
Sayang tidak sih menjatuhkan setiap detiknya untuk hal hal yang tidak berpahala?

Untuk mereka yang suka uang, bagaimana kalau kita berpikir uang modal ini hendak diinvestasikan kemana? Agar setiap rupiah tidak jatuh percuma.

Untuk mereka yang suka akan janji surga, bagaimana kalau kita berpikir, detik ini mau diinvestasikan kemana agar jadi amal jariyah? Agar modal waktu ini bisa jadi mesin pahala otomatis yang berjalan hingga kita mati?

Jika Anda suka uang maka pikirkan setiap rupiah atau dollar yang jatuh percuma...

Jika Anda sayang keluarga maka pikirkan setiap detik yang jatuh percuma yang akan memperlambat usaha Anda membahagiakan mereka..

Jika Anda sayang diri, maka pikirkan detik detik yang jatuh percuma dan membuat kesuksesan Anda jadi terlambat..

Waktu adalah modal dari Tuhan agar kita bisa mengejar apa yang kita inginkan.
Dan membuang buangnya adalah pilihan kita untuk menjauhkan mimpi kita sendiri...

Inspirasi:
Postingan Ary Ginanjar.

Cerita dibalik tulisan:
Setelah sibuk membaca kumpulan cerita orang2 sukses dan inspiratif dari ciputra.com dan wirasmada.blogspot.com, saya jatuh dalam depresi ringan akut akibat minder T.T
Berpikir ttg hebatnya mereka, dan saya yang begitu kurang. Menyakitkan.

Bukannya malah semangat saya jadi lemas dan cuma ingin tidur-tiduran (gejala depresi) lalu saya buka facebook dan menemukan...

Postingan bahwa saya bisa dapat uang gratis 86.400 per hari. Lalu saya baca terus hingga saya sadar bahwa uang di situ adalah waktu saya sendiri.

Kalau saya tidur2an, saya akan semakin miskin karena terus kehilangan setiap rupiahnya. Dengan malas2an saya hanya akan tambah miskin, dan saya tidak mahu mati miskin. Saya harus bangun!

Uang modal ini harus saya investasikan dalam kegiatan berpikir, membuat strategi, lalu beraksi. Kalau tidak rupiah rupiah akan jatuh percuma! Detik detik akan jatuh percuma dan kesuksesan saya terpaksa tertunda.

Bukankah kita selalu ingin sukses SECEPAT CEPATNYA?