Seminar Nutrisi Anak

Seminar Nutrisi Anak dari Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi loh. Cari tahu cara memaksimalkan tubuh kembang si kecil

Bagaimana Cara Memilih Obat Flu yang Benar?

banyak sekali pasien flu dan menanyakan, mana obat yang bagus? obat flu yang cocok? Apakah pelru antibiotik? dan mana yang lebih bagus antara satu obat dengan obat lainnya. Pada tulisan ini saya ingin memberi edukasi tentang itu.

Cara Kerja Mukolitik, Dekongestan, dan Antitusif

Untuk menghilangkan gejala sering kali dokter meresepkan obat-obat pengecer dahak, pereda batuk kering, atau obat yang membantu pengeluaran sekret dari hidung. Sebenarnya, bagaimana cara kerjanya?

Bagaimana Cara KB yang Alami?

Tulisan tentang KB ini diharapkan mampu membantu pembaca untuk memilih KB yang tepat untuk dirinya.

Mari mengenal gagal jantung

Apakah Anda sering merasa sesak saat berkegiatan? Bangun malam hari karena sesak? Harus tidur dengan 2-3 bantal? atau kedua kaki Anda bengkak? Hati-hati bisa jadi Anda terkena gagal jantung

Tuesday, May 21, 2013

Metabolisme Kardiovaskular


BIOKIMIA / METABOLISME SISTEM KARDIOVASKULAR
Oleh Yogi Ismail Gani, S.Ked

1. Konsumsi O2 Jantung

            Konsumsi O2 jantung ditentukan terutama oleh tekanan intramiokardium, kontraksi miokardium, dan kecepatan denyut jantung. Kerja ventrikel per denyut berkorelasi dengan konsumsi O2. Kerja tersebut merupakan hasil dari volume sekuncup dan tekanan arteri rata-rata pada arteri pulmonaris (oleh kerja ventrikel kanan) atau aorta (oleh kerja ventrikel kiri). Ketika tekanan aorta 7x lebih besar dari tekanan arteri pulmonaris, kerja untuk menghasilkan volume sekuncup pada ventrikel kiri lebih besar adalah 7x lebih besar dibandingkan ventrikel kanan. Berdasarkan teori, peningkatan volume sekuncup sebesar 25% tanpa adanya perubahan tekanan arteri seharusnya menghasilkan peningkatan konsumsi O2 yang sama dengan peningkatan tekanan arteri sebesar 25% tanpa perubahan volume sekuncup. Meskipun demikian, dengan alasan yang tidak diketahui, tekanan arteri menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada konsumsi O2 dibandingkan dengan volume sekuncup.

Sunday, May 19, 2013

Cara Mengetahui Keterlambatan Perkembangan Pada Anak

Kita mengenal istilah tumbuh kembang, sebenarnya tumbuh kembang terdiri dari dua kata yang memiliki perbedaan arti. Tumbuh berarti suatu hal yang terukur seperti tinggi badan dan berat badan, sedangkkan kembang atau perkembangan bukanlah suatu hal yang terukur melainkan peningkatan skill, sepeti berdiri, berbicara, bermain bersama teman, dan lainnya.

Dalam tulisan kali ini saya akan menerangkan bagaimana cara mengetahui keterlambatan perkembangan pada anak.

Dalam dunia kedokteran, perkembangan terbagi atas empat aspek
1. Perkembangan motorik kasar
2. Perkembangan motorik halus
3. Perkembangan bahasa
4. Perkembangani psikososial

Contoh perkembangan motorik kasar adalah duduk, berjalan, dan berlari. Contoh perkembangan motorik halus adalah memegang benda kecil, menggenggam, memindahkan barang dari tangan ke tangan lainnya, dll.
Contoh perkembangan bahasa adalah kemampuannya bicara, dimulai dari 1-2 kata hingga membentuk sebuah kalimat. Perkembangan psikososial adalah kemampuannya berinteraksi dengan lingkungan seperti bermain bersama teman, mengikuti perintah orang tua, dll.

Seorang anak bisa mengalami perkembangan di satu bagian ataupun seluruh bagian yang disebut sebagai Global Delayed Development. Banyak orang tua yang tidak menyadari keterlambatan anaknya karena hal sederhana seperti TIDAK MENGETAHUI BATAS WAKTU YANG DISEBUT TERLAMBAT. Walaupun ia mengetahui anaknya sedikit terlambat biasanya orang tua hanya menunggu si anak mampu dengan sendirinya, tanpa berpikir untuk mengkonsultasikannya dengan dokter.

Kasus lainnya adalah orang tua tidak sabar akan perkembangan anaknya sehingga menjadi khawatir. Menghabiskan uang dengan pergi ke dokter untuk suatu hal yang sebenarnya masih dalam batas normal.

Oleh karena itulah, tulisan ini dibuat. Jadi apabila Anda adalah orangtua, atau akan menjadi orang tua, simpan tulisan ini, atau kurva di bawah ini agar bisa menjadi alat deteksi dini perkembangan anak Anda.

Lihat kurva di bawah ini, atau download di sini


Kita ambil contoh: 
Seorang anak belum bisa berjalan saat usia 14 bulan, apakah normal? terlambat? Harus di bawa ke dokter tidak?

Jawab:
1. Berjalan adalah motorik kasar, maka lihatlah tulisan berjalan di bagian motorik kasar (Tulisan paling bawah). 
2. Setelah menemukan tulisan motorik kasar, carilah kotak berjalan. Anda akan menemukannya di atas tulisan berdiri sendiri.
3. Apakah Anda sudah menemukan kotak bertuliskan berjalan dg baik? Bila sudah tarik depannya lurus ke angka paling bawah Anda akan sampai pada angka 12.Kemudian tarik garis belakangnya lurus ke bawah anda akan sampai pada angka 15, betul?
4. Berarti berjalan itu umumnya terjadi pada anak berusia 12-15 bulan.

Jadi jawaban dari pertanyaan di atas adalah anak yang belum bisa berjalan di usia 14 bulan, tidak perlu segera di bawa ke dokter, karena 90% anak akan sudah bisa berjalan di usia 15 bulan.

Bila menginjak usia 16 bulan anak Anda belum bisa berjalan, saat itulah Anda harus membawanya ke dokter, karena hal tersebut bisa menunjukan adanya suatu kelainan.

Bagaimana sudah mengerti cara menentukan apakah perkembangan anak Anda terlambat atau tidak? Semoga bermanfaat. Kalau Anda bingung dan butuh bantuan hubungi saya,
dr. Rizka 0856 788 2580/ 2336 E934

Share bila menurut Anda orang lain butuh untuk tahu. Ayo bermanfaat.

Tuesday, May 14, 2013

Seminar dan Workshop Neonatal Emergency Management (NEMO 2013)


Pelantikan lulusan dokter FKUI 2013, bekerja sama dengan divisi PerinatologiDepartemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM-FKUI proudly present:

Seminar dan Workshop Neonatal Emergency Management (NEMO 2013)  

Bingung menangani masalah kegawatdaruratan pada neonatus?? 
ingin menambah kemampuan Anda untuk menangani neonatus??
Temukan jawabannya di seminar dan workshop NEMO 2013

Dengan berbagai macam topik seminar kegawatdaruratan neonatus dan workshop hands-on resusitasi neonatus dan umbilical vein, dibawakan oleh konsulen perinatologi terpercaya dibidangnya!!! *

Kapan lagi ada kesempatan bagus seperti ini?? Jangan lewatkan

Hari/tgl : Selasa-Rabu, 11-12 Juni 2013
Tempat :FKUI-RSCM

Dapatkan harga spesial dengan mendaftar segera!!!

Sunday, May 12, 2013

FLOWS! Seminar Obstetri dan Ginekologi FK UI, SKP IDI


Department of Obstetric & Gynecology RSCM and PLD FKUI 2013 proudly presents:


FLOWS 2013
The 1st Fast Learning Obstetric & Gynecology Workshop & Seminar

(IDI & IBI Certification)


Seminar (Saturday, June 22nd 2013, Ruang Kuliah Parasitologi FKUI)
1st Session : Overview of Delivering
- Maternal Health in Indonesia
- Physiology of Birth: an Overview
- Current Approach in Dystocia Management
2nd Session : Problems of Mother
- Antepartum & Postpartum Hemorrhage
- Severe Preeclampsia and Eclampsia
3rd Session : Problems of Fetus
- Fetal Emergency
- Prematur Rupture of Membrane and Principles of Right Termination
- Birth Induction

Workshop (Sunday, June 23rd 2013, Ruang Sudradji, Gedung A Public Wing Lt.2 RSCM)
Updating & Refreshment of Perineal Rupture Suture

(Hands-On Training Tutored by Skilled Trainers on Pigs' Vagina)

Seminar:
- medical students, midwives students: Rp 300.000,- (early bird: Rp 250.000,-)
- doctors, midwives: Rp 400.000,- (early bird : Rp 350.000,-)

Seminar + workshop:
- medical students, midwives students: Rp 1.100.000,- (early bird: Rp 1.000.000,-)
- doctors, midwives: Rp 1.500.000,- (early bird : Rp 1.400.000,-)
*early bird until Mei 31st 2013


There are some packets* for you. Contact us!

Natasya, S. Ked (081294236969)
Adelina, S. Ked (081809921321)
Jessica Octaviani, S. Ked (08128754202)

Save the Mother, Save the Child!


*) Paket promosi selama early bird (NOW - 31 Mei 2013), yaitu:
1. Pemberian 1 kursi seminar gratis bagi peserta yang membawa 5 teman untuk mengikuti seminar FLOWS 2013 (hanya seminar)
2. Pemberian diskon 50% untuk 1 kursi seminar + workshop bagi peserta yang membawa 5 teman untuk mengikuti seminar + workshop FLOWS 2013