Monday, November 29, 2010

Embriologi & Anatomi Sistem Perkemihan (Urinaria)

Embriologi dan Anatomi Sistem Urinaria
Oleh, Dian A.

1. Embriologi/Perkembangan Sistem Urinaria
Dimulai pada minggu ketiga perkembangan bayi, bagian mesoderm sepanjang aspek posterior embrio, yaitu mesoderm intermediet berdiferensasi menjadi ginjal. Tiga pasang ginjal dari mesoderm intermediet berturut-turut yaitu: Pronephros, mesonephros, dan metanephros. Hanya metanephros yang membentuk ginjal tetap.
Selama perkembangannya, kloaka dibagi menjadi sinus urogenital (urogenital sinus). Vesica urinaria (urinary bladder) berkembang dari sinus urogenital. Pada wanita, urethra berkembang sebagai akibat dari pemanjangan duktus pendek yang memanjang dari vesica urinaria ke sinus urogenital. Pada pria, urethra lebih panjang dan rumit, tetapi juga berasal dari sinus urogenital.

2. Anatomi Sistem Urinaria


Sistem urinaria terdiri atas ginjal, sepasang ureter, vesica urinaria, dan urethra. Sepasang ginjal menghasilkan urin melalui berbagai mekanisme pengaturan dan berfungsi endokrin (erythropoietin, rennin,dan hidroksicholecalciferol). Sepasang ureter menghantarkan urin menuju vesica urinaria. Vesica urinaria menampung urin sementara sebelum di eleminasi. Dan urethra dilalui urin untuk dikeluarkan. Urethra laki-laki juga berfungsi sebagai organ sistem reproduksi (transport semen).

1. Ginjal
Ginjal melakukan tugas utama dalam sistem urinaria. Fungsi ginjal yaitu mengatur komposisi ionic darah, pH darah, volume darah, level glukosa darah, dan tekanan darah; mempertahankan osmolaritas darah; memproduksi hormon (calcitriol dan erithropoietin); dan ekskresi substansi yang tidak berguna dan substansi asing.
Sepasang ginjal berwarna kemerahan, berbentuk seperti kacang merah, terletak di atas pinggang diantara peritoneum dan dinding posterior abdomen (retroperitoneal). Ginjal berada diantara T12 dan L3, dimana terlindungi oleh iga 11 dan 12. Ginjal kanan sedit lebih dibawah posisinya daripada ginjal kiri, karena terdesak oleh liver.
Ginjal orang dewasa panjangnya 10-12 cm, lebar 5-7 cm, dan ketebalannya 3 cm. Pada batas cekungan medial, tiap ginjal berhadapan dengan columna vertebralis. Di dekat cekungan pertengahan tersebut (pada 1/3 tengah tepi medial ginjal), terdapat lekukan yang disebut hilum renalis, dimana arteri renalis dan nervi renalis masuk ke ginjal, serta vena renalis dan pelvis renalis keluar dari ginjal.
Pada ginjal, terdapat dua kutub, yaitu kutub superior dengan kutub inferior. Permukaan pada ginjal terdiri atas permukaan anterolateral dan posteromedial sebab sumbu panjangnya inferolateral dan sumbu transversalnya posterolateral.

Terdapat tiga lapisan jaringan yang mengelilingi ginjal, dari dalam ke luar yaitu kapsula renalis/ kapsula fibrosa, kapsula adipose/ perinephric fat capsule, dan fascia renalis. Ketiga lapisan tersebut melindungi ginjal dari trauma dan membuat ginjal tetap terletak pada tempatnya.
Pada penampang coronal ginjal, dapat terlihat bangunan-bangunan pada ginjal, yaitu:
1. Cortex renalis : bagian superficial ginjal yang lebih gelap dan berkontak dengan kapsula fibrosa.
2. Medula renalis : bagian di bawah cortex yang lebih terang dan terdiri atas 9-14 struktur triangular atau conical yang jelas yang disebut Piramid renalis. Hilus Renalis : cekungan pada 1/3 tengah batas medial ginjal
3. Papilla renalis : apex dari medulla yang berproyeksi ke calyx minor
4. Processus renalis/medulla arrays : Bagian medula yang menjorok ke korteks
5. Columna renalis Bertini : Bagian korteks yang masuk ke medula
6. Sinus renalis : bagian hilus renalis yang tidak berisi struktur (hanya berisi lemak)
7. Lobus renalis : terdiri atas pyramid renalis, korteks renalis di sekitarnya, dan setengah dari tiap kolumna renalis di samping pyramid renalis tersebut
8. Calix minor (7-14): duktus yang merupakan muara papilla renalis keluarkan urin
9. Calix major (2-1): 3-5 calix minor yang menyatu membentuk struktur ini
10. Pelvis renalis : 2-3 calix major membentuk struktur ini
11. Ureter : lanjutan dari pelvis renalis ke arah vesica urinaria

Ginjal berisi saluran uriniferus, yaitu terdiri dari nephron dan saluran pengumpul. Nephron merupakan unit fungsional dari ginjal. Nephron terdiri dari 2 bagian, yaitu (1) corpuscle renalis/Malphigi, yang terdiri dari glomerulus dan capsula Bowman (glomerular), (2) Tubulus renalis, yang terdiri atas tubulus contortus proksimal, lengkung/ansa Henle, dan tubulus contortus distal.
Korteks terutama terdiri dari corpuscle renalis (glomerulus + kapsula Bowman), tubulus contortus proksimal, dan tubulus contortus distal. Sedangkan medulla terutama terdiri dari tubulus rectus, ansa Henle, dan ductus colligent.
Tubulus kontortus distal berakhir pada ductus colligent. Ductus colligent menyatu menjadi ductus papillaris Bellini yang akan menyalurkan urin ke calix minor. Ductus papillaris Bellini ini berakhir di area cribrosa papilla renis.

Pendarahan A/V Renalis
Darah masuk ke ginjal melalui arteri renalis. Arteri renalis ini mendapatkan aliran darah dari aorta abdominal. Arteri renalis bercabang menjadi arteri segmental. Kemudian arteri segmental bercabang menjadi arteri interlobar yang berjalan di bagian luar medulla. Arteri interlobar yang berjalan ke perbatasan korteks dan medulla disebut arteri arkuata Arteri arkuata bercabang-cabang membentuk arteri interlobular yang berada di antara lobus renalis. Arteri interlobular akan bercabang menjadi arteriola afferent yang akan masuk ke corpuscle renalis menjadi kapiler glomerular lalu keluar dari corpuscle renalis sebagai arteriola efferent. Kemudian arteriola efferent terbagi-bagi untuk membentuk kapiler peritubular. Kalpiler ini berlanjut menjadi vena interlobular, lalu darah keluar ke vena arkuata, kemudian ke vena interlobar dan darah dari ginjal keluar melalui vena renalis ke vena cava inferior.

Persarafan Ginjal dan Ureter
Ginjal dan ureter dipersarafi oleh nn renalis. Persarafan simpatis ini berasal dari segmen T10-L1 atau 2 yang melewati Nn splanchnicus minor, Nn splanchnicus imus, dan Nn splanchnicus lumbalis menuju pleksus coeliacus dan selanjutnya plexus renalis. Persarafan simpatis ini akan mengatur kecepatan pembentukan urin dengan mengubah aliran darah dan tekanan darah pada nephron, menstimulasi pengeluaran rennin, yang akan membatasi kehilangan air dan garam pada urin dengan menstimulasi reabsorbsi pada nephron. Sedangkan persarafan parasimpatirnya berasal dari N. Vagus.

2. Ureter
Merupakan sepasang saluran muscular yang keluar dari ginjal ke vesica urinaria. Panjangnya 25-30 cm. Ureter dimulai pada bagian renal pervis yang berbentuk corong. Ureter berjalan inferior dan medial, di atas permukaan anterior otot psoas major. Ureter terletak retroperitoneal. Pada laki-laki, basis vesica urinaria berada di antara rectum dan simfisis pubis, sedangkan pada perempuan, basis vesica urinaria menduduki inferior uterus dan anterior vagina. Pada basis vesica urinaria, ureter membelok medial dan berjalan oblik dan berakhir pada dinding dari aspek posterior vesica urinaria.
Ureter terdiri atas dua bagian yaitu bagian abdominal dan bagian panggul. Pada bagian abdominal, ureter berjalan vertikal dari batas pelvis renalis yang kemudian bifurkasi (melintas melewati) A. illiaca communis dan turun pada M. Psoas Major. Pada bagian panggul, perjalanan ureter dimulai ketika masuk PAP (Pintu Panggul Atas). Ketika memasuki area ini, ureter membentuk flexura marginalis. Kemuadian ureter menyilang bifurkasi A. iliaca communis, di sebelah ventral articulation sacroilliaca. Lalu ke tepi incissura ischiadica major. Ureter kemudian berjalan di sebelah medial arteri/vena/ nervus obturatoria, lalu turun ke bawah berjalan di sebelah ventral arteri illiaca interna.
Selama melintas dari pelvis renalis sampai vesica urinaria, ureter memiliki tiga tempat penyempitan, yaitu (1) di tempat peralihan pelvis renalis dengan ureter, (2) pada flexura marginalis ureter, (3) pada muara ureter ke dalam vesica urinaria. Pada muara ureter ke dalam vesica urinaria, ureter menembus aspek vesica urinasia dan melintas serong/oblik sehingga mencegah aliran balik urin ke ureter, karena ureter intramural tertutup sewaktu tekanan vesica urinaria meningkat.
Ureter pars pelvina pada laki-laki bersilangan dengan duktus deferen. Sedangkan pada perempuan, ureter pars pelvina berada pada dorsal fossa ovarica Waldeyer, ureter juga sejajar dengan arteri uterina, lalu berjalan ke arah bawah melintas di sebelah lateral cervix uteri dan fornix lateralis vaginae.
Normal gelombang kontraksi berpangkal pada bagian proksimal saluran kemih atas:
1. Kontraksi otot polos calices dan pelvis renal dirangsang oleh gaya regang isi saluran
2. Traktus urinarius memiliki daerah aktif yang memulai peristaltic spontan
3. Sel otot polos pada dinding bagian proksimal traktus urinarius bagian atas (calices minors) beraksi kolektif sebagai tempat-tempat perintis.
Gelombang kontraksi diteruskan dari sel otot ke sel otot selanjutnya dan tidak memerlukan keterlibatan langsung saraf-saraf otonom.

Proyeksi Ureter
Sesuai dengan garis vertikal dari titik 5 cm terhadap garis tengah pada bidang transpilorik ke tuberkulum pubicum (depan) atau melalui spina illiaca posterior superior (belakang).

Pendarahan Ureter
Ureter diperdarahi oleh cabang A. renalis, cabang aorta abdominalis, cabang A. testicularis/ A. ovarica, cabang arteri illiaca communis, cabang arteri vesicalis inferior.

Persarafan Ureter
Berasal dari segmen T 10- L1/2 dan S 2-4, melewati plexus renalis, pleksus aorticus, dan pleksus hypogastricus superior dan inferior.

Dapat terjadi penyumbatan batu ureter di tempat-tempat penyempitan ureter. Distensi ureter atau spasme otot membangkitkan nyeri kolik ureter. Nyeri dirujuk ke daerah kulit yang dipersarafi segmen spinal yang juga mempersarafi ureter, terutama T11 –L2, dari pinggang sampai lipat paha dan scrotum/labium majus dan mungkin meluas ke bagian proksimal aspek anterior tungkai atas lewat proyeksi N. genitofemoralis (L1, 2), cremaster.

3. Vesica urinaria
Vesica urinaria merupakan organ muscular berbentuk kantong yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara urin. Bagian superior vesica urinaria di lapisi oleh selapis peritoneum. Terdapatt beberapa ikat pada vesica urinaria, yaitu Ligamentum umbilicalemedianus, mediale, lateral dan ligamentum pubovesical. Ligamentum umbilicale medianus yang berasal dari urakus, terdapat pada anterior, batas superior ke arah umbilicus. Ligamentum umbilicale lateral berjalan sepanjang tepi vesica urinaria ke umbilicus. Selain itu juga terdapat ligamentum umbilicale mediale (lebih lateral dari ligamentum umbilicale medianus) yang berasal dari a. umbilikalis. Terdapat pula ligamentum pubovesical yang disertai dengan pubouretrhral pada perempuan dan puboprostatica pada laki-laki.
Pada penampang sectional, mukosa vesica urinaria membentuk rugae, yang akan menghilang ketika vesica urinaria terisi penuh. Area triangular yang membatasi pintu masuk ureter (orificium ureteris dextra dan sinistra) ke vesica urinaria dan pintu masuk ke uretra dari vesica urinaria (orificium urethral internus) disebut trigonum vesicae yang terletak di mukosa permukaan posteroinferior. Area yang mengelilingi orificium urethral internus disebut collum vesicae/neck vesia urinaria.
Collum vesiae mempunyai otot polos yang berbeda dengan M. detrusor (muskulus utama pada vesica urinaria). Pada laki-laki, sel-sel otot polos membentuk lingkar sempurna. Sedangkan pada perempuan, sel-sel otot polos membentang serong atau memanjang menuju dinding urethra sehingga tidak memiliki sphincter otot polos dan tidak berperan aktif menahan urin.
Syntopi Vesica Urinaria

• Vertex/di Apex: lig. umbilicale edianus
• Inferolateral: os pubis;, m. obturatorius internus, m. levator ani
• Superior: colon sigmoideum, ileum (laki-laki); fundus-corpus uteri, excavatio vesicouterina (perempuan)
• Infero-Posterior (laki-laki): gl. Vesiculosa, Ampula duct deferens, Rectum.
• Infero-posterior (perempuan): Corpus-cervix uteri, vagina

Perdarahan Vesica Urinaria
A. vesicalis superior mensuplai banyak cabang menuju fundus vesicae, ductus deferens, dan testis serta ureter. Pangkal A. vesicalis superior merupakan bagian paten A. umbilicalis janin.
A. vesicalis inferior seringkali muncul bersama A. rectalis media, mendarahi fundus vesicae, gl. prostate, gl. vesiculosa dan bagian bawah ureter. Kadang-kadang mempercabangkan A. deferentialis.
Pada perempuan, tidak terdapat a. vesikalis inferior. Arteri ini diganti dengan a. vaginalis. A. vaginalis, seringkali berjumlah 2 atau tiga, turun pada vagina, mendarahi membrana mukosa dan mengirimkan cabang-cabangnya menuju bulbus vestibuli, fundus vesicae dan bagian-bagian berdekatan dari rectum.

Persarafan Vesica Urinaria
• Pleksus vesicalis
• Simpatik: Nn. Splanchnicus minor dan imus, dan Splanchnicus lumbalis L1 dan L2.
• Parasimpatik: N. Splanchnicus pelvicus S2-4
• Rasa penuh (sensorik) dan motorik: melewati N. splanchnicus pelvicus
• Simpatik:
• kontraksi M. sphincter vesicae (collum vesicae) tertutup
• kontraksi dan pengosongan, gl prostata, vesicula seminalis, ductus deferen dan epididymis.
• Parasimpatik:
• kontraksi M. detrusor & relaksasi M. sphincter vesicae sehingga air kemih keluar
• kontraksi urethra p. membranosa, urethrae p. cavernosa dan rectum, relaksasi nadi pada jaringan erektil (ereksi) seingga disebut Nn. Erigentes.
• Rasa nyeri vesica urinaria dirujuk ke daerah kulit yang dipersarafi oleh segmen spinal T11-L2, S2-4, meliputi bagian depan bawah dinding perut, perineum dan penis.


Aliran getah bening vesica urinaria
• f. Superior & f. infero-lateral√† nnll. Iliac ext.
• Basis √† nnll. Iliac int, ext & sacralis

4. Urethra
Merupakan saluran kecil dari orificium urethral internus ke bagian eksterior tubuh. Ureter pada laki-laki selain berperan sebagai alat ekskresi urin, juga berperan untuk mentransport semen.
Pada perempuan, urethra berjalan dari orificium urethrae internum setinggi pertengahan symphysis pubis secara langsung posterior terhadap simfisis pubis, lalu secara langsung oblik, inferior, dan anterior dan memiliki panjang 4 cm. Pembukaan urethra ke bagian eksterior tubuh disebut orificium urethral eksternus yang berada diantara clitoris dengan lubang vagina.
Pada laki-laki, urethra juga berjalan dari orificium urethral internus ke eksterior, tetapi urethra pada laki-laki lebih panjang, sekitar 20 cm. Urethra awalnya melalui prostat kemudian ke otot-otot dalam dari perineum, lalu berakhir di penis. Urethra pada laki-laki melintasi masa gl. Prostata, menembus diaphragma urogenitale, bulbus penis, corpus spongiosum penis dan glans penis.
Urethra pada pria terdiri dari empat region anatomical, yaitu: (1) Urethra pars pre prostatica, (2) Urethra pars prostatica, (3) urethra pars membranacea, dan (4) urethra pars cavernosa/spongiosa (lewat bulbus, corpus spongiosum dan glans penis)
Urethra pars preprostatica panjangnya 1-1,5 cm, berjalan vertikal , dari collum vesicae sampai dengan aspek superior gl. Prostata, dikelilingi otot polos sphincter vesicae (sphincter internal) yang berlanjut dengan capsula gl. Prostata, dan disuplai oleh saraf simpatik.
Urethra pars prostatica panjangnya 3-4 cm, menembus gl prostata yang lebih dekat ke permukaan anterior, dinding posteriornya memiliki rigi: crista urethralis., terdapat bangunan: sinus prostaticus; colliculus seminalis (verumontanum); utriculus prostaticus; dan muara ductus ejaculatorius.
Urethra pars membranacea merupakan bagian terpendek, tersempit, berjalan dari prostat menuju bulbus penis; melintasi diaphragma urogenitale, 2,5 cm postero-inferior symphysis pubis. Diliputi otot polos dan di luarnya oleh M. sphincter urethrae; disarafi oleh N. splanchnicus pelvicus
Urethra pars spongiosa panjangnya 15 cm, berjalan dari ujung urethra pars membranacea sampai dengan orificium urethrae externum di ujung glans penis. Melebar di bulbus penis: fossa intrabulbar dan di glans penis: fossa navicularis. Orificium urethrae externumnya tersempit.

Reaksi:

1 komentar:

  1. bagus, tapi kayanya kurang gambar deh

    ReplyDelete