Thursday, August 18, 2011

Fungsi Ginjal, Uropoetika

FUNGSI GINJAL

Ginjal pada dasarnya merupakan sebuah organ dengan tiga fungsi :

1. Ekskresi (membuang zat sisa). 

Apabila sistem pencernaan melakukan fungsi ekresi dengan proses defekasi, maka ginjal melakukan proses eksresinya dengan proses berkemih. Berkemih atau buang air kecil adalah bagian dari cara tubuh membuang zat-zat sisa yang berbahaya atau tidak lagi dibutuhkan demi menjaga homeostatis. Tiga hal yang diatur oleh ginjal dengan eksresi adalah: 
  • Cairan Ekstraseluler. Cairan Ekstraseluler (atau ECF) yaitu segala cairan di luar sel, terdiri dari cairan interstisial serta plasma darah. Dalam hal ini ginjal mengatur keseimbangan elektrolit, terutama Natrium. 
  • Keseimbangan asam basa. Menjaga keseimbangan asam basa tubuh mutlak diperlukan karena pada pH tertentu, enzim dalam tubuh tidak akan bekerja secara normal sehingga dapat menyebabkan kematian. Sebagai contoh ATPase. Jika enzim ini tidak dapat bekerja dengan baik karena pH optimumnya tidak tercapai, makan sangat fatal bagi tubuh. Dalam menjaga keseimbangan ini ginjal berkerja sama dengan paru-paru. 
  • Bahan-bahan metabolic. Antara lain urea, ammonium, obat-obatan, kreatinin. Zat-zat ini dibuang karena memang sudah tidak terpakai lagi, atau karena memang berlebihan dalam tubuh. (Ingatlah, bahwa sesuatu yang berlebihan tak pernah baik).
2. Sekresi
Sekresi yaitu memproduksikan suatu zat dari sel. Ginjal membentuk renin yang berperan dalam mekanisme tekanan darah. Selain itu, ginjal juga mensekresikan eritropoeitin¸ hormon yang memicu pembentukan sel darah merah. Kemudian juga mensekresikan 1,25-dihydrocholecalciferol yang berperan dalam deposisi kalsium dalam tulang serta absorpsi kalsium dalam saluran cerna.

3. Metabolik
Ginjal mensintesis glukosa dari asam amino dan precursor lain saat berpuasa (glukoneogenesis). Fungsinya yaitu mempertahankan keseimbangan kadar air dan elektrolit, osmolaritas, kadar ion cairan tubuh, pH tubuh, eksresi zat asing dan metabolit, kelenjar endokrin serta dalam pengaktifan vitamin D.

Pada prinsipnya fungsi-fungsi di atas berkaitan satu sama lain dan menghasilkan suatu produk yakni urin. Urin yang asam menunjukan keadaan tubuh yang asam, urin yang tinggi glukosa menunjukan kadar glukosa tubuh yang berlebihan, dll. Urin dapat mempresentasikan banyak hal, itu mengapa pada banyak penyakit seringkali diperlukan test urin. 

Urin senantiasa dikeluarkan dari tubuh untuk mempertahankan homeostasis. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ginjal bersifat uropoetik (uro=urin, poetik=pembentuk artinya ginjal bertugas membentuk urin)

Dalam melaksanakan fungsinya, ginjal memiliki unit-unit fungsional, yaitu nefron. Nefron memiliki komponen tubular, yaitu struktur berbentuk tabung dimulai dari kapsula Bowman sampai duktus kolligens. Selain itu, nefron juga memiliki komponen vascular. Dengan kompone inilah ginjal membetuk urin. Untuk mengetahui bagaimana ginjal membentuk urin baca artikel uropoetik. 


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment