Monday, December 6, 2010

katup, vaskularisasi, pembuluh darah

KATUP
Katup semilunaris pulmonal, katup semilunaris aorta, katup atrioventrikularis kiri dan kanan melekat pada kerangka suatu jaringan ikat yang disebut angulus fibrosus (membentuk cincin), dipinggirnya dilekati otot2 jantung dan septum interventrikularis pars membranacea

Kalau katup mitral daun katupnya kita bagi jadi anterior dan posterior. Kalau datup trikuspid, septum, anterior, posterior.

Katup trikuspidalis, ada cuspis yang direkatkan oleh chorda tendinea.
Pada bagian ujung kuspis ada tonjolan disebut nodulus (body of arantius).. ada lunula juga. Kalo tertutup lunula bersentuhan dan katup bertemu  saling menutup


TERMINOLOGI DAUN KATUP (CUSPIS)
Daun katup/cuspis ada terminologinya:
1. Berdasarkan nominal anatomica (NA)  saat fetal
2. Saat dewasa
 Katup mitral: anterior-posterior
 Katup tricuspidalis: anterior-posterior-medial (septal)
 Katup aorta dan katup pulmonal:
◦ NA (1980, posisi fetal): aorta = P-S-D; pulmonal = A-S-D
◦ Jantung dewasa (insitu): aorta = A-S-D; pulmonal = P-S-D
◦ Klinis: aorta: koroner- non koroner
◦ NA: non koroner
◦ Jantung dewasa insitu = dextra

TERMINOLOGI KATUP AORTA
NA : berdasarkan perkembangan/pembagian truncus arteriosus
Kanan: pada jantung dewasa insitu sesudah perputaran jantung

BUNYI JANTUNG DAN AUSKULTASI JANTUNG
 Tempat terbaik auskultasi tidak selalu sama dengan tempat proyeksi katup, tetapi sesuai dengan penerusan bunyi katup oleh darah ke tempat yang terdekat dinding depan dada
 Pada auskultasi orang sehat terdengar 2 bunyi jantung:
1. Bunyi jantung pertama: panjang dan dempak, disebabkan menutupnya katup atrioventrikular dan kontraksi ventrikel
2. Bunyi jantung kedua: pendek dan tajam, disebabkan disebabkan penutupan katup aorta dan katup pulmonal sesudah kontraksi ventrikel
 Bila terdengar bunyi lain, maka terjadi kelainan, disebut bising atau murmur.

 Tempat-tempat terbaik untuk ausklatasi jantung:
1. Katup trikuspidal: sisi kanan tulang dada, setinggi tulang rawan iga ke V dan ke VI kanan
2. Katup pulmonal: ujung sternal (dekat tulang dada) iga ke II kiri
3. Katup mitral: sela iga ke V kiri, 1 jari medial terhadap garis midclavikular kiri
4. Katup aorta: ujung sternal (dekat tulang dada) iga ke II kanan

VASKULARISASI JANTUNG
 Jantung mendapat vaskularisasi dari a. koronaria kordis sinistra dan dextra serta dari vv. Cordis
 A. coronaria dextra turun di sepanjang batas antara atrium kanan dan ventrikel kanan di sisi anterior, didekat margo acutus bercabang membentuk ramus marginalis a coronaria cordis dextra sisanya ke belakang turun di sepanjang sulcus longoitudinalis posterior disebut ramus desenden posterior arteri coronaria cordis dextra/a. interventricularis posterior,
 A. coronaria kiri turun ke sulcus interventricularis/longitudinalis anterior menjadi a. interventricularis anterior/ ramus desenden anterior arteri coronaria cordis sinistra sisanya ke belakang di sepanjang sulcus coronaries membentuk a. circumflexa/ramus circumfleksus nanti masing-masing beranastomosis
 Ven yang berjalan mengikuti arteri
 vena yang berjalan bersama ramus desenden anterior vena cordis magna
 vena yang berjalan bersama ramus marginalis a.coronaria dextra vena cordis parva
 Vena yang berjalan bersama ramus desenden posterior a. coronaria cordis dextra  vena cordis media yang berada disepanjang sulcus longitudinalis posterior
 Vena cordis media, parva, magna bermuara ke sinus coronarius  masuk ke ostium sinus coronarius di atrium kanan
 Vena-vena kecil langsung bermuara ke atrium kanan, tidak lewat sinus coronarius
 Vena cordis minimi langsung bermuara ke atrium kanan tidak lewat sinus coronarius

SIRKULASI KORONER
 Darah dan nutrien tidak dapat berdifusi secara cepat dari ruang-ruang jantung menuju dinding jantung.
 Karena itu, jantung mempunyai jaringan pembuluh darah sendiri, yang disebut sirkulasi koroner.
 Arteri koronaria bercabang dari aorta ascendens dan mengitari jantung, dan perlu diingat bahwa jantung mendapatkan suplai darahnya ketika ventrikel berelaksasi, hal ini disebabkan karena ketika ventrikel berkontraksi, arteri koronaria tertekan sehingga menyempit. Ketika jantung relaksasi, aliran darah aorta sebagian masuk ke dalam arteri koronaria.

ARTERI KORONARIA
 Dua arteri koronaria (dextra dan sinistra) merupakan percabangan dari aorta ascendens.
 Arteri koronaria sinistra melewati bagian bawah dari aurikula kiri dan bercabang menjadi ramus descendens anterior dan ramus circumflexus.
 Ramus descendens anterior terletak pada sulkus interventrikularis anterior dan mendarahi kedua bagian ventrikel.
 Ramus circumflexus terletak pada sulkus koronarius dan mendarahi dinding atrium dan ventrikel kiri.
 Arteri Koronaria Dextra terletak inferior dari aurikula kanan dan bercabang menjadi ramus descendens posterior dan ramus marginalis.
 Ramus descendens posterior melewati sulkus interventrikularis posterior dan mendarahi kedua ventrikel.
 Ramus marginalis pada sulkus koronarius mendarahi ventrikel kanan.

ANASTOMOSIS
 Sebagian besar bagian tubuh menerima suplai darah dari lebih dari satu arteri, dan jika kedua arteri mendarahi bagian yang sama, kedua arteri itu biasanya berhubungan.
Hubungan ini dikenal dengan istilah anastomosis, yang menyediakan jalur kolateral, sehingga jika terjadi obstruksi pada salah satu cabang arteri koronaria, jantung tetap mendapatkan suplai darah yang cukup. VENA KORONARIA
 Sebagian besar darah dari miokardium kembali ke jantung melalui sinus koronarius. Terdapat tiga vena yang kembali melalui sinus koronarius :
o Vena kordis magna : terdapat pada sulkus interventrikularis anterior. Mengalirkan darah dari percabangan arteri koronarius sinistra (ventrikel kiri, kanan, dan atrium kiri)
o Vena kordis media : terdapat pada sulkus interventrikularis posterior. Mengalirkan darah dari ramus descendens posterior arteri koronaris dextra (ventrikel kiri dan kanan)
o Vena kordia parva : pada sulkus koronarius, mengalirkan darah dari atrium dan ventrikel kanan.
 Satu vena lagi, yaitu vena kordis anterior langsung kembali ke jantung tanpa melewati sinus koronarius.
INGA...INGA!!!! Pasangan-pasangan arteri-vena koronarius :
a. Ramus Descendens anterior arteri koronaria sinistra ------ Vena cordis magna
b. Ramus Circumflexus arteri koronaria sinistra ------ Vena cordis magna & sinus coronarius (ingat letak ramus circumflexus...!!!!)
c. Ramus Descendens posterior arteri koronaria dextra ------ Vena kordis media
d. Ramus marginalis arteri koronaria dextra ------Vena kordis parva

SISTEM KONDUKSI JANTUNG:
Ada lima 
1. Nodus sinoatrial  di bagian superior atrium kanan, di daerah crista terminalis
2. Nodus atrioventrikularis di daerah septum atreirorum dekat ostium sinus coronarius  akan membentuk berkas atrioventrikular
3. berkas atrioventrikular/ moderator band bercabang kiri dan kanan jadi berkas His
4. berkas His lalu masuk ke dalam dinding ventrikel sebagai berkas2 purkinje di daerah subendokardium.
5. Berkas-berkas purkinje
- Kemudian, untuk yang ke ventrikel kanan: ke moderator band mm papillares anterior  menggerakkan katup2 jantung
- Untuk yang ke ventrikel kiri ga pake ke moderator band (krn ga ada moderator band di venrikel kiri) tetapi langsung ke dinding2 jantung dan katup2 jantung
-
PERSARAFAN JANTUNG
 Jantung dipersarafi oleh serabut simpatis dan parasimpatis susunan saraf autonom yang disebut pleksus cardiacus yang terletak di bawah arcus aortae. Saraf simpatis berasal dari bagian servikal dan torakal dari pleksus simpatik dan persarafan parasimpatis berasal dari nervus vagus.
 Serabut-serabut postganglionik simpatis berakhir di nodus sinuatrial, nodus atrioventrikularis, serabut-serabut otot jantung, dan arteri koronaria.perangsangan serabut-serabut ini menghasilkan akselerasi kerja otot jantung, meningkatnya daya kontraksi otot jantung, dan dilatasi arteri koronaria.
 Serabut-serabut postganglionik parasimpatis berakhir pada nodus sinuatrial, nodus AV, dan arteri koronaria. Perangsangan saraf parasimpatis mengakibatkan berkurangnya denyut dan daya kontraksi jantung serta konstriksi arteri koronaria.
 Serabut-serabut aferen yang berjalan bersama saraf simpatis membawa impuls saraf nyeri apabila suplai darah ke miokardium terganggu. Serabut-serabut yang berjalan bersama nervus vagus ini mempunyai peranan dalam refleks kardiovaskular.
 Persarafan jantung berasal dari pleksus cardiacus: anyaman saraf pada permukaan bawah lengkung aorta. Anyaman saraf terdiri dari:
 Saraf simpatik dari truncus simpatikus, mempercepat kerja jantung
 Saraf parasimpatik dari nervus vagus, memperlambat kerja jantung
 Plexus cardiacus 2 pleksus, yaitu (1) Pleksus cardiacus profundus (di daerah dekat bifurcation trachea) yang berasal dari nervus vagus kanan dan kiri; (2) Pleksus cardiacus superficial (pada arkus aorta) yang berasal dari trunkus simpatikus dan dari nervus vagus kanan dan kiri

ALIRAN LIMFE JANTUNG
Alirannya mengikuti aliran darah vena.
 terdiri atas 2 pleksus:
a) dalam: di bawah endocardium
b) dangkal: dekat pericardium viscerale
 Pleksus dalamàplexus dangkalàsaluran efferen:
“collecting trunk” kiri dan kanan
a) Kiri (2-3 buah)àsulc.interventr.antàlimfe ventrikel
kiri dan kananàsulcus coronariusà+ 1 saluran dari
permukaan diafragmatikà 1 saluran antara truncus pulmonalis dan atrium kiri-- nn.ll.tracheobronchiales inferior.
b) Kanan—aferen dari atrium kanan, sisi kanan dan permukaandiafragma.ventr.kananàsulcus coronarius dekat a.coronaria dextraàaorta ascendensànn.ll.brachiocephalica, biasanya pada sisi kirigaris median


CABANG AORTA
• Aorta asenden arkus aorta  a. brachiocephalica, a. carotis comunis sinistra, a. subclavia sinistra aorta desenden aorta torakalis aorta abdominalis a. iliaca komunis kiri dan kanan di ringga panggul a. iliaca interna dan eksterna

• Arkus aorta mempunyai 3 cabang utama:
• A. Anonima/brachiocephalica ( bercabang: a. karotis komunis kanan dan a. subclavia kanan eks superior)
• A. karotis komunis kiri
• A. subclavia kiri
• tiap a. karotis komunis bercabang menjadi a. karotis eksterna (menuju ke leher, wajah, mulut dan rahang) dan a. karotis interna (ke otak)
• arteri subclavia punya cabang yang emperdarahi otak menjadi a. vertebralis yang juga akan memperdarahi otak
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment