Wednesday, January 19, 2011

Histologi-Jaringan Saluran Cerna

Histologi Sistem Gastrointestinal

I. Histologi1
Struktur Umum Saluran Cerna
Saluran cerna umumnya memiliki ciri struktural yang khas. Saluran ini merupakan suatu tabung berongga yang terdiri atas lumen dengan diameter yang bervariasi, dan dikelilingi oleh dinding yang terdiri atas 4 lapisan utama: mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Mukosa terdiri atas epitel pelapis; sebuah lamina propia jaringan ikat yang kaya akan pembuluh darah, pembuluh limfe, dan sel otot – otot polos, kadang – kadang juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid; dan muskularis mukosa, yang biasanya terdiri atas lapisan sirkuler dalam yang tipis dan lapisan longitudinal luar dari otot polos, yang memisahkan mukosa dari submukosa. Mukosa sering disebut membran mukosa. Submukosa terdiri atas jaringan ikat padat dengan banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe dan suatu pleksus saraf submukosa ( yang juga disebut pleksus Meissner). Lapisan ini mengandung kelenjar dan jaringan limfoid. Lapisan muskularis mengandung sel – sel otot polos yang tersusun sebagai spiral dan dibagi dalam 2 lapisan lagi, sesuai arah utama jalannya sel otot. Di dalam lapisan dalam ( dekat lumen), susunan sel otot umumnya melingkar; di lapisan luar, sebagian besar susunannya memanjang. Muskularis juga mengandung pleksus saraf mienterikus ( atau pleksus Auerbach) yang terletak di antara kedua lapisan otot dan pembuluh darah serta limfe dalam jaringan ikat di antara lapisan – lapisan otot. Serosa adalah lapisan tipis jaringan ikat longgar, yang kaya akan pembuluh darah, pembuluh limfe, dan jaringan lemak, serta epitel selapis gepeng sebagai epitel pelapis ( mesotel). Di dalam rongga perut, serosa menyatu dengan mesentrium( membrane tipis yang dilapisi mesotel pada kedua sisinya), yang menopang usus dan menyatu dengan peritoneum yaitu membrane serosa yang melapisi dinding rongga. Akan tetapi di tempat terbentuknya hubungan organ pencernaan dengan organ atau struktur lain serosa tersebut digantikan oleh lapisan adventisia tebal yang terdiri jaringan ikat yang mengandung pembuluh dan saraf tanpa adanya mesotel.
Fungsi utama epitel saluran cerna adalah sebagai sawar yang secara selektif bersifat permeable di antara isi saluran cerna dan jaringan tubuh, untuk memudahkan transport dan pencernaan makanan, membantu absorpsi produk pencernaan, dan menghasilkan hormone yang mempengaruhi aktivitas sistem pencernaan. Sel –sel lapisan ini menghasilkan mucus sebagai pelumas dan pelindung.
Banyaknya nodul limfoid dalam lamina propia dan submukosa melindungi organism ( bersama epitel) dari serangan bakteri. Lamina propia, yang tepat di bawah epitel, adalah zona yang kaya akan makrofag dan sel – sel limfoid, dan beberapa di antaranya secara aktif menghasilkan antibodi. Antibodi ini terutama berupa immunoglobulin A ( IgA) dan tergabung dengan suatu protein sekresi yang dihasilkan oleh sel – sel epitel pelapis usus dan disekresikan ke dalam lumen usus. Muskularis mukosa meningkatkan pergerakan mukosa, tanpa dipengaruhi pergerakan bagian lain bagian lain di saluran cerna, yang akan meningkatkan kontaknya dengan makanan. Kontraksi muskularis yang dibangkitkan dan diatur oleh pleksus saraf, mendorong dan mencampur makanan di dalam saluran cerna. Pleksus ini terutama terdiri atas kumpulan sel saraf ( neuron visceral multipolar) yang membentuk ganglia parasimpatis kecil. Anyaman luas serabut pra dan pasca ganglion dari susunan saraf otonom dan sejumlah serabut sensorik visceral dalam ganglia ini memungkinkan terjadinya komunikasi antar serabut saraf tersebut. Jumlah ganglia ini di sepanjang saluran cerna bervariasi; ganglia tersebut paling banyak terdapat di daerah dengan motilitas terbesar.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment