Wednesday, January 19, 2011

Jaringan Gastro (Mulut, Esofagus, Lambung, Usus Halus, Kolon, Anus )

Histologi Bagian – Bagian Khusus
1. Rongga Mulut
Rongga mulut dilapisi epitel berlapis gepeng, berlapis tanduk ( berkeratin) atau tanpa lapisan tanduk, bergantung pada daerahnya. Lapisan keratin melindungi mukosa mulut terhadap kerusakan selama mengunyah dan dan hanya terdapat di gingival dan palatum durum. Lamina propia daerah ini memiliki sejumlah papilla dan langsung melekat pada jaringan tulang. Epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk menutupi palatum molle, bibir, pipi, dan dasar mulut. Lamina propia memiliki papilla, mirip dermis kulit, dan menyatu dengan submukosa, yang mengandung kelenjar liur kecil yang difus. Pada bibir, daerah peralihan epitel mulut tidak berlapis tanduk menjadi epitel kulit dapat dilihat. Palatum molle mengandung otot rangka, sejumlah besar kelenjar mukosa, dan nodul limfoid dalam lapisan submukosanya.
a. Lidah
Lidah adalah massa otot rangka yang ditutupi membrane dengan struktur yang bervariasi sesuai daerahnya. Serabut ototnya saling menyilang dengan 3 bidang; serabut ini berkelompok membentuk berkas, dan biasanya dipisahkan oleh jaringan ikat. Karena jaringan ikat lamina propia menyusup ke dalam celah – celah di antara berkas – berkas otot, membrane mukosanya melekat erat pada ototnya. Membran mukosa permukaan bawah lidah licin. Permukaan dorsal lidah tampak tidak teratur, yang ditutupi di sebelah anterior oleh sejumlah besar tonjolan kecil yang disebut papilla. Sepertiga permukaan posterior lidah dipisahkan dari dua pertiga bagian anterior oleh batas berbetuk huruf V. Di belakang batas ini, permukaan lidah memperlihatkan tonjolan – tonjolan kecil yang terdiri atas 2 agregat limfoid kecil; kumpulan kecil nodul limfoid dan tonsila lingualis, tempat limfonoduli berkumpul di sekitar invaginasi ( kriptus membrane mukosa).
b. Papila
Papila adalah peninggian epitel mulut dan lamina propia, dengan bentuk dan fungsi yang bervariasi. Ada 4 jenis papilla, yaitu:
• Papila Filiformis
Papila filiformis berbetuk kerucut memanjang; jumlahnya cukup banyak dan terdapat di seluruh permukaan lidah. Epitelnya, yang tidak mengandung kuncup kecap mempunyai lapisan tanduk
• Papila Fungiformis
Papila fungiformis menyerupai cendawan ( jamur) karena memiliki tangkai sempit dan bagian atas yang melebar dengan permukaan licin. Papila ini, yang mengandung sebaran kuncup kecap pada permukaan atasnya, tersebar tak merata di antara papilla filiformis.
• Papila Foliata
Papila foliate kurang berkembang pada manusia. Papila ini terdiri atas 2 atau lebih tonjolan dan alur parallel pada permukaan dorsolateral lidah dan banyak mengandung kuncup kecap.
• Papila Sirkumvalata
Papila sirkumvalata merupakan 7 – 12 papila bulat berukuran sangat besar dengan permukaan datar yang menonjol di atas papilla lain. Papila ini tersebar di daerah V di bagian posterior lidah.
c. Faring
Faring, yakni suatu rongga peralihan antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan sistem pencernaan, merupakan daerah komunikasi antara daerah hidung dan laring. Faring dilapisi epitel berlapis gepeng tak bertanduk yang berlanjut ke esophagus dan dilapisi oleh epitel bertingkat silindris bersilia dan sel goblet di daerah dekat rongga hidung. Faring mempunyai tonsil. Mukosa faring juga memiliki banyak kelenjar liur mukosa kecil dalam lamina propianya, yang terdiri atas jaringan ikat padat. Otot kkonstriktor dan longitudinal faring berada di luar lapisan ini.
d. Gigi
Setiap gigi terdiri atas bagian yang menonjol di atas gingiva - bagian mahkota- dan satu atau lebih akar gigi di bawah gingiva yang menahan gigi pada kantung atau saku tulang yang disebut alveolus; satu untuk masing – masing gigi. Mahkota gigi ( korona dentis) ditutupi oleh email yang sangat keras dan akar gigi ( radiks dentis) ditutupi oleh jaringan bermineral lain, yaitu sementum. Kedua lapisan penutup ini bertemu di bagian serviks gigi. Bagian terbesar gigi terdiri atas materi berkapur lain, yaitu dentin, yang mengelilingi ruang berisi jaringan ikat lunak yang dikenal sebagai rongga pulpa. Rongga pulpa memiliki bagian mahkota ( bilik pulpa) dan bagian akar ( kanal radiks), yang meluas ke apeks radiks, tempat terdapatnya sebuah lubang ( foramen apical) yang memungkinkan pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf keluar masuk rongga pulpa. Ligamen periodontal adalah jaringan ikat fibrosa dengan berkas serat kolagen yang tertanam dalam sementum dan tulang alveolar, yang menahan gigi dengan erat dalam saku tulangnya ( sakus alveolus)
2. Esofagus
Esofagus dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Pada umumnya lapisan – lapisannya sama dengan bagian saluran cerna lainnya. Di dalam submukosa, terdapat kelompok – kelompok kecil kelenjar pensekresi mucus, yaitu kelenjar esophagus dengan secret yang memudahkan transport makanan dan melindungi mukosa esofagus. Di dalam lamina propia daerah dekat lambung, terdapat kelompok kelenjar, yaitu kelenjar kardiak esophagus, yang juga menyekresi mucus. Di bagian distal esophagus, lapisan muscular hanya terdiri atas sel – sel otot polos; di bagian tengah terdapat campuran sel otot polos dan otot rangka; dan di ujung proksimal, hanya terdapat sel – sel otot rangka. Hanya bagian esophagus yang terdapat di dalam rongga peritoneum yang ditutupi serosa. Sisanya ditutupi selapis jaringan ikat longgar, adventisia, yang menyatu dengan jaringan sekitar.
3. Lambung
Inspeksi umum memperlihatkan 4 daerah yaitu kardia, fundus, korpus, dan pylorus. Karena struktur bagian fundus dan korpus identik secara mikroskopis, hanya 3 daerah yang dapat dikenali secara histologis.
Mukosa Lambung
Mukosa lambung terdiri atas epitel permukaan yang berlekuk ke dalam lamina propia dengan kedalaman yang bervariasi, dan membentuk sumur- sumur lambung ( foveola gastrika). Ke dalam foveola gastrika ini, dicurahkan isi kelenjar tubular bercabang ( kardiak, korpus, dan pylorus) yang khas untuk setiap bagian lambung. Lamina propia lambung terdiri atas jaringan ikat longgar yang disusupi sel otot polos dan sel limfoid. Yang memisahkan mukosa dari submukosa di bawahnya adalah selapis otot polos yaitu muskularis mukosa.
• Kardia
Kardia adalah suatu pita melingkar sempit dengan lebar 1,5 – 3 cm, pada batas antara esophagus dan lambung. Mukosa mengandung kelenjar kardia tubular simpleks atau bercabang. Bagian terminal kelenjar – kelenjar ini sering bergelung, dengan lumen yang besar. Kebanyakan sel sekresinya menghasilkan mucus dan lisozim namun beberapa sel penghasil HCl juga dapat dijumpai
• Fundus dan Korpus
Lamina propia fundus dan korpus dipenuhi kelenjar gaster ( fundus) tubular bercabang, dan 3 sampai 7 buah kelenjar tersebut mencurahkan isinya ke dalam dasar foveola digastrika. Distribusi sel –sel epitel dalam kelenjar gastric tidak merata. Bagian leher kelenjar mengandung sel – sel induk, sel mucus leher, dan sel parietal ( oksintik); dasar kelennjar mengandung sel parietal, sel zimogen ( chief cell), dan sel enteroendokrin.
Sel Induk ( Stem Cell)
Sel – sel induk berbentuk silindris rendah dengan inti lonjong di dekat dasar sel, ditemukan di bagian leher, namun jumlahnya hanya sedikit. Sel – sel ini memperlihatkan banyak gambaran mitosis, dan sebagian sel bergerak ke atas menggantikan sel – sel foveola dan sel mukosa permukaan, yang mempunyai waktu pergantian 4- 7 hari. Sel anak lainnya bermigrasi lebih dalam ke kelenjar dan berdiferensiasi menjadi sel mukosa leher, sel parietal, sel zimogen, dan sel enteroendokrin. Kecepatan pergantian sel – sel ini jauh lebih lambat daripada kecepatan pergantian sel mukosa permukaan.
Sel Mukosa Leher
Sel parietal terutama berada di separuh atas kelenjar gaster; sel ini sedikit sekali dijumpai di bagian dasar sel. Bentuknya bulat atau pyramid, dengan satu inti bulat di tengah dan sitoplasma yang sangat eosinofilik. Sel parietal menyekresi HCl.
Sel Zimogen ( Chief Cell)
Sel zimogen terutama banyak terdapat di bagian bawah kelenjar tubular dan memiliki semua cirri penghasil dan pengekpor protein. Granul di dalam sitoplasmanya mengandung enzim pepsinogen yang tidak aktif. Prekursor pepsinogen ini dengan cepat dikonversi menjadi enzim proteolitik pepsin yang sangat aktif setelah dibebaskan ke dalam lingkungan lambung yang asam. Terdapat 7 pepsin yang berbeda di dalam getah lambung manusia, yang merupakan endoproteinase aspartat dengan spesifitas keaktifan yang relative tinggi pada pH <5. Pada manusia, sel zimogen juga menghasilkan enzim lipase. Sel Enteroendokrin Dijumpai dekat dengan kelenjar gaster. Di dalam fundus gaster, 5-hidroksitriptamin ( serotonin) adalah salah satu produk sekresi yang utama. • Pilorus Memiliki foveola gastrika dalam, yaitu tempat muara kelenjar pylorus tubular bercabang. Dibandingkan dengan kelenjar di bagian kardia, kelenjar pylorus memiliki foveola yang lebih dalam dan bagian sekresi bergelung yang lebih pendek. Kelenjar ini menyekresi mucus dan cukup banyak enzim lisozim. Sel Gastrin (G) tersebar di antara sel – sel mukosa kelenjar pylorus. 4. Usus Halus Usus halus terdiri atas 3 segmen, yaitu duodenum, yeyunum, dan ileum a. Membran Mukosa Plika sirkularis ( katup Kercking) yang terdiri atas mukosa dan submukosa, dengan bentuk semilunar, sirkular, atau spiral. Plika ini paling berkembang di yeyunum dan karenanya menjadi ciri khas yeyunum. Vili intestinalis merupakan pertumbuhan atau penonjolan mukosa ( epitel dan lamina propia).Di antara vili terdapat muara kecil dari kelenjar tubular simpleks yang disebut kelenjar intestinal ( yang juga kurang tepat disebut sebagai kriptus), atau kelenjar Lieberkuhn. Epitel vili menyatu dengan epitel kelenjar. Kelenjar intestinal mengandung sel induk, sedikit sel absortif, sel goblet, sel Paneth, dan sel enteroendokrin. Sel absortif adalah sel silindris tinggi, masing – masing dengan inti lonjong di bagian basal sel. Di apeks sel terdapat lapisan homogen yang disebut brush ( striated) border. Dengan mikroskop electron, brush border terlihat sebagai lapisan mikrovili padat. Setiap mikrovilus merupakan tonjolan silindris dari sitoplasma apical dan terdiri atas membrane sel yang membungkus inti mikrofilamen aktin dan protein sitoskeleton lainnya. Mikrovili mempunyai fungsi fisiologis penting dalam memperluas daerah kontak antara permukaan usus dengan nutrient. Adanya plika, vili, dan mikrovili sangat menambah luas permukaan usus- yaitu cirri penting suatu organ tempat berlangsungnya absorpsi yang intensif. Sel goblet tersebar di antara sel absortif. Sel – sel ini tidak banyak terdapat di duodenum dan jumlahnya bertambah ke arah ileum. Sel – sel ini menghasilkan suatu glikoprotein asam dari jenis musin yang terhidrasi dan membentuk ikatan silang untuk membentuk mucus, dengan fungsi utama melindungi dan melumasi lapisan usus. Sel Paneth di bagian basal kelenjar intestinal adalah sel eksokrin dengan granul sekresi di sitoplasma apical. Dideteksinya lisozim yaitu suatu enzim yang mencerna dinding sel beberapa bekteri. Lisozim dideteksi di dalam granul sekresi eosinofilik berukuran besar di sel ini. Lisozim memiliki aktivitas antibakteri dan dapat berperan dalam mengendalikan flora usus. Lamina Propia Sampai Serosa Lamina propia usus halus terdiri atas jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah, pembuluh limfe, serabut saraf, dan sel – sel otot polos. Lamina propia menembus pusat vili usus, yang membawa serta pembuluh darah dan limfe, saraf, jaringan ikat dan sel – sel otot polos. Sel – sel otot polos menimbulkan pergerakan ritmik di vili, yang penting untuk proses penyerapan. Lapisan submukosa mengandung, di bagian awal duodenum, kelompok kelenjar tubular bergelung yang bermuara ke dalam kelenjar intestinal. Inilah kelenjar duodenum ( atau kelenjar Brunner). Produk sekresinya sangat bersifat basa (pH 8,1 – 9,3). Produk tersebut berfungsi melindungi membrane mukosa duodenum terhadap efek asam dari getah lembung dan memberikan isi usus pH yang optimal untuk kerja enzim pancreas. Lamina propia dan submukosa usus halus mengandung agregat nodul limfoid yang dikenal sebagai plak Peyer, yaitu komponen penting GALT. Setiap plak terdiri dari 10-200 nodul dan tampak kasat mata sebagai daerah lonjong pada sisi yang berhadapan dengan perlekatan mesentrium usus. Kira – kira terdapat 30 plak pada manusia, dan kebanyakan di antaranya berada di ileum. Lapisan muskularis berkembang baik di usus, yang terdiri atas lapisan sirkular dalam dan lapisan longitudinal luar. 5. Kolon Gambaran histologi mukosa, submukosa, muskularis, serosanya sama seperti gambaran umumnya. Yang membedakannya kolon tidak mempunyai vili, Kelenjar usus berukuran panjang dan ditandai dengan banyaknya sel goblet dan sel absorptif dan sedikit sel enteroendokrin. Sel Panethnya ga ada. Sel absorptifnya berbentuk silindris dengan mikrovili pendek dan tidak teratur. Usus besar disesuaikan dengan fungsi utamanya (bisa dilihat di slide). tambahannya: absorpsi air, pembentukan massa tinja, dan produksi mukus. Absorpsi air berlangsung pasif, dan mengikuti transport aktif natrium yang keluar dari permukaan basal sel-sel epitel. Selebihnya lihat slide ya.Yang beda dari kolon: muskularis terdiri atas berkas-berkas longitudinal dan sirkular. Lapisan ini berbeda dari lapisan muskularis di usus halus karena serabut lapisan longitudinal luarnya mengelompok dalam 3 pita longitudinal yang disebut taenia coli. Pada kolon bagian intraperitoneal, lapisan/tunika serosa ditandai dengan tonjolan kecil yang terdiri atas jaringan lemak, yaitu apendiks epiploika. 6. Appendiks Apendiks berasal dari sekum. Struktur histologisnya secara umum sama dengan usus besar, epitel selapis torak dengan sel goblet, apendiks juga ga punya vili dan apendiks mengandung lebih sedikit kelenjar usus yang lebih pendek dan tidak memiliki taenia coli. 7. Anus Epidermis dan dermis.. karena langsung bersambungan dengan kulit. Makin dia kearah luar, maka lapisan gepengnya makin ada tanduknya. Tapi di lebih dalam epitel gepeng berlapis gak punya lapisan tanduk. Daerah dermisnya banyak kelenjar sirkum anal yg merupakan kelenjar apokrin. Lapisan muskularisnya khusus karena sangat tebal membentuk 2 bangunan yang disebut sfingter ani internum dan externum. Yang internum terdiri dari otot polos yang tebal. Yang externum otot rangka yang tebal. Setelah internum terangsang karena feses udah deket, dia juga rangsang yang externum, penting dong kita menahan supaya feses ga keluar.
Reaksi:

1 komentar:

  1. sebelumnya makasih..
    mengapa papila foliata tidak dapat berkembang pada manusia?

    ReplyDelete