Friday, February 4, 2011

Mekanisme Absorpsi Lemak

Pencernaan dan Absorpsi Lipid
Lipid utama dalam makanan yaitu triasilgliserol (ester alkohol gliserol dengan asam lemak) dan mengandung sejumlah kecil fosfolipid, kolesterol, kolesterol ester, dan vitamin larut lemak.
1. Mulut , Lambung
Lipase lingual sudah dibahas sebelumnya yang ternyata tidak memiliki makna yang begitu berarti. Berbeda dengan lipase lambung (lipase gastrik) yang merupakan lipase praduodenal utama. Lipase lingual dan gastrik memulai pencernaan lemak dengan menghidrolisis triasilgliserol yang mengandung asam lemak rantai-pendek, -sedang, dan umumnya asam lemak tak jenuh rantai-panjang, untuk membentuk terutama asam lemak bebas serta 1,2 diasilgliserol, dengan ikatan sn-3 ester sebagai tempat hidrolisis utamanya. Lipase praduodenal penting selama periode neonatal, yaitu saat aktivitas lipase pankreas masih rendah sementara lemak susu harus dicerna. Lemak susu mengandung asam lemak rantai-sedang dan -pendek yang cenderung mengalami esterifikasi pada posisi sn-3. Asam lemak hidrofilik rantai-pendek dan –sedang yang dilepas akan diserap melalui dinding lambung dan masuk ke dalam vena porta melalui hati dan dilanjutkan ke sirkulasi sistemik, sementara asam lemak rantai-panjang larut dalam droplet lemak dan terus melintas ke duodenum.
2. Duodenum
Selama pencernaan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengalirkan getah empedu secara cepat ke dalam duodenum melalui duktus koledokus. Getah pankreas bercampur dengan getah empedu karena keduanya mengalir dalam duktus koledokus sesaat sebelum memasuki duodenum. Getah empedu memiliki fungsi sebagai berikut:
• Emulsifikasi: garam empedu mempunyai kemampuan cukup besar untuk menurunkan tegangan permukaan. Kemampuan ini membuat getah empedu mampu mengemulsikan lemak di dalam usus dan melarutkan asam lemak serta sabun yang tak larut air. Keberadaan getah empedu dalam usus merupakan faktor pelengkap penting dalam pencernaan lemak serta vitamin larut lemak. Jika pencernaan lemak terganggu  bahan makanan lain akan kurang terserap karena lemak bertugas membungkus partikel makanan dan menghalangi kerja enzim pada partikel tersebut. Pada keadaan ini, bakteri usus akan menimbulkan putrefaksi (dekomposisi enzimatik) serta produksi gas yang cukup tinggi.
• Netralisasi asam: getah empedu dengan pH sedikit diatas 7,0 dapat menetralkan kimus asam dari lambung.
• Ekskresi: getah empedu merupakan vehikulum penting bagi ekskresi asam empedu dan kolesterol, tetapi juga mengeluarkan sebagian besar obat, toksin, pigmen empedu, dan berbagai substansi anorganik, seperti tembaga, seng, dan air raksa.
Enzim getah pankreas untuk lipid  (1) lipase pankreas bekerja pada interface air-minyak droplet lipid yang teremulsi halus dan terbentuk akibat gerak agitasi mekanik di dalam usus pada adanya produk hasil kerja lipase lingual dan gastrik, yaitu garam empedu, kolipase (protein di dalam getah pankreas), fosfolipid, dan fosfolipase A2 (juga terdapat di dalam getah pankreas). Fosfolipase A2 dan kolipase disekresikan dalam bentuk –pro dan membutuhkan pengaktifan ikatan peptida spesifik oleh hidrolisis triptik. Pengaktifan prolipase terjadi dengan pengeluaran pentapeptida dari ujung terminal amino. Pentapeptida ini bekerja sebagai sinyal rasa kenyang untuk lipid dan diberi nama enterostatin. Ca2+ diperlukan bagi kerja fosfolipase A2. Suatu hidrolisis terbatas terhadap ikatan ester pada posisi 2 molekul fosfolipid oleh fosfolipase A2 akan menghasilkan pengikatan lipase ke antarmuka substrat dan suatu laju hidrolisis triasilgliserol yang cepat. Jelas, lipase pankreas dihambat oleh garam empedu. Fungsi kolipase adalah untuk mengatasi hambatan ini melalui pembentukan ikatan dengan lipase dengan rasio molar 1:1, serta juga dengan mengikat ke antar muka triasilgliserol yang tersalut garam empedu. Hidrolisis sempurna triasilgliserol menghasilkan gliserol dan asam lemak. Lipase pankreas pada hakekatnya bersifat spesifik bagi hidrolisis hubungan ester primer, yaitu pada posisi 1 dan 3 triasilgliserol. Karena sulitnya ikatan ester sekunder pada triasigliserol dihidrolisis oleh lipase pankreas, pencernaan triasilgliserol berlangsung dengan pengeluaran bagian terminal asam lemak untuk menghasilkan 2-monoasilgliserol. Agar terjadi hidrolisis sempurna, pengeluarannya membutuhkan reaksi isomerisasi menjadi ikatan ester primer. Peristiwa ini merupakan proses yang berjalan relatif lambat; akibatnya 2-monoasilgliserol menjadi produk akhir utama pencernaan triasilglierol dan hanya kurang dari seperempat jumlah triasilgliserol yang dikonsumsi dipecah sempurna menjadi gliserol serta asam lemak. (2) fosfolipase A2 menghidrolisis ikatan ester yang terdapat pada posisi 2 gliserofosfolipid, baik yang berasal dari sistem empedu maupun dari diet untuk membentuk lisofosfolipid yang membantu emulsifikasi dan pencernaan lemak. (3) di dalam lumen usus, kolesterase (hidrolase ester kolesteril) mengatalisis senyawa ester kolesteril, yang dengan demikian diabsorbsi dari usus dalam bentuk bebas yang tidak teresterifikasi.
Getah usus juga mengandung fosfolipase yang menyerang fosfolipid untuk menghasilkan gliserol, asam lemak, asam fosfat, serta basa misalnya kolin.

Absorpsi lipid  senyawa 2-monoasilgliserol, asam lemak, dan sejumlah kecil senyawa 1-monoasilgliserol meninggalkan fase minyak pada emulsi lipid dan berdifusi ke dalam misel yang bercampur serta liposom yang terdiri atas garam empedu, fosfatidil kolin, dan kolesterol, dilapisi oleh getah empedu. Karena bersifat larut air, misel memungkinkan produk pencernaan diangkut melewati brush border mukosa usus. Garam empedu berlanjut menuju mengalir ke ileum, tempat sebagian besar darinya diserap ke dalam sirkulasi enterohepatik oleh suatu transpor aktif. Pecahan fosfolipid dan asam lemak juga diserap oleh misel. Kolesterol bebas, bersama dengan sebagian besar kolesterol sistem biliaris, diserap melalui brush border setelah transportasi di dalam misel. Di dalam dinding usus, senyawa 1-monoasilgliserol lebih lanjut dihidrolisis hingga menghasilkan gliserol bebas dan asam lemak; proses hidrolisis ini tidak diperankan oleh lipase pankreas. Senyawa 2-monoasilgliserol akan diubah kembali menjadi triasilgliserol melalui lintasan monoasilgliserol. Triasilgliserol, setelah disintesis di dalam mukosa usus, sedikit pun tidak diangkut dalam darah vena porta. Sebaliknya, sebagian besar lipid yang diserap, termasuk fosfolipid, ester kolesteril, kolesterol, dan vitamin larut-lemak akan membentuk kilomikron yang membentuk cairan seperti susu, kilus (chyle), yang dikumpulkan oleh pembuluh limfe regio abdomen dan dilewatkan ke dalam darah sistemik melalui duktus torasikus.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment