Saturday, March 12, 2011

Homeoterm, Poikiloterm, Endoterm, Ektoterm

Homeotherm, Poikilotherm, Endotherm, dan Ektotherm.

Homeotherm adalah hewan yang memiliki suhu inti yang relatif stabil dan perubahan suhu intinya tidak signifikan terjadi. Homeotherm mampu menjaga suhu intinya dengan melalui panas yang dilepaskan saat melakukan metabolisme, kemampuan homeotherm ini disebut dengan termoregulasi. Contoh hewan homeotherm adalah hewan dari kelas mamalia dan aves.
Poikilotherm adalah hewan yang memiliki suhu tubuh yang berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan, perubahan suhu bersifat fluktuatif dengan range yang besar. Pada umumnya semua jenis hewan selain hewan dari kelas mamalia dan aves merupakan poikilotherm. Poikilotherm sering disebut juga dengan hewan berdarah dingin, karena sebagian besar poikilotherm memiliki suhu tubuh rata-rata yang lebih rendah daripada homeotherm di tempat yang sama. Hal ini disebabkan oleh suhu lingkungan yang relatif lebih rendah daripada suhu homeotherm di tempat yang sama, sebagai contoh suhu tubuh mamalia memiliki suhu tubuh 37-40°C dan Aves memiliki suhu tubuh berkisar antara 39-43°C, sedangkan suhu lingkungan tidak lebih dari 30°C. Poikilotherm di gurun bisa saja memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dari pada homeotherm di tempat yang sama. Hal ini terjadi karena paparan sinar matahari dapat mengubah suhu tubuh poikilotherm dengan drastis, contoh suhu tubuh kadal gurun relatif lebih tinggi daripada suhu tubuh unta di tempat yang sama pada siang hari, sedangkan pada malam hari suhu tubuh kadal gurun dapat turun drastis, seiring dengan penurunan suhu lingkungan. Jadi penyebutan hewan berdarah dingin untuk poikilotherm tak selamanya benar. Istilah Poikilotherm berkaitan erat dengan ektotherm. Ektotherm adalah hewan yang suhu tubuhnya bergantung dari luar tubuhnya. Pengaturan suhu pada ektotherm disebut dengan thermoconformer (suhu tubuh menjadi fluktuatif).
Endotherm adalah hewan yang mampu menghasilkan panas dari dalam tubuhnya dan menjaga suhu tersebut sehingga tidak terjadi perubahan yang signifikan walaupun terdapat perubahan suhu lingkungan yang cukup signifikan namun masih dalam batas toleransi

Perbedaan Poikilotherm ektotermik dan Homeotherm endotermik
1. Suhu lingkungan
Pada suhu yang sangat rendah, suhu poikilotherm cenderung mengikuti suhu lingkungan tersebut. Hal ini menyebabkan laju metabolisme poikilotherm menjadi turun drastic Sedangkan homeotherm yang mampu mempertahankan suhu intinya, laju metabolismenya tidak terlalu terganggu dengan penurunan suhu selama penurunan suhu tersebut masih di batas toleransi.
2. Avaibilitas makanan (energi)
Endotherm menggunakan energy untuk melakukan regulasi temperature. Sebagai konsekuensinya endotherm (homeotherm) memiliki BMR sampai 17 kali lipat ektoterm (poikilotherm) yang memiliki ukuran yang sama. Jika cadangan energi cukup banyak, homeotherm dapat mempertahankan suhu tubuhnya dan laju metabolismenya, namun jika cadangan energi terbatas, maka homeotherm akan kesulitan mempertahankan suhu intinya. Jadi metabolisme energi poikilotherm cenderung lebih efisien karena porsi energi yang berubah menjadi energi panas sangat sedikit.
3. Kontrol hipotalamus pada termoregulasi mamalia
Mamalia memiliki neuron di hipotalamus yang sensitive pada suhu sirkulasi darah. Hipotalamus juga menerima input dari termoreseptor di seluruh tubuh. Hipotalamus memiliki set point, yang berfungsi seperti thermostat. Jika suhu sirkulasi darah ke hipotalamus lebih tinggi daripada set point, maka akan ada sinyal yang menginisiasi mekanisme pendinginan (vasodilatasi kapiler, berkeringat, napas cepat, dll) Sedangkan bila suhu darah lebih rendah daripada suhu set point, maka sinyal neural akan menginisiasi peningkatan suhu dengan vasokonstriksi kapiler, menggigil, termogenesis lemak, dll). Pada poikilotherm mekanisme tersebut tidak berjalan, sehingga poikilotherm tidak mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri, dan mengandalkan suhu lingkungan. Beberapa poikilotherm mengatur suhu dengan cara berjemur saat matahari baru terbit sehingga terjadi peningkatan laju metabolisme untuk aktivitas dan menghindari matahari yang sedang terik di siang hari dengan cara berteduh.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment