Friday, March 11, 2011

Pertukaran Panas Tubuh

Pertukaran Panas Tubuh
Panas selalu berpindah menuruni gradien konsentrasinya, menuju suhu yang lebih rendah. Tubuh menggunakan 4 mekanisme dalam perpindahan ini: radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.
1. Radiasi
Radiasi adalah emisi dari energi panas dari permukaan tubuh yang hangat dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau gelombang panas, melalui udara. Ketika energi yang dipancarkan terhadap suatu objek diserap, energi panas tersebut ditransformasi menjadi panas pada objek tersebut. Tubuh mendapat atau kehilangan panas dengan radiasi tergantung pada perbedaan temperatur permukaan kulit dan permukaan objek lain di sekitarnya. Karena transfer net oleh radiasi selalu terjadi dari objek yang lebih panas ke objek yang lebih dingin seperti dari panas matahari ke kulit.
2. Konduksi
Konduksi adalah transfer panas melalui kontak langsung dengan objek menuruni gradiennya dari molekul ke molekul. Molekul-molekul ini bergetar konstan dimana molekul yang lebih panas bergerak lebih cepat dibandingkan yang dingin. Ketika bersentuhan, molekul yang panas memanaskan molekul yang dingin hingga molekul kedua objek tersebut bersuhu sama. Laju dari transfer ini tergantung dari perbedaan temperatur antara kedua objek serta konduktivitas dari substansi yang terlibat. Tubuh dapat kehilangan panas melalui konduksi dengan udara. Transfer panas terjadi tergantung dari suhu udara lebih panas atau lebih dingin dari kulit.Hanya sedikit dari sejumlah presentase total pertukaran panas oleh konduksi sendiri karena udara bukan konduktor yang baik.
3. Konveksi
Konveksi adalah transfer dari energi panas oleh arus udara maupun air. Saat tubuh kehilangan panas melalui konduksi dengan udara sekitar yang lebih dingin, udara yang bersentuhan dengan kulit menjadi hangat. Karena udara panas lebih ringan dibandngkan udara dingin, udara panas berpindah ketika udara dingin bergerak ke kulit untuk menggantikan udara panas. Pergerakan udara ini disebut arus konveksi, membantu membawa panas dari tubuh. Kombinasi dari proses konveksi dan konduksi guna membawa pergi panas dari tubuh dibantu oleh pergerakan paksa udara melintasi permukaan tubuh, seperti kipas angin, angin, pergeraka tubuh saat menaiki sepeda dan lain-lain.
4. Evaporasi
Selama evaporasi berlangsung di permukaan kulit, panas diharuskan mengubah air dari cairan menjadi gas diserap dari kulit, untuk mendinginkan tubuh. Pengurangan panas secara evaporatif berlangsung dari sistem pernafasan dan permukaan kulit. Terutama, karena kulit tidak sepenuhnya tahan air, molekul H2O berdifusi pada kulit dan terevaporasi. Berkeringat adalah proses evaporatif dibawah kontrol nervus simpatik. Ketika temperatur lingkungan menyamai temperatur kulit, maka berkeringat adalah upaya untuk pengurangan panas dari dalam tubuh. Pada temperatur normal, 100 ml keringat diproduksi setiap harinya, volume ini dapat meningkat sebanyak 1,5 liter ketika cuaca panas dan hingga 4 liter ketika melakukan olahraga berat.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment