Sunday, March 6, 2011

Refraksi Cahaya di Mata dan Kelainannya

Refraksi Cahaya di Mata dan Kelainannya
Pada mata normal cahaya harus difokuskan dengan tepat di retina agar dapat dihasilkan informasi visual yang akurat. Untuk itu pemfokusan cahaya harus disesuaikan untuk mendapatkan bayangan yang sama jelasnya, baik dari obyek yang jauh maupun yang dekat. Kornea berperan dalam dua pertiga kekuatan fokus mata sedangkan lensa kristalina sepertiga sisanya. Dua elemen refraksi mata ini lebih lanjut akan mengonvergensikan cahaya, karena:
1. Kornea memiliki indeks refraksi yang lebih tinggi daripada udara, sedangkan lensa memiliki indeks refraksi yang lebih tinggi daripada humor akweus dan humor vitreus yang mengelilinginya. Kecepatan cahaya berkurang pada medium yang lebih padat sehingga cahaya direfraksikan ke arah normal. Ketika berjalan dari udara ke kornea atau dari humor akweus ke lensa, cahaya mengalami konvergensi.
2. Permukaan refraksi kornea dan lensa berbentuk sferis konveks, yang secara fisika bersifat mengonvergensikan gelombang cahaya yang melewatinya.

Mata emetrop merujuk pada kondisi saat cahaya yang masuk secara paralel dari objek jauh melalui mata yang tidak berakomodasi difokuskan tepat di retina sehingga dapat dihasilkan bayangan yang tegas. Individu dengan mata emetrop dapat melihat obyek pada jarak jauh dengan jelas tanpa harus mengakomodasikan matanya. Pembelokan berkas cahaya terjadi ketika berkas cahaya berpindah dari suatu medium dengan kepadatan tertentu ke medium dengan kepadatan berbeda. Berkas cahaya mengubah arah perjalanannya jika mengenai permukaan medium baru pada setiap sudut yang tidak tegak lurus. Pada mata yang mengalami kelainan refraksi atau ametropia, sinar paralel tidak jatuh tepat di retina saat mata tidak berakomodasi. Oleh karena itu diperlukan koreksi refraksi untuk mendapatkan penglihatan yang jelas. Ametropia dapat dibedakan atas:
1. Miopia: disebabkan kekuatan optik mata yang terlalu tinggi atau bola mata yang terlampau panjang sehingga cahaya paralel jatuh pada fokus di depan retina.
2. Hipermetropia: disebabkan optik mata terlalu lemah atau bola mata yang terlalu pendek sehingga cahaya yang masuk paralel difokuskan pada titik di belakang mata.
3. Astigmatisme: disebabkan perbedaan kekuatan optik di berbagai daerah kornea sehingga cahaya paralel yang melewati bidang yang berbeda ini jatuh ke titik fokus yang berbeda-beda.



C. Modifikasi Informasi Visual Pada Berbagai Struktur di Mata
Lapang pandang adalah daerah yang terlihat oleh mata tanpa harus menggerakkan kepala. Terdapat mekanisme-mekanisme seperti inhibisi lateral pada informasi visual yang dibawa ke otak. Hal ini dapat meningkatkan kontras pada penglihatan. Mekanisme lain adalah dengan menstimulasi sel ganglion yang berbeda, yaitu sel ganglion on-center dan off-center. Sel ganglion on-center terstimulasi ketika intensitas cahaya lebih tinggi di bagian tengah lapang pandang, namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka sel yang terstimulasi adalah sel ganglion off-center. Dengan mekanisme ini, kita dapat menentukan kontur suatu benda, bentuk, warna, kedalaman, dan lain-lain saat informasi visual disampaikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika terdapat cahaya yang masuk ke mata, lapang pandang terbagi menjadi bagian kanan dan kiri. Lapang pandang kanan dilihat oleh bagian kiri retina mata kanan dan kiri, sedangkan lapang pandang kiri dilihat oleh bagian kanan retina. Dari situ, informasi visual dibawa oleh nervus optikus dengan jaras-jaras tertentu sehingga sampai ke otak. Di otak kanan, akan disampaikan informasi visual dari lapang pandang kiri, sedangkan di otak kiri akan disampaikan informasi visual dari lapang pandang kanan.

Pada proses transmisi impuls, sinaps pertama nervus optikus terletak di nukleus genikulata lateral di talamus. Nukleus ini akan memisah-misahkan informasi visual, misalnya warna, bentuk, kedalaman, dan gerakan, ke radiasi optik yang lebih lanjut akan meneruskan impuls ke tempat yang berbeda di korteks visual. Penglihatan yang berasal dari fovea menempati tempat yang lebih luas di korteks karena memiliki ketajaman yang tinggi. Persepsi kedalaman terjadi karena adanya stimulus yang sedikit berbeda dari mata kanan dan kiri. Perbedaan ini terjadi oleh karena sedikit perbedaan sudut pandang. Penglihatan binokular penting untuk dapat melihat kedalaman. Perbedaan ini akan disatukan oleh otak untuk melihat jarak, kontur tiga-dimensi, dan juga kedalaman. Namun, melihat kedalaman mungkin juga dilakukan oleh satu mata berdasarkan memori dan perbandingan.
Selanjutnya informasi visual akan sampai pertama kali di korteks visual primer dan nantinya akan dikirim ke area visual sekunder dan area asosiasi. Selain itu, informasi visual juga dikirim ke area-area lain, misalnya area korteks untuk atensi, kontrol ukuran pupil, dan pergerakan mata. Input modalitas sensorik lain juga dapat memberikan informasi ke area visual sehingga kita dapat membayangkan sesuatu, misalnya ketika membaca huruf Braille. Hal ini dimungkinkan karena terdapatnya neuron multisensorik, yaitu neuron yang dapat menghantarkan berbagai input sensorik.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment