Sunday, May 1, 2011

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Resusitasi Jantung Paru

Resusitasi berarti menyelematkan atau mengembalikan fungsi sehingga Resusitasi Jantung Paru (RJP) berarti mengembalikan kembali fungsi jantung dan paru yang nyaris berhenti. Secara definisi RJP berarti suatu usaha atau metode untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan sirkulasi darah pd penderita yg mengalami henti nafas dan henti jantung. Aksi RJP ini merupakan kombinasi dari pemberian nafas buatan dan pompa jantung buatan, aksi RJP pun dapat saja disertai dengan penambahan defibrilasi elektrik (menggunakan alat pemacu jantung).

Sebelumnya aksi-aksi penyelamatan jantung paru ini dilakukan dnegan berbagai metode seperti menaruh orang tersebut di atas kuda (Trotting Horse Methode), membalikan orang (yang kehilangan nafas dan nadi) tersebut dengan posisi kepala di atas dan di bawah, menggelindingkan ornag tersebut (barrel methode), dan lainya hingga ditemukan cara yang dianggap terbaik hingga sekarang.


RJP dapat dilakukan oleh satu atau dua penolong namun biasanya dilakukan oleh dua penolong. Pemberian nafas buatan ini dapat dilakukan langsung dari mulut ke mulut ataupun dengan bantuan Facemask.


Penyebab tersering henti jantung dan nafas pada dewasa antara lain serangan jantung, tenggelam, syok listrik, trauma / kecelakaan, intoksikasi obat / overdosis, sumbatan nafas / tersedak, smoke inhalation sedangkan pada anak-anak disebabkan karena trauma, tenggelam atau jalan nafas yang tersumbat akibat menelan koin dll. Diagnosis henti nafas ini didasarkan pada prinsip melihat (ada gerakan pernafasan perut/dada atau tidak) mendengar (suara nafas, apakah lancar, tipe mendengkur dll) dan merasakan (aliran udara) sedangkan diagnosis henti jantung didasarkan pada, hilang kesadaran, sirkulasi darah terhenti, henti nafas, serta pemeriksaan nadi karotis kadang-kadang kurang adekuat.


RJP harus segera dilakukan dalam 4-6 menit setelah ditemukan telah terjadi henti nafas dan henti jantung untuk mencegah kerusakan sel-sel otak dll. Jika penderita ditemukan bernafas namun tidak sadar maka posisikan dalm keadaan mantap agar jalan nafas tetap bebas dan sekret dpt keluar dengan sendirinya.

Cara Melakukan RJP
A. Airway
• Letakkan penderita berbaring diatas dasar yg keras atau tanah.
• Guncangkan bahu lambat2 dgn memanggil penderita
• Jika tak ada respons minta orang lain untuk menelfon ambulans dan petugas kesehatan/dokter.
• Bebaskan jalan nafas dg mendongakkan kepala pakai satu tangan dan angkat dagu dg tangan yg lain (head tilt-chin lift)

B. Breathing
• Dekatkan pipi ke hidung dan mulut penderita, lihat ke arah dada penderita
• Lihat , dengar dan rasakan untuk memeriksa pernafasan (5 – 10 detik )
• Bila tak bernafas, pencet hidung penderita dan berikan 2 nafas buatan dengan tarikan nafas panjang (gunakan lapisan plastik / microshield melapisi mulut )
• Bila hembusan nafas tdk lancar,reposisi kepala coba lagi. Jika ada sumbatan total lakukan HEIMLICH maneuvre/hentakan perut.

C. Circulation
Periksa nadi carotis leher dlm 5 -10 detik
• Jika nadi teraba tetapi penderita tidak bernafas, berikan nafas buatan 1 kali tiap 5 detik,atau 12 kali/menit.
• Jika nadi tak teraba, mulailah kompresi dada :
• Letakkan tangan pada bgn bawah tulang dada (kira-kira 2 jari diatas prosesus xypoideus),tangan yg lain di atas tangan pertama.Tekan 1,5 – 2 inchi ke bawah.
• Lakukan 15 kompresi diikuti 2 kali nafas buatan (frek. 80 -100/menit)
• Periksa nadi spontan tiap menit. Lakukan terus RJP sp berhasil, atau petugas medis datang.

D. Drugs
Obat-obat yang dapat digunakan untuk henti jantung
• Adrenalin à pemacu jantung
• Dobutamine, Dopaminà obat inotropik, shock cardiogenik
• Nat.Bikarbonat
• Sulfat atropin
• Cacl2
• Lidocain, Procainamida  ventrikel fibrilation
• Amiodarone à untuk aritmia disorder

RJP Pada Anak
 Lakukan kompresi dada 5 kali dikuti dengan 1 kali nafas buatan, lakukan berulang kali sp berhasil atau bantuan datang.
 Berlutut disamping penderita, letakkan pangkal telapak tangan di tulang dada dibawah garis antara 2 puting susu dan tekan kuat
 1,5 inchi kebawah dgn frekwensi 100 - 120 kali /menit ( berhitung dgn suara keras “ 1 dan 2 dan 3 dan 4 dan 5 “ )
 Dongakkan kepala tdk terlalu kuat,lekatkan mulut ke mulut anak (nafas buatan mulut ke mulut) atau pd bayi , mulut ke mulut dan Hidung sekaligus.
 Hembuskan 1 kali nafas buatan tanpa menarik nafas panjang sebelumnya.
 Lanjutkan terus RJP dgn ratio 5 : 1 ini sp timbul nadi dan nafas spontan atau sampai bantuan kesehatan datang.
 Pemeriksaan denyut nadi pada bayi tidak dilakukan di leher karena dpt menyumbat nafas akan tetapi di lengan (nadi brakhialis) atau di perut dan selangkangan.
 Pada bayi RJP dilakukan dengan 2 jari (jari tengah dan jari manis).

Komplikasi RJP
 Fraktura iga
 Ruptura hepar, paru
 Pneumothorax
 Emboli lemak
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment