Saturday, September 17, 2011

Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan Balita

Faktor-faktor yang Mempengaruhi terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita 2-5 tahun

Secara umum ada dua factor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang balita 2-5 tahun, yaitu
1.      Faktor Biologis
a.      Faktor genetic
Faktor genetic menjadi penentu bentuk suatu individu yang dapat diartikan sebagai factor bawaan dari ayah dan ibunya. Factor genetic merupakan modal dasar menentukan hasil akhir proses tumbuh kembang. Yang termasuk factor genetic antara lain berbagai factor bawaan yang normal dan patologik. Potensi genetic yang
bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara posit sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. Ada suatu penelitian yang menemukan bahwa faktor keturunan mempengaruhi setengah dari variasi IQ serta beragam karakter personal lainnya seperti sosialisasi dan keinginan untuk berbeda dengan yang lain.
b.      Faktor endokrin
-          Growth Hormon dan Insulin-like Growth factors
Efek GH terutama diperantarai oleh IGF (insulin-like Growth Factor), tapi GH juga memiliki efek langsung. GH mengakibatkan resisten insulin dan merupakan hormone diabetagonik yang meninggikan kadar gula darah dan juga bersifat lipolisis. Pengukuran konsentrasi IGF membantu diagnosis defisiensi GH dalam pertumbuhan, hal ini disebabkan karena sulitnya menentukan status fisiologi GH. Defisiensi Gh mengakibatkan konsentrasi IGF-1 rendah, sementara GH berlebih mengakibatkan peningkatan IGF-1. selama masa defisiensi nutrisi, IGF-1 akan menunjukkan keadaan pertumbuhan buruk atau gizi buruk.
-     Hormon Tiroid
Kelenjar tiroid mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan. Ketiadaan kelenjar tiroid menyebabkan keterlambatan perkembangan mental dan fisik, berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta muncul retardasi mental dan kecebolan. Sebaliknya sekresi tiroid yang berlebihan akan mengakibatkan badan menjadi kurus, gelisah, tremor, dan kelebihan pembentukan panas. Hormon tiroid sangat penting untuk pertumbuhan dan pematangan tulang yang normal.
Bayi yang baru lahir tidak dapat diketahui jika mengalami hipotiroid jika dilihat dari postur tubuh yang sama dengan normal. Akan tetapi semakin lama, mereka akan menglami pertumbuhan yang buruk karena pertumbuhan tulang yang melambat jika tidak diterapi (kemungkinan retardasi mental). Hipotiroidisme dapat menyebabkan penurunan kecepatan pertumbuhan secara nyata, pertumbuhan tulang akan sangat terlambat.
-          steroid seks
steroid adrenal dan gonadal berlebihan akan menyebabkan peningkatan tajam kecepatan pertumbuhan seperti perkembangan tanda-tanda seks sekunder. Bila hal tersebut tidak berkurang, peningkatan steroid adrenal dan gonadal menyebabkan peningkatan usia skeletal, fusi epifisis premature, dan postur pendek pada usia dewasa.
-          Glukokortikoid
Glukokortikoid bertentangan dengan somatotropin, tiroksin, Karena memiliki efek anti-anabolik. Jika jumlahnya berlebih maka meyebabkan terhentinya pertumbuhan dan dapat mengakibatkan terjadinya osteoporosis serta sindrom Cushing yang ditandai dengan penyusutan protein akibat katabolisme protein yang berlebih.
2.      Faktor Lingkungan
Lingkungan menjadi factor yang sangat menentukan tercapainya atau tidak suatu potensi bawaan. Lingkungan yang baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya. Salah satu contohnya bahwa dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peranan ibu dalam ekologi anak yaitu peran ibu sebagai “para genetic factor”, maksudnya yaitu pengaruh biologisnya terhadap pertumbuhan saaat janin dan pengaruh psikologisnya terhadap pertumbuhan balita dan perkembangan kepribadian.
Lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang balita dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu :
a.      Lingkungan biologis
-          Ras/suku bangsa
Pertumbuhan somatic juga dipengaruhi oleh ras dan suku bangsa, bangsa kulit putih mempunyai pertumbuhan lebih tinggi dan cepat disbanding dengan bagsa Asia.
-          Umur
Umur balita merupakan yang paling rawan karena masa itu sering terjadi kekurangan gizi serta masa pembentukan kepribadian anak sehingga perlu perhatian khusus.
-          Gizi
Makanan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk pertumbuhan balita dan kebutuhan balita juga berbeda dengan orang dewasa.
-          Perawatan kesehatan
Perawatan kesehatan yang teratur seperti promotif, preventif, kuratif, dan rehailitatif merupakan suatu penunjang tumbuh kembang anak
-          Penyakit
Anak yang memiliki penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembang dan pendidikannya, serta akan berakibat kestresan yang berkepanjangan pada balita.
b.      Lingkungan Fisik
-          Cuaca, musim, keadaan geografis daerah.
Musim kemarau maupun hujan dapat berdampak buruk seperti masalah ketersediaan makanan, banyak timbul penyakit, dan sebagainya. Selain itu, masalah gondok banyak ditemukan di daerah pegunungan karena air tanahnya jauh dari laut (kurang yodium).
-          Sanitasi
Sanitasi memegang peranan penting dalamm tumbuh kembang karena dengan sanitasi buruk dapat memicu timbulnya penyakit.
c.       Lingkungan Psikososial
-          Stimulasi
Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang disbanding dengan anka yang kurang mendapat stimulasi.
-          Motivasi belajar
Motivasi belajar dapat diciptakan sejak dini dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar maupun bermain.
-          Gangguan atau hukuman yang wajar
Jika anak berbuat yang benar maka diberikan reward, seperti pujian, ciuman, tepukan, sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar jika anak berbuat salah
-          Stress
Stress dapat menghambat tumbuh kembang anak, misalnya anak akan menarik diri, rendah diri, terlamabt bicara, atau nafsu makan menurun.
-          Kualitas anak dan orang tua
Interaksi yang baik antara anak dan orang tua akan menimbulkan keakraban dalam keluarga sehingga komunikasi berjalan dua arah. Hal ini juga dapat menunjukkan kasih sayang antara orang tua dan si anak.


Daftar pustaka :
Ganong, William. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed. 20. Jakarta: EGC
Greenspan, Francis. 2000. Endokrinologi Dasar dan Klinik. Ed 4. Jakarta: EGC
Soetjiningsih. 1995. Tumbuh KEmbang Anak. Jakarta: EGC
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment