Sunday, September 18, 2011

OBESITAS PADA ANAK

OBESITAS PADA ANAK
Oleh: Rr. Dewi Sitoresmi A

Saat ini, terdapat peningkatan obesitas dan overweight yang signifikan. Pada anak, konsekuensi dari epidemik ini adalah munculnya ‘penyakit-penyakit orang dewasa’, seperti Diabetes Melitus tipe 2, hipertensi, dan hiperlipidemia. Definisi obesitas mungkin beragam tergantung dari sumber informasinya, tetapi pengertian yang disetujui kebanyakan tenaga kesehatan adalah saat individu mempunyai Body Mass Index (BMI) lebih dari persentil 95 pada grafik spesifik umur dan gender. 

ETIOLOGI
Pengaturan penyimpanan lemak tubuh dan penyebab obesitas pada manusia adalah multifaktorial, merefleksikan interaksi yang kompleks antara latar belakang genetik, stimulus lingkungan, dan proses perkembangan. Pengaruh lingkungan terhadap epidemik obesitas diantaranya adalah
adanya tren kurang baik pada asupan makanan (tinggi lemak dan kalori), kurangnya aktivitas fisik, dan stress/depresi. Faktor  penting untuk menjaga berat badan adalah hubungan antara berat badan dan energy expenditure total (kebutuhan energy total). Kontrol genetik terhadap energy expenditure dan produksi panas berpengaruh juga terhadap etiologi obesitas.
Penyakit genetik yang berasosiasi dengan obesitas pada anak termasuk:
-          Prader-Willi syndrome
-          Pseudohypoparathyroidism
-          Laurence-Moon-Biedl (Bardet-Biedl) syndrome
-          Cohen syndrome
-          Down syndrome
-          Turner syndrome
Gangguan hormonal yang berasosiasi dengan obesitas pada anak termasuk:
-          Growth hormone deficiency
-          Growth hormone resistance
-          Hypothyroidism
-          Leptin deficiency or resistance to leptin action
-          Glucocorticoid excess (Cushing syndrome)
-          Precocious puberty
-          Polycystic ovary syndrome (PCOS)
-          Prolactin-secreting tumors

 PATOFISIOLOGI
Faktor genetik dan hormonal tidak semata-mata menjelaskan peningkatan berat badan pada anak. Obesitas pada anak bergantung baik pada faktor genetik, hormonal, dan lingkungan.
Selama anak dan remaja, kelebihan lemak terakumulasi saat total asupan energI melebihi total kebutuhan energi. Bila dilihat dari segi lingkungan, ketidakseimbangan energi ini dapat merupakan hasil dari kelebihan asupan energi atau berkurangnya kebutuhan energi karena gaya hidup sedentary. Hal yang terakhir disebutkan berasosiasi dengan kebiasaan menonton televisi atau menggunakan computer terlalu lama, dan kurangnya aktivitas fisik.
Sedangkan dari segi hormonal, asupan energi dan kebutuhan energi berada di bawah kontrol dari interaksi yang kompleks antara sinyal perifer, sistem efektor, dan sistem neuroendokrin. Hormon leptin memegang peranan penting pada sistem yang kompleks ini. 

FAKTOR RISIKO
Banyak faktor, biasanya merupakan kombinasi, meningkatkan risiko peningkatan berat badan seorang anak. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Diet/Asupan makanan
Kebiasaan makan makanan seperti fast foods, makanan yang dipanggang, dan makanan ringan, dapat dengan mudah menyebabkan peningkatan berat badan pada anak. Selain itu, sering meminum soft drinks, permen, dan minuman manis lain juga menambah risiko tersebut. Makanan dan minuman seperti ini tinggi kandungan gula, lemak dan kalori.
b.      Rendahnya aktivitas/olahraga
Anak yang tidak berolahraga lebih mudah untuk mengalami peningkatan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik. Aktivitas di waktu senggang yang inaktif, seperti menonton televisi atau bermain video games ikut berkontribusi dalam hal ini.
c.       Riwayat keluarga
Jika seorang anak berasal dari keluarga yang juga mengalami overweight, dia akan lebih berisiko untuk memiliki berat badan berlebih, terutama pada lingkungan dimana makanan tinggi kalori selalu tersedia dan aktivitas fisik tidak terlalu diperhatikan.
d.      Faktor psikologis
Beberapa anak makan berlebihan untuk melupakan masalah, melawan kebosanan, atau meredam emosi, seperti stres. Orang tua mereka juga mempunyai kecenderungan seperti ini.
e.      Faktor keluarga
Jika orang tua selalu membeli makanan ringan, seperti biskuit, chips, dan makanan tinggi kalori yang lain, hal ini juga berkontribusi pada peningkatan berat badan anak. Jika orang tua dapat mengontrol akses anak ke makanan yang tinggi kalori, mereka dapat membantu anaknya untuk menurunkan berat badan.
f.        Faktor social ekonomi
Anak yang berasal dari latar belakang keluarga berpendapatan rendah mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami obesitas. Memprioritaskan makanan yang sehat dan olahraga dalam keluarga membutuhkan waktu dan uang. 

MANIFESTASI KLINIK
·         Dua hal yang dapat digunakan sebagai pengukuran klinis obesitas adalah garis pertumbuhan dan waktu pubertas. Banyak yang menjadi dewasa/mengalami pubertas lebih cepat dari anak dengan berat badan normal, dan umur tulangnya biasanya lebih tua.
·         Tanda klinis lain yang mengindikasikan penyebab hormonal obesitas pada anak yaitu:
-                Penambahan berat badan di luar karakter keluarga
-                Obesitas pada anak yang pendek
-                Penambahan berat badan progresif tanpa peningkatan sepadan di garis pertumbuhan
-                Kulit kering, konstipasi, intoleransi dingin, dan kelelahan
-                Riwayat kerusakan CNS (trauma, pendarahan, infeksi, radiasi, kejang)
-                Akumulasi lemak di leher dan tubuh tetapi tidak di lengan atau kaki
-                Hipertensi
-                Perkembangan seksual yang tidak tepat pada umur yang masih muda
-                Rambut wajah berlebihan, dan atau menstruasi irregular pada remaja perempuan
-                Sakit kepala, muntah, gangguan mata, dan berkemih berlebihan
-                Pengobatan dengan obat tertentu

KOMPLIKASI

Komorbiditas obesitas termasuk peningkatan signifikan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit respiratorik (asma, sleep apneu), infertilitas, penyakit sendi degeneratif, proteinuria, depresi, anxiety, dan diskriminasi baik di kehidupan sosial dan di tempat kerja. Obesitas juga memperpendek jangka waktu hidup karena komorbiditasnya, dan semakin awal muncul penyakit, semakin pendek jangka waktu hidup pasien. Obesitas adalah penyakit kronik yang membutuhkan terapi kronik.


Tulisan ini dilindungi oleh Hak Cipta
Dilarang untuk mengcopy dan memperbanyak tulisan ini tanpa izin.




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment