Monday, September 19, 2011

Pengobatan & Pencegahan Obesitas Pada Anak



Anak gemuk nan sehat tentu menjadi idaman setiap ibu. Walau gemuk adalah idaman, tapi obesitas perlu untuk dicegah karena komplikasi dapat menyebabkan kematian. Namun, bila anak telah didiganosis obesitas maka sebaiknya ibu mulai memperhatikan asupan nutrisi hingga memikirkan kemungkinan pengobatan untuk anak tersebut. 

Pengobatan & Pencegahan Obesitas Pada Anak
Oleh Dewi Sitoresmi 

PERAWATAN 




Non-Farmakologi3
a.    Makan makanan sehat
Orang tua bertanggung jawab terhadap asupan gizi yang didapatkan anak. Mereka sebaiknya menyediakan buah-buahan dan sayur-sayuran daripada makanan ringan, seperti biskuit, crackers, kue, yang tinggi lemak dan gula. Minuman yang manis juga sebaiknya dikurangi, termasuk minuman dalam kemasan karena menyediakan sedikit sekali nutrisi, tetapi tinggi kalori. Orang tua juga sebaiknya mengurangi makan di luar, terutama di restoran fast foods.
b.   Aktivitas fisik
Bagian yang sangat penting dari pengurangan berat badan, terutama pada anak, adalah aktivitas fisik. Hal ini tidak hanya membakar kalori, tetapi juga membangun tulang dan otot yang kuat. Untuk meningkatkan aktivitas anak, dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah jam anak di depan televisi/computer, membuat aktivitas yang beragam, dan orang tua sebaiknya ikut memberi teladan dengan menjadi orang tua yang aktif.
c.    Dukungan
Dukungan orang tua merupakan peran yang sangat penting untuk membantu anak yang obesitas untuk mengontrol berat badan mereka. Orang tua dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, membuat mereka merasa dicintai, dan akhirnya dapat mendorong anak untuk focus pada hasil yang positif.
Pengobatan (Farmakologi)1
Pilihan terapi medis untuk pengobatan obesitas tidak terlalu menjanjikan. Terapi harus dilakukan dalam jangka waktu lama dan terus menerus, seperti halnya pengobatan hipertensi atau diabetes. Obat anti obesitas tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka lama/ digunakan pada anak. Kelas mayor dari obat-obatan tersebut adalah obat yang menurunkan asupan makanan (monoamine oxidase inhibitors, sympathomimetic drugs), obat yang meningkatkan energy expenditure (ephedrine, caffeine), dan obat yang menginhibisi absorpsi lemak (orlistat). Namun, obat-obatan tersebut besar efek sampingnya dalam jangka panjang.
Bedah1
Terapi bedah untuk menurunkan volume perut dapat berhasil pada jangka panjang di beberapa pasien. Prosedur bypass diasosiasikan dengan banyak komplikasi, terutama defisiensi nutrisi. Pembedahan untuk menghilangkan lemak (liposuction), jika dilakukan tanpa terapi lain, bukanlah solusi jangka panjang.
Hasil perawatan1,3
Seperti halnya orang dewasa, hampir tidak mungkin bagi anak yang mengalami obesitas ini untuk mendapatkan berat badan ideal dibandingkan dengan tinggi badannya. Hasil utama yang ingin didapatkan adalah pengurangan 10% berat badan untuk anak yang lebih tua. Untuk anak yang lebih muda, pembatasan kalori yang terlalu parah dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Dengan mencegah penambahan berat badan dalam jangka waktu tertentu, hasil yang sama dapat diperoleh. Perubahan gaya hidup permanen dibutuhkan oleh semua kelompok umur yang mengalami obesitas.

PENCEGAHAN1,3
Tindakan paling signifikan untuk menindaklanjuti epidemik obesitas ini adalah melalui edukasi pasien dan pencegahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi perhatian orang tua yang cukup pada anak-anaknya, meningkatkan aktivitas fisik, merubah kebiasaan/pola makan, kontrol teratur ke dokter, menghindari pengaruh makanan yang kuat pada anak (tidak menjadikan makanan sebagai hukuman atau hadiah), memberi contoh yang baik kepada anak dalam bergaya hidup sehat, memulai melakukan gaya hidup sehat dan menunjukkan sisi positif yang terjadi, serta bersabar dalam memantau pertumbuhan anak.
Tenaga kesehatan harus memberikan edukasi kepada orang tua yang mengalami obesitas tentang risiko obesitas pada anak-anaknya. Bayi yang disusui ASI lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi obesitas pada saat dewasa daripada bayi yang disusui botol, dan hal ini juga harus dikomunikasikan kepada keluarga.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Behrman, Richard E., Robert M. Kliegman, dan Hal B. Jenson. Nelson Textbook of Pediatrics. Ed. Ke-17. USA: WB Saunders, 2004: 173-7.
2.       Schwarz, Steven M. Obesity. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/985333-overview pada 31 Agustus 2010.
3.       Mayo Clinic Staff. Childhood Obesity. Diunduh dari http://www.mayoclinic.com/print/childhood-obesity/DS00698/METHOD=print&DSECTION=all pada 31 Agustus 2010.

Artikel ini dilindungi oleh hak cipta
dilarang mempublikasikan tanpa izin. 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment