Sunday, November 27, 2011

Nyeri Anus

Nyeri Pantat / Anus / Dubur
Oleh Rizka Hanifah

Penyebab nyeri pada anus yang tersering adalah hemoroid,  dimana terjadi pembengkakan jaringan yang keluar dari anus. Penyebab lainnya adalah fisura ani, yang disebabkan oleh robeknya anus karena kerasnya tinja yang dikeluarkan. Fisura ani biasanya menghasilkan nyeri akut yang terlokalisir dan mungkin berkaitan dengan spase otot pelvis yang menyebabkan nyeri anus berlangsung beberapa jam.  Nyeri ini menjadi semakin hebat selama defekasi. Selain fisura, nyeri anus dapat disebabkan karena abses dari infeksi bakteri yang menyebabkan demam, keringat malam, dan nyeri yang terus menerus. Nyeri pada anus juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah
nyeri anus karena  tumor, bersifat nyeri yang progresif dalam arti semakin lama semakin hebat.  Nyeri anus yang terus menerus dan semakin hebat ini dapat berarti kanker atau tumor rektum. Biasanya praktisi kesehatan akan melakukan retcal touche untuk memastikan ada atau tidaknya tumor. atau dapat dilakukan pemeriksaan penanda tumor seperti CEA untuk membuktikan keberadaannya. 

Spasme atau kaku otot pada bagian pelvis dapat menyebabkan nyeri yang sangat tajam. Selain itu nyeri pada anus juga dapat disebabkan oleh ulser pada anus yang ditandai dengan daerah sakit yang memperlihatkan infeksi. Nyeri anus juga dapat disebabkan oleh adanya fistula, psoriasis, atau dermatitis. bila ditemukan fistula mungkin diperlukan operasi. Psoriasis dan dermatitis yang disebutkan tadi merupakan penyakit kulit, biasanya berbentuk kemerahan dan gatal. 

 Penyebab tersering BAB berdarah adalah karena ditemukannya fisura (robekan pada anus), selain itu dapat disebabkan oleh hemoroid atau wasir dan akibat menggaruk teralu sering.

Untuk meringankan nyeri dapat dilakukan diet berserat tinggi dan minum 8-10 gelas air per hari. Selain itu kurangi gesekan atau trauma pada daerah nyeri dan jangan gunakan sabun ataupun menggaruk anus. Penggunaan mosturaiser tidak direkomendasikan. BIla pelru dapat diberika obat penghilang nyeri tingkat rendah seperti parasetamol, atau NSAID (natrium diklofenak, nama dagangnya voltaren, dll) atau bila sangat sakit dapat digunakan penghilang nyeri tingkat tinggi seperti tramadol. 



Daftar pustaka 
1.      McConnell E. Anal Pain : in American Society of Colon dan Rectum Surgeons [online]. 2011. Dari http://www.fascrs.org/patients/conditions/anal_pain/ [cited 20 November 2011] 


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment