Tuesday, December 13, 2011

JENIS- JENIS KELUHAN PADA MATA


Keluhan pada Mata
Oleh Dewi Sitoresmi

Keluhan-keluhan pada mata yang umum adalah mata merah, mata berair, mata terasa berpasir, mata banyak kotoran, tajam penglihatan menurun, kelopak mata bengkak, tepi kornea berkabut. Apa yang sebenanrya terjadi pada mata tersebut? 

Mata Merah1,2
Keluhan mata merah harus dibedakan antara merah pada palpebra dan daerah sekitar mata atau merah pada bola mata. Merah pada bola mata dapat disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva atau kongesti vaskular pada konjungtiva, sklera, atau episklera (jaringan ikat antara sklera dan konjungtiva). Kongesti ini dapat disebabkan oleh radang di permukaan luar, seperti konjungtivitis dan keratitis, atau radang intraokular, seperti iritis dan glaucoma akut.
Mata merah bilateral karena infeksi atau alergi sering terjadi dan relatif tidak berbahaya. Akan tetapi, mata merah unilateral membutuhkan pemeriksaan ocular yang lebih teliti karena
penyebab umumnya adalah glaucoma akut, iritis akut, keratitis, atau benda asing. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani.
Mata Berair1,2
Pada bayi, mata berair biasanya disebabkan oleh tersumbatnya duktus nasolakrimalis. Glaucoma congenital dapat pula menyebabkan iritasi mata dan berair, tetapi jarang terjadi. Penyebab lain adalah entropion pada kelopak mata bawah.
Pada orang dewasa, ada dua tipe umum mata berair. Refleks berair mata mendadak umumnya disebabkan oleh iritasi di permukaan mata, seperti pada konjungtivits, keratitis atau saat ada partikel benda asing di mata. Sebaliknya, mata berair yang kronik disertai epifora (air mata mengalir utrun dari pipi) mungkin menunjukkan drainase lakrimal yang tidak normal karena tersumbatnya duktus nasolakrimalis.
Mata Terasa Berpasir1,2
Rasa tidak nyaman yang superfisial biasanya akibat kelainan di permukaan mata. Gatal, sebagai gejala primer, seringkali merupakan tanda adanya alergi. Rasa kering, perih, berpasir, dan sensasi benda asing yang ringan biasa terjadi pada mata kering atau jenis iritasi kornea ringan lainnya. Sensasi mata berpasir atau sensasi lainnya dapat disebabkan oleh konjungtiva palpebra yang mengalami peradangan yang tergosok ke kornea, contohnya pada konjungtivitis bakterial.
Mata Banyak Kotoran2,3
Keluhan mata banyak kotoran atau belekan sering tidak spesifik untuk diagnostik. Sekret hanya dapat dikeluarkan oleh epitel yang mempunyai sel lendir atau pada sel goblet konjungtiva. Keluhan sekret yang berlebihan menunjukkan terjadi kelainan pada konjungtiva.
Sekret berlebihan, yang menyebabkan kedua palpebra lengket sehingga sulit dibuka saat bangun tidur, biasanya menunjukkan konjungtivitis virus atau bakteri. Pada kelopak mata yang terbuka, suhu mata biasanya lebih rendah dibandingkan suhu badan akibat penguapan air mata. Penutupan kelopak yang lama akan membuat suhu mata sama dengan suhu badan. Suhu yang sama tersebut merupakan inkubator optimal untuk kuman sehingga dapat berkembang biak dengan baik. Oleh karena itu, kuman akan memberikan peradangan yang lebih berat pada konjungtiva sehingga sekret akan bertambah di waktu bangun pagi.
Pada iritasi akibat alergi atau non-infeksi, dijumpai lebih sedikit sekret mukoid. Sekret yang mengering dan krusta pada bulu mata bisa muncul secara akut pada konjungtivitis atau menahun pada blefaritis (radang pada tepian palpebra).
Kelopak Mata Bengkak3
Kelopak mata dapat menjadi bengkak karena radang ataupun bukan radang. Peradangan seperti hordeolum, blefaritis, konjungtivitis, selulitis, dan trauma dapat mengakibatkan edema palpebra. Kalazion, blefarokalasis, penyakit ginjal, jantung, dan tiroid merupakan penyebab edema palpebra yang bukan merupakan peradangan.
Tajam Penglihatan Menurun1,2,3
Visus yang turun mendadak dapat terjadi karena kelainan vaskular, seperti oklusi arteri dan vena sentral retina, atau perdarahan vitreus. Penyebab lainnya antara lain glaukoma akut, ablasio retina, neuritis optik, uveitis, edema kornea akut, trauma mata atau keracunan obat, hifema, ablasi serosa makula, iskemik optik neuropati, dan luksasi lensa.
Bila visus berkurang hanya sewaktu dan menjadi normal kembali setelah 24 jam biasanya disebabkan papil edema, amaurosis  fugaks (unilateral), insufisiensi arteri vertebrobasilar (binokular).
Penglihatan menurun gradual tanpa rasa sakit yang berlangsung lebih dari minggu hingga tahun terdapat pada katarak, glaukoma sudut terbuka, dan retinopati menahun. Penglihatan yang menurun dengan rasa sakit terdapat pada glaukoma akut, uveitis, dan neuritis optik.
Penurunan ketajaman visual sentral harus dibedakan dari yang perifer. Yang perifer dapat bersifat fokal, seperti skotoma; atau lebih luas, seperti pada hemianopia. Kelainan jaras visual intrakranial biasanya lebih mengganggu lapangan pandang daripada ketajaman visual sentral.
Hilangnya penglihatan sentral atau perifer sementara seringkali disebabkan oleh perubahan sirkulasi pada suatu lokasi di sepanjang jaras visual neurologik mulai dari retina hingga korteks oksipital.
Derajat gangguan penglihatan dapat bervariasi pada keadaan berbeda. Misalnya, pandangan kabur akibat edema kornea semakin membaik saat siang karena adanya dehidrasi kornea akibat penguapan dari permukaan.
Tepi Kornea Berkabut2
Jika kekeruhan kornea terdapat di perifer, penglihatan akan tetap tajam. Akan tetapi, saat terjadi di sentral, penglihatan dapat terganggu. Penyebab yang umum adalah keratitis herpes, trakoma ulcer, trauma, dan keratomalasia karena defisiensi vitamin A. dapat pula terjadi pada arcus senilis dan non-ulceratif (interstitial) keratitis.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Chang, David F. Pemeriksaan Oftalmologik. Dalam:  Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. Riordan-Eva, Paul, dan John P. Whitcher. Ed. Ke-17. Jakarta: EGC, 2009: 28-30.
2.       Constable, Ian J, dan Arthur Lim Siew Ming. Color Atlas of Ophtalmology. Ed. Ke-3. [E-Book].
3.       Ilyas, Sidharta. Ilmu Penyakit Mata. Ed. Ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2010: 59-61.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment