Wednesday, December 7, 2011

Pendarahan dan Shock


Pendarahan dan Shock
Oleh Rizka Hanifah 

Pendarahan terbagi atas beberapa kelas
Kelas pertama yakni pendarahan hingga 15% darah. Pada kondisi ini biasanya pasien dalam keadaan
·         sadar,
·         tekanan dan nadi pasien dalam batas normal terendah dengan kekuatan denyut yang normal.
·         Suhu, frekeunsi pernafasan cenderung normal.

Kelas kedua yakni pendarahan mencapai 30%. Pada saat ini tubuh mulai mengkompensasi dnegan mengurangi aliran darah ke kulit, ginjal, dan organ intestinal.
·         Kesadaran pasien sudah mulai terganggu biasanya menjadi bingung atau gelisah.
·         Kulit Pucat à karena aliran darah ke kulit dikurangi
·         Tekanan diastolik menjadi meningkat 
·         Frekuensi pernafasan akan meningkat karena tubuh kekurangan oksigen (kurang darah) sehingga paru-paru akan mengkompensasi dengan bekerja lebih keras.
·         Frekuensi denyut dibawah 100
·         Kekuatan denyut nadi lemah
Persentase pendarahan ini dapat dinilai dari cappilary refilled, bila masih dlaam kelas 1 capillary refilled akan terisi dalam waktu normal yakni kurnag lebih dua detik, namun bila pendarahannya telah mencapai tingkat dua, capillary refilled akan terisi dalam waktu lebih dari 2 detik.

Kelas ketiga yakni ketika pendarahan mencapai
40%. Pada tahap ini sudah sangat membahayakan nyawa. Gejala yang dialami pasien menjadi lebih parah dibanding tingkat sebelumnya.

Kelas ke empat yakni pendarahan melebihi 40%. Pada fase ini kompensasi tubuh sudah nyaris gagal dimana terdapat hambatan pengaliran ke jaringan-jaringan tubuh.
·         Kesadaran pasien pada tahap letargi, mengantuk, dan stupor.
·         Tanda-tanda dari shock seperti tekanan darah sistolik yang mencapai 60 sudah muncul.  
·         Denyut nadi menjadi semakin cepat
·         Frekuensi pernafasan juga semakin cepat

Dalam keadaan ini volume darah sudah sangat jauh berkurang, jantung mencoba mengkompensasi dengan terus meningkatkan jumlah denyutnya paru-paru terus berusaha mencari kekurangan oksigen dengan meningkatkan pernafasannya. Namun sayangnya, walaupun jantung berdenyut dengan jauh lebih cepat namun tekanan darah tetap turun dan kerusakan jaringan tetap terjadi karena darah yang dipompakan sangat kurang jumlahnya sehingga seberapa kencang pun jantung berdenyut aliran darah tetap saja kurang. Hal inilah yang dimaksud dengan telah terjadi kegagalan kompensasi jantung.

Pendarahan dapat dibagi berdasarkan asalnya yakni internal dan external. Pendarahan internal dibagi lagi berdasarkan asalnya:
Pendarahan dari Arteri à ciri-ciri merah menyala karena mengandung oksigen yang tinggi, memancar
Pendarahan dari vena à darah lebih gelap karena membawa carbon dioksida dan mengalir lebih lambat
Pendarahan dari kapiler à berwarna gelap dan mengalir dengan lambat dan luka menutup dnegan cepat
Pada pendarahan emergensi dapat lansung dilakukan balut tekan, kemudian eksremitas tersebut dielevasi.
Pendarahan yang berasal dari dalam atau internal bleeding dapat disebabkan oleh luka tumpul, atau ruptur pembuluh dalah. Tanda-tanda yang dapat dikenali seperti kehausan, frekuensi nafas meningkat, gelisah. Tanda-tanda yang keluar mirip dengan kelas pendarahan yang terjadi.
Pendarahan yang massif dapat menyebabkan shock.

SHOCK
Shock merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke organ-organ. Hal ini dapat disebabkan karena kegagalan jantung untuk memompa atau kehilangan banyak darah, atau pembuluh darah berdilatasi secara abnormal sehingga resistensi pembuluh berkurang dan menyebabkan penurunan tekanan darah sehingga aliran darah menjadi berkurang.
Tingkatan shock terbagi atas
Shock terkompensasi, shock dekompensasi, shock irreversible.
Gejala pada shock terkompensasi mirip dengan pendarahan pada kelas kedua. Dimana pasien menjadi gelisah, tekanan darah cenderung normal, denyut nadi meningkat, dan terjadi penurunan perfusi kapiler pada bayi dan anak.
Pada shock yang dekompensasi gejala menjadi semakin berat dimana disertai pula perubahan status mental dan kehausan yang sangat.
Shock irreversible adah shock dimana telah terjadi pengurangan aliran darah bahkan hingga ke jantung, ginjal, otak sehingga dapat berujung kepada kematian. Bila diteliti mirip dnegan gejalan pendarahan kelas keempat yakni lebih dari 40%
Penanganan shock diantaranya:
-Elevasi pasien, dimana kaki berada di atas. Hal ini dilakukan agar aliran darah ke otak tetap tersuplly dengan baik. Jaga kehangatan pasien à agar panas pasien tetap terjaga sehingga tubuh akan cenderung untuk vasokonstriksi
Pada shock anafilatik disebabkan karena histamin keluar secara berlebihan dan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadilah shock. Biasanya shock ini disertai dengan urtikaria, kemudian bronkokonstriksi dll.
LUKA DADA
Chest injuries terbagi atas luka terbuka dan tertutup. Secara tipe dibagi atas trauma tumpul, trauma penetrasi, trauma kompresi.
Tanda dan gejalanya antara lain:
n  Nafas pendek dan sulit bernafas
n  Nyeri bila bernafas
n  Dada gagal mengembang sempurna saat bernafas
n  Sianosis
n  Batuk darah
n  Distended neck veins
n  Denyut cepat dan lemah
n  Tekanan darah menurun significant
n  Bruising to the chest
n  Deformitas dinding dada
n  Nyeri
n  Shock

Trauma tumpul dapat menyebabkan
·         Contusio Paru
·         Contusio miokard
·         Traumatic aspixia

Pada contusio paru berarti terjaid memar di paru. Biasnaya ditandai dengan nafas berat yang pendek. Nafas pendek ini terjadi kekurangan oksigen dalam tubuh, jantung pun bereaksi dnegan meningkatkan denyutnya. Dapat pula didengar bruise di dinding dada

Pada contusio miokard dapat terjadi nyeri general di seluruh dada. Denyut nadi menjadi cepat dan terkadang irregular.

Pada traumatic aspixia terjadi pemaksaan pengeluaran darah melewati jalur yang tidak seharunya .

Pada trauma abdomen, jangan lupa untuk melakukan fleksi kaki agar otot abdomen lebih rileks. 
Reaksi:

1 komentar:


  1. Artikel yang bagus gan bagaimana cara mengatasi kurang darah ? Kalau begitu apa Penyebab kurang darah sebenarnya?. Adakah gejala kurang darah yang dapat terlihat dengan jelas?
    Terima Kasih atas pembahasannya...

    ReplyDelete