Monday, December 5, 2011

PERUBAHAN METABOLISME TUBUH PADA DIABETES MELITUS

PERUBAHAN METABOLISME
Oleh Rizka Hanifah

Metabolisme Karbohidrat
Banyak sel tubuh yang tidak dapat mengambil glukosa tanpa bantuan insulin sehingga kadar glukosa darah yang tinggi tidak dapat mencukupi kebutuhan metabolisme sel. Meskipun otak merupakan organ yang bersifat non-insulin-dependent dan tetap mendapatkan nutrisi yang cukup pada kondisi DM, perkembangan penyakit yang lebih lanjut dapat menyebabkan disfungsi otak.
Ketika glukosa darah meningkat hingga melebihi kapasitas reabsorpsi sel tubulus ginjal, glukosa akan diekskresikan melalui urin (glukosuria). Glukosa pada urin memiliki efek osmotik yang dapat menarik H2O masuk ke dalam tubulus ginjal sehingga terjadi

proses osmotik diuresis yang ditandai poliuria. Peningkatan kehilangan cairan tubuh menyebabkan dehidrasi yang dapat mengakibatkan kegagalan sirkulasi perifer karena penurunan volume darah. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kematian karena aliran darah ke otak berkurang atau gagal ginjal sekunder akibat gangguan filtrasi. Sel tubuh mengalami kehilangan cairan akibat air berpindah dari sel ke cairan ekstraselular yang bersifat hipertonik. Sel otak sangat sensitif sehingga dapat terjadi gangguan fungsi sistem saraf. Polidipsia merupakan mekansime kompensasi terhadap dehidrasi.
Defisiensi glukosa intrasel menstimulasi peningkatan nafsu makan sehingga terjadi polifagia. Namun, pasien mengalami penurunan berat badan secara progresif akibat defisiensi insulin pada metabolisme lemak dan protein.

Metabolisme Lemak
Penurunan sintesis trigliserid disertai peningkatan lipolisis mengakibatkan mobilisasi asam lemak dari penyimpanan trigliserid dalam jumlah besar. Peningkatan asam lemak darah digunakan sebagai sumber energi alternatif bagi sel tubuh. Peningkatan penggunaan asam lemak oleh liver mengakibatkan penglepasan badan keton ke plasma darah dalam jumlah besar sehingga terjadi ketosis yang dapat berujung pada metabolik asidosis progresif. Asidosis menekan otak dan pada keadaan yang parah dapat mengakibatkan koma diabetikum atau bahkan kematian.

Metabolisme Protein
Salah satu efek defisiensi insulin adalah meningkatkan katabolisme protein. Pemecahan protein otot mengakibatkan penurunan massa dan kelemahan otot rangka. Diabetes pada anak menurunkan pertumbuhan secara umum. Penurunan  uptake asam amino oleh sel tubuh disertai peningkatan degradasi protein merupakan penyebab peningkatan kadar asam amino dalam darah. Asam amino dalam sirkulasi dapat digunakan sebagai prekursor glukoneogenesis yang dapat memperparah hiperglikemia. 

1.      Sherwood L. The Peripheral Endocrine Glands. In: Kauser B, editor. Human Physiology: From Cells to Systems. 7th ed. Canada: Brooks/Cole Cengage Learning; 2010. 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment