Friday, December 23, 2011

Trichuris trichiura


 Trichuris trichura
Oleh Rizka Hanifah

 Epidemiologi
Sekitar 750 juta orang terinfeksi T.trichiura dengan penderita terbanyak pada anak berusia 5-15 tahun. Kebersihan yang rendah dan anak-anak berada pada risiko yang tinggi dalam transmisi T.trichiura. Anak laki-laki lebih banyak terinfeksi daripada anak perempuan. Infeksi T.trichiura banyak di daerah Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan daerah yang memiliki curah hujan tinggi, kelembaban tinggi, dan kepadatan penduduk yang tinggi.

Daur Hidup & Morfologi
Cacing jantan dewasa berukuran 30-45 mm dan cacing betina 35-50 mm. Cacing ini memiliki ujung anterior yang panjang dan seperti cambuk.
Ciri cacing dewasa jantan yakni memiliki ujung posterior yang melengkung sedangkan cacing betina memiliki ujung posterior yang lurus. Pada stadium dewasa cacing ini hidup di kolon asendens.
Seekor cacing betina dapat menghasilkan sekitar 3.000 – 5.000 butir telur sehari. Telur yang telah dibuahi akan dikelurkan dari hospes bersama tinja. Bila kondisi sesuai dalam waktu 3-6 minggu telur akan matang dan menjadi fase infektif.8 Bila telur matang tertelan oleh manusia, larva dalam telur akan keluar kemudian masuk ke dalam usus halus. Setelah menjadi cacing dewasa, T.trichiura bergerak ke usus bagian distal dan menetap ke kolon asendens dan sekum. Waktu sejak telur tertelan  hingga menjadi cacing dewasa  adalah sekitar 3 bulan.Cacing dapat hidup sekitar 1-1,5 tahun.

Patofisiologi
Transmisi T.trichiura terjadi secara fecal-oral. Stadium dewasa T.trichiura dapat hidup di sekum dan kolon asendens sehingga pada infeksi berat, terutama pada anak, dapat ditemukan prolapsus rektum akibat usaha mengejan yang keras saat defekasi. Kepala cacing ini dapat menembus ke dalam mukosa usus sehingga menyebabkan trauma dan menimbulkan iritasi serta radang mukosa usus. Pada tempat cacing ini melekat dapat menyebabkan timbulnya perdarahan. Selain itu cacing ini akan menghisap darah hospesnya sehingga dapat menyebabkan anemia.

Manifestasi klinis & Diagnosis
Infeksi ringan T.trichiura umunya bersifat asimtomatik namun infeksi yang berat dan kronis, terutama pada anak, dapat menimbulkan gejala seperti diare, disenteri, anemia, berat badan menurun dan dapar terjadi prolapsus rektum.Untuk menegakan diagnosis, ditentukan dengan cara menemukan karakteristik telur pada sediaan feses dan endoskopi untuk melihat cacing betina yang menempel pada mukosa usus.

 Tata Laksana
1.    Albendazol
Pada dewasa dan anak di atas 2 tahun diberikan albendazol dengan dosis 400 mg/hari dosis tunggal. Pada anak kurang dari 2 tahun diberikan 200 mg/hari dosis tunggal. Pengobatan diulang bila pada pemeriksaan feses tiga minggu setelah pengobatan masih ditemukan telur cacing.
2.      Mebendazol
Pada dewasa dan anak di atas 2 tahun diberikan mebendazol 100 mg per oral selama 3 hari atau dosis tunggal 500 mg.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment