Thursday, January 26, 2012

Diare Akut Pada Anak


Diare akut pada anak, oleh Rizka Hanifah 

Pengertian diare pada anak dapat diartikan sebagai buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare dan muntah dapat menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit (natrium, kalium, dan bikarbonat). Pada anak dengan diare, kita perlu menilai bentuk klinis dari diare tersebut untuk menegakan diagnosa. Berikut ini adalah tabel bentuk klinis diare:


Diagnosa
Gejala
Diare cair akut
Diare lebih dari 3 kali sehari dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare tidak terdapat darah
Kolera
Diare seperti air cucian beras yang sering menimbulkan dehidrasi berat atau diare dengan hasil kultur tinja positif untuk V.cholera
Disentri
Diare berdarah
Diare Persisten
Diare berlangsung selama 14 hari atau lebih
Diare dengan gizi buruk
Diare yang disertai gizi buruk
Diare terkait antibiotic
Diare dengan riwayat mendapat pengobatan antibiotik spektrum luas
Invaginasi
Diare berisi lendir dan darah
Terdapat massa intrabdominal
Tangisan bayi keras dan pucat

Pada anak dengan diare, harus diperiksa apakah anak tersebut menderita diare berat, ringan, atau sedang. Berikut ini adalah gejala klinis dari masing-masing kelas diare :

Klasifikasi
Tanda atau Gejala
Dehidrasi Berat
Terdapat dua atau lebih tanda di bawah ini:
  • Letargis/tidak sadar
  • Mata cekung
  • Tidak bisa minum atau malas minum
  • Cubitan kulit perut kembali sangat lambat
Dehidrasi Ringan-Sedang
Terdapat dua atau lebih tanda di bawah ini:
  • Rewel, gelisah
  • Mata cekung
  • Minum lahap, haus
  • Cubitan kulit kembali lambat
Tanpa Dehidrasi
-

Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan 6 besar, tetapi yang sering ditemukan di lapangan ataupun klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. Untuk mengenal penyebab diare yang dikelompokan sebagai berikut:
1) Infeksi :
a. Bakteri (Shigella, Salmonella, E.Coli, Golongan vibrio, Bacillus Cereus, Clostridium
     perfringens, Staphilococ Usaurfus, Camfylobacter, Aeromonas)
b. Virus (Rotavirus, Norwalk + Norwalk like agent, Adenovirus)
c. Parasit
c.1. Protozoa (Entamuba Histolytica, Giardia Lambia, Balantidium Coli, Crypto
      Sparidium)
c.2. Cacing perut (Ascaris, Trichuris, Strongyloides, Blacystosis Homynis)
c.3. Bacilus Cereus, Clostridium Perfringens
2) Malabsorpsi
3) Alergi
4) Keracunan :
a. Keracunan bahan-bahan kimia
b. Keracunan oleh racun yang dikandung dan diproduksi :
b.1. Jazad renik, Algae
b.2. Ikan, Buah-buahan, Sayur-sayuran
5) Imunisasi, defisiensi
6) Sebab-sebab lain.
Penyakit diare pada anak biasanya sering disebabkan oleh rotavirus. Virus ini menyebabkan 40-60% dari kasus diare pada bayi dan anak. Patogenesis diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       Virus masuk kedalam tubuh bersama makanan dan minuman
b.      Virus sampai kedalam sel epitel usus halus dan menyebabkan infeksi serta jonjot-jonjot (villi) usus halus.
c.       Sel-sel epitel usus halus yang rusak diganti oleh enterosit yang baru yang berbentuk kuboid atau sel epitel gepeng yang belum matang sehingga fungsinya masih belum baik.
d.      Villi-villi mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik.
e.       Cairan makanan yang tidak terserap dan tercerna akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus.
f.        Terjadi hiperperistaltik usus sehingga cairan beserta makanan yang tidak terserap terdorong keluar usus melalui anus, sehingga terjadi diare.
Penyakit diare selain disebabkan oleh virus juga disebabkan oleh agentnya berupa bakteri seperti vibrio cholerea adalah sebagai berikut:
a.       Bakteri masuk kedalam tubuh manusia melalui perantaraan makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut.
b.      Di dalam lumbung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung, tetapi apabila jumlah bakteri cukup banyak ada bakkteri yang dapat lolos sampai kedalam usus duabelas jari (duodenum).
c.       Didalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100.000.000 koloni atau lebih per mililiter cairan usus halus.
d.      Dengan memproduksi enzim mucinase bakkteri berhasil mencairkan lapisan lendir dengan menutupi permukaan sel epitel usus, sehingga bakteri dapat masuk kedalam membran (dinding) sel epitel
e.       Di dalam membran bakteri mengeluarkan toksin (racun) yang disebut sub unit A dan sub unit B
f.       Sub unit B akan melekat di dalam membran dan sub unit A akan bersentuhan dengan membran sel, serta mengeluarkan CAMP (Cyclic Adenosine Monophosphate)
g.      CAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus dibagian kripta villi dan menghambat cairan usus di bagian apikal villi, tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel usus.
h.      Sebagai akibat adanya ransangan sekresi cairan yang berlebihan tersebut, volume cairan di dalam lumen usus akan bertambah banyak. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus akan mengakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengelirkan cairan kebawah atau ke usus busar.

Tatalaksana diare ringan-sedang
Apabila kita telah menetukan jenis diare dan tingkat dehidrasinya maka tatalaksana akan diberikan. Pada umumnya anak dengan dehidrasi ringan-sedang harus diberi oralit, dalam waktu 3 jam pertama di klinik. Jumlah oralit yang diperlukan 75 ml/kgbb. Nilai kembali anak setelah 3 jam untuk memeriksa tanda dehidrasi yang terlihat sebelumnya. Jika dehidrasi telah teratasi maka ingatkan ibu untuk memberi cairan tambahan, memberi 1 tablet zinc 20 mg selama 10 hari, memberikan makanan yang bergizi, dan ingatkan untuk melakukan kunjungan ulang bila kondisi anak memburuk, anak mengalami demam, dan terdapat darah dalam tinja. Bila anak tidak mau  meminum oralit maka dapat diganti dengan pemberian infus intravena seperti ringer laktat 70ml/kgbb selama 5 jam. Kemudian pasien dinilai kembali dalam 1-2 jam. Pasien dengan diare ringan sedang dapat melakukan rawat jalan namun pasien harus dirawat inap bila terdapat penyulit lainnya seperti intake sulit.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment