Friday, January 27, 2012

Nyeri Kolik, Batu Saluran Kemih, & Hematuria


Nyeri Kolik, Batu Saluran Kemih, & Hematuria
Oleh Rizka Hanifah 


Nyeri Kolik
Nyeri kolik merupakan nyeri visceral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut seperti obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, dan peningkatan intraluminer. Nyeri kolik ureter pada laki-laki paling sering disebabkan oleh batu saluran kemih.
Batu Saluran Kemih
Batu saluran kemih digolongkan menjadi batu ginjal dan batu kandung kemih. Batu ginjal sebagian besar mengandung batu kalsium. Batu oksalat, kalsium oksalat/kalsium fosfat dapat dijumpai pada 65-85%. Pembentukan batu memerlukan keadaan supersaturasi. Evaluasi pada pasien batu ginjal adalah dengan
menentukan adanya riwayat penyakit batu, selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan radiografi, dan ultrasonografi. Nvestigasi biokimiawi seperti pemeriksaan laboratorium rutin, sampel dan air kemih digunakan untuk menentukan hematuri, leukosituria, dan kristaluria. Pemeriksaan kultur kuman penting untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih. Maka perlu dilakukan, penampungan air saluran kemih 24 jam.Untuk mengatasi gejala emergensi pasien dianjurkan tirah baring dan diberikan spasme analgetik atau inhibitor sintesis prostaglandin.1
Hematuria
Hematuria merupakan salah satu tanda berbahaya yang tidak dapat diabaikan pada gangguan urologi. Hal penting yang perlu dikaji adalah apakah hematuria disertai dengan nyeri dan apakah darah terlihat pada keseluruhan urin atau hanya pada porsi urin tertentu saja. Selain darah, urin berwarna merah juga dapat disebabkan oleh hemoglobinuria. Faktor resiko penyebab timbulnya batu seperti hiperkalsiuria dapat menyebabkan hematuria tanpa ditemukannya batu.2
Hematuria yang tidak disertai dengan gejala harus menjadi kewaspadaan akan kemungkinan tumor buli atau ginjal sampai dibuktikan tidak. Penyebab lain hematuria silent adalah calculi staghorn, ginjal polikistik, hiperplasia prostat jinak, kista ginjal soliter, penyakit anemia sel sabit, dan hidronefrosis. Selain itu, hematuria silent juga dapat terjadi pada pelari (march hemoglobinuria).2
Selain gejala yang menyertai, hal yang perlu diperhatikan adalah waktu/timing hematuria, apakah parsial (initial atau terminal) atau total (muncul pada seluruh urin) karena hal ini dapat membantu menentukan situs perdarahan. Hematuria inisial (hematuria pada urin porsi awal) mengindikasikan terdapat lesi uretra anterior (misalnya uretritis, striktur, atau stenosis meatus pada neonatus). Hematuria terminal (hematuria pada urin porsi akhir) mengindikasikan lesi terdapat pada uretra posterior, leher buli atau trigonum. Penyebab paling sering adalah uretritis posterior dan polip serta tumor pada leher buli. Hematuria total biasanya bersumber pada saluran yang lebih atas (seperti akibat batu, tumor, tuberculosis atau nefritis).2

1.      Lestariningsih. Hematuria, dalam: Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: InternalPublishing. 2009
2.      Sja’bani M. Batu saluran kemih, dalam: Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: InternalPublishing. 2009

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment