Saturday, February 11, 2012

KETOASIDOSIS DIABETIKUM


Oleh Anggia Widyasari

Ketoasidosis diabetikum adalah kondisi dekompensasi metabolik akibat defisiensi insulin absolut atau relatif dan merupakan komplikasi akut diabes mellitus yang serius. Gambaran klinis utama KAD adalah hiperglikemia, ketosis, dan asidosis metabolik.1
Faktor pemicu yang paling umum dalam perkembangan Ketoacidosis Diabetic (KAD) adalah infeksi, infark miokardial, trauma, ataupun kehilangan insulin.  Menurunnya transport glukosa kedalam jaringan jaringan tubuh akan menimbulkan hiperglikaemia yang meningkatkan glikosuria. Meningkatnya lipolysis akan menyebabkan
over-produksi asam asam lemak, yang sebagian diantaranya akan dikonversi (dirubah) menjadi keton, menimbulkan ketonaemia, asidosis metabolik dan ketonuria. Glykosuria akan menyebabkan diuresis osmotik, yang menimbulkan kehilangan air dan elektrolit-seperti sodium, potassium, kalsium, magnesium, fosfat dan klorida. Dehidrasi, bila terjadi secara hebat, akan menimbulkan uremia pra renal dan dapat menimbulkan shock hypovolemik. Asidodis metabolik yang hebat sebagian akan dikompensasi oleh peningkatan derajat ventilasi (peranfasan Kussmaul). Muntah-muntah juga biasanya sering terjadi dan akan mempercepat kehilangan air dan elektrolit. 2
Diagnosis klinis :
  • Keluhan poli uri, poli dipsi
  • Riwayat berhenti menyuntik insulin
  • Demam atau infeksi
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Kesadaran kompos mentis, delirium, koma
  • Pernapasan cepat dan dalam (kussmaul)
  • Dehidrasi
  • Dapat disertai syok hipovolemik
Kriteria Diagnosis :
  • Kadar glukosa > 250 mg/dL
  • pH < 7,35
  • HCO3- rendah
  • Anion Gap tinggi
  • Keton serum positif dan atau ketonuria
Diagnosis Banding :
  • Ketosis diabetik
  • Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik
  • Ensefalopati uremikum
  • Asidosis uremikum
  • Minum alkohol
  • Ketosis alkoholik
  • Ketosis hipoglikemi
  • Ketosis starvasi
  • Asidosis laktat
  • Asidosis hiperkloremik
  • Kelebihan salisilat
  • Drug injuce asidosis
  • Ensefalopati karena infeksi
  • Trauma kapitis
Pemeriksaan penunjang :
  • Pemeriksaan cito : gula darah, elektrolit, ureum, kreatinin, aseton darah, urin rutin, analisis gas darah, EKG.
  • Pemantauan :    -     Gula darah : setiap jam
-          Na, K, Cl : setiap 6 jam dalam 24 jam
-          Selanjutnya sesuai keadaan
·     Analisis gas darah : Bila pH < 7 saat masuk à periksa setiap 6 jam sampai dengan pH > 7,1 selanjutnya setiap hari sampai stabil.1

TERAPI
Akses intravena 2 jalur, salah satunya dicabang dengan 3 way:
I. Cairan :
·           NaCl 0.9 % diberikan ± 1-2 L pada 1 jam pertama, lalu ± 1 L pada jam kedua, lalu ± 0.5 L pada jam ketiga dan keempat, dan ±0.25 L pada jam kelima dan keenam, selanjutnya sesuai kebutuhan.
·           Jumlah cairan yang diberikan dalam 15 jam sekitar 5 L.
·           Jika Na+ > 155mEq/L à ganti cairan dengan NaCl 0.45 %
·           Jika GD < 200 mg/dL à ganti cairan dengan Dextrose 5 %
II. Insulin (Regular insulin = RI) :
·         Diberikan setelah 2 jam rehidrasi cairan
·         RI bolus 180 mU/kgBB IV, dilanjutkan sesuai protokol KAD
·         Jika kadar GD ada yang < 100 mg/dL : drip RI dihentikan
III. Kalium
  • Kalium (KCl) drip dimulai bersamaan dengan drip RI, dengan dosis 50 mEq/ 6 jam. Syarat: tidak ada gagal ginjal
IV. Natrium bikarbonat
  • Drip 100 mEq bila pH < 7.0, disertai KCl 26 mEq drip
         50 mEq bila pH 7.0 – 7.1 disertai KCl 13 mEq drip1

Penanganan KAD (diabetic ketoacidosis) memerlukan pemberian tiga agent berikut:
- Cairan : pasien penderita DKA biasanya mengalami deplesi cairan yang hebat dan adalah penting untuk mengekspansi nilai ECF nya dengan saline untuk memulihkan sirkulasinya.
- Insulin : Insulin intravena paling umum dipergunakan. Insulin intramuskular adalah alterantif bila pompa infus tidak tersedia atau bila akses vena mengalami kesulitan, misalnya pada anak anak kecil.
- Kalium: Meskipun ada kadar potassium serum normal, namun semua pasien penderita KAD mengalami deplesi kalium tubuh yang mungkin terjadi secara hebat.2


DAFTAR PUSTAKA
1.         Rani A, Sugondo S, Nasir A, Wijaya IP, Nafrialdi, Mansyur A. Panduan Pelayanan Medik Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Internal Publishing:Jakarta;2009. P20-2
2.         Syahputra MHD. Diabetik Ketoasidosis. Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Digitized by USU digital library:2003. Diunduh dari    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3473/1/biokimia-syahputra2.pdf
             [23 Jan 2011 jam 08.00 WIB]

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment