Saturday, February 4, 2012

MEKANISME KONTRAKSI OTOT


MEKANISME KONTRAKSI OTOT
Oleh Anggia Widyasari 

Timbul dan berakhirnya kontraksi otot terjadi dalam urutan tahap-tahap berikut :
  1. Suatu potensial aksi berjalan di sepanjang sebuah saraf motorik sampai ke ujungnya pada saraf otot.
  2. Pada setiap ujung, saraf menyekresi substansi neurotransmiter, yaitu astitilkolin dalam jumlah sedikit.
  3. Asetilkolin bekerja pada area setempat pada membran serat otot untuk membuka banyak saluran bergerbang asetilkolin melalui molekul protein dalam membran serta otot.
  4. Terbukanya saluran asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium untuk mengalir ke bagian dalam membran serat otot pada titik terminal saraf. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial aksi dalam serat otot.
  5. Potensial aksi akan berjalan di sepanjang membran serat otot dalam cara yang sama seperti potensial aksi berjalan di sepanjang membran saraf.
  6. Potensial aksi akan menimbulkan depolarisasi membran serat otot dan juga berjalan secara kedalam masuk ke serat otot, pada tempat dimana potensial aksi menyebabkan retikulum sarkoplasma melepaskan sejumlah besar ion kalsium yang telah disimpan dalam retikulum ke dalam miofibril.
  7. Ion-ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filamen aktin dan miosin, yang menyebabkan bergerak bersama-sama dan menghasilkan proses kontraksi.
  8. Setelah kurang dari satu detik, ion kalsium dipompa kembali ke dalam retikulum sarkoplasma, tempat ion-ion ini di simpan sampai potensial aksi otot yang baru datang lagi; pengeluaran ion kalsium dari miofibril akan menyebabkan kontraksi otot berhenti.


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment