Sunday, February 19, 2012

MIELOMA MULTIPEL


Oleh Anggia Widyasari

Merupakan pertumbuhan maligna dari sel plasma, bisa terjadi di sumsum tulang maupun di luar sumsum tulang. Median umur penderita mieloma multipel adalah 62 tahun. Sel plasma ganas ini memproduksi imunoglobulin monoklonal yang terdapat pada serum dan atau urine. Pertumbuhan sel plasma yang tidak terkontrol ini mempunyai konsekuensi yang luas antara lain kegagalan sumsum tulang, meningkatnya volume dan viskositas plasma, penekanan produksi imunoglobulin normal, destruksi tulang serta gangguan fungsi ginjal.

Sel plasma ganas akan mengakibatkan destruksi tulang dan kenaikan kadar kalsium darah. Kelainan darah dapat terjadi pada mieloma multipel berupa anemia, trombositopenia, leukopenia, dan gangguan faal hemostasis. Sedangkan adanya protein abnormal menyebabkan hiperproteinemia, hipervolemia, imunoglobulin monoklonal, sindroma hiperviskositas, kenaikan kadar β2 mikroglobulin dalam serum serta gangguan fungsi ginjal.
Penyakit ini dapat berlangsung tanpa gejala untuk beberapa tahun. Pada fase aktif barulah akan timbul keluhan. Keluhan paling sering berupa nyeri tulang. Pada fase terminal penderita akan meninggal akibat timbul komplikasi.
Keluhan nyeri sering dirasakan pada punggung bagian bawah dan dada. Nyeri yang timbul secara mendadak kemungkinana akibat fraktur atau kolaps vertebra. Rasa lemah , capai diakibatkan anemia yang timbul. Infeksi dapat timbul akibat neutropenia dan hipogammaglobulinemia. Hiperkalsemia akan mengakibatkan keluhan rasa capai, haus, mual, serta gangguan fungsi ginjal. Manifestasi lainnya yang dapat timbul yaitu perdarahan akibat ikatan protein monoklonal pada faktor pembeku / trombosit. Sistem syaraf yang paling sering berupa kompresi spinal.1
Diagnosis :
  1. Adanya infiltrasi sumsum tulang oleh plasma >30% dan atau adanya mikroplasmasitoma pada potongan atau asupan sumsum tulang.
  2. Lesi osteolisis
  3. Adanya protein monoklonal dalam serum (IgG>35 g/L; IgA > 20 g/L) dan atau urin (>1g/24 jam)
Tatalaksana :
Meskipun saat ini belum ada terapi mieloma multipel yang menyembuhkan, namun memungkinkan untuk meningkatkan status klinik serta ketahanan hidup dari penderita.
  • Kemoterapi, misalnya kombinasi melphan dan prednison yang merupakan gold standard untuk pengobatan mieloma multipel
  • Radioterapi diberikan untuk lesi tulang panjang yang kemungkinan besar akan mengalami fraktur
  • Penanganan terhadap keadaan khusus seperti hiperkalsemia, gangguan fungsi ginjal, dan hiperviskositas1
DAFTAR PUSTAKA
1.    Suharti P, Soenarto. Kelainan Hematologi Pada Usia Lanjut. Dalam: Martono H, Pranarka K, editors. Buku Ajar Boedhi-Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2010. h.342-46 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment