Sunday, March 18, 2012

ERITRODERMA


Oleh Rizka Hanifah
Dermatosis Eritroskuamosa
Dermatosis Eritroskuamosa adalah penyakit kulit yang ditandai dengan adanya eritema dan skuama, seperti : Psoriasis, parapsoriasis, pitiriasis rosea, eritroderma, dermatitis seboroik, lupus eritematosus, dan dermatofitosis.1

1.      Eritroderma
1.1  Definisi

Eritroderma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema universalis yang biasanya disertai dengan skuama.1

1.2 Patofisiologi
Pada eritroderma patofisiologi masih belum jelas, diduga terdapat agent dalam tubuh yang menyebabkan reaksi berupa pelebaran pembuluh darah secara universal. Aliran darah kek kulit meningkat sehingga terjadi kehilangan panas sehingga dapat terjadi hipotermia dan dehidrasi. Kehilangan panas ini menyebabkan hipermetabolisme sebagai kompensasi. Kehilangan skuama yang hebat menyebabkan kehilangan protein. Hipoproteinemia dengan berkurangnya albumin dan peningkatan relatif globulin tertama globulin gamma yang merupakan kelainan yang khas. Edema sering terjadi akibat pergeseran cairan ke ruang ekstravaskular. Eritroderma aku dan kronis dapat mengganggu mitosis rambut dan kuku berupa kerontokan rambut dan kehilangan kuku.1

1.3 Etiologi
Eritroderma dapat disebabkan oleh alergi obat, akibat perluasan penyakit kulit, dan akibat penyakit sistemik termasuk keganasan. Eritroderma akibat penyakit kulit sering kali disebabkan oleh psoriasis dan dermatitis seboroik.1

1.3.1 Eritroderma akibat alergi obat
Eritroderma dapat diakibatkan oleh alergi obat secara sistemik dengan jalan masuk mulut, hidung, rektum,  atau cara pemakaian obat luar lainnya. Waktu  mulai masuknya obat ke dalam tubuh hingga timbul penyakit bervariasi, dapat segera hingga dua minggu.1 Eritroderma pada penderita alergi obat berbeda dengan eritroderma pada umumnya yang biasanya disertai eritem dan skuama. Pada penderita alergi obat terlihat adanya eritema tanpa skuama, skuama justru baru akan timbul pada stadium penyembuhan. Obat yang sering menjadi penyebab adalah sulfonamid, penisilin dan fenilbutazon.2

1.3.2 Eritroderma karena psoriasis
            Psoriasis dapat menjadi eritroderma dengan dua cara yakni penyakitnya sendiri atau karena pengobatan yang teralu kuat, misalnya dengan topikal ter. Sebagian pasien menunjukan gejala klinis seperti kulit eritematosa yang agak meninggi dengan skuama yang lebih tebal, serta ditemukan pitting nail berupa lekukan miliar. Namun, sebagian pasien tidak menunjukan kelainan semacam itu sehingga hanya tampak eritema universal dengan skuama. Pada pasien demikian baru akan diketahui penyebabnya psoriasis bila telah diberi terapi kortikosteroid kemudian eritroderma berkurang dan tampak tanda-tanda psoriasis.1

1.3.3 Eritroderma karena Penyakit Leiner
Penyakit ini disebut juga eritroderma deskuamativatum. Etiologinya belum diketahui pasti, namun penyakit ini berhubungan erat dengan dermatitis seboroika karena hampir selalu disertai kelainan khas untuk dermatitis seboroik. Usia penderita antara 4 minggu sampai 20 minggu. Kelainan kulit ditandai dengan eritema universal dengan skuama yang kasar.1 

1.4 Pengobatan
Pengobatan eritroderma akibat alergi obat dapat diberikan kortikosteroid, dosis prednison 4x10 mg. Penyembuhan dapat terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu. Pada eritroderma akibat perluasan penyakit kulit, khususnya dermatitis seboroik dapat diberikan prednison dengan dosis 4 x 10-15 mg sehari. Dosis dapat diturunkan secara perlahan bila tampak perbaikan. Pada eritroderma kronis dapat diberikan diet tinggi protein karena terlepasnya skuama mengakibatkan kehilangan protein. Kulit juga perlu diolesi emolien untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi oleh eritema misalnya dengan salap lanolin atau krim urea 10%.1
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment