Wednesday, March 21, 2012

Giardia Lamblia


Oleh Rizka Hanifah

Epidemiologi
G.lamblia adalah protozoa parasit usus pada manusia yang umum terdapat di seluruh dunia, lebih banyak pada daerah dengan iklim lembab, dan lebih sering terjadi di negara berkembang. Pada sebagian besar negara berkembang, prevalensi giardiasis paling tinggi terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Manusia adalah reservoir utama dari infeksi, tetapi G.lamblia juga dapat menginfeksi anjing, kucing, dan lain-lain. Pada daerah endemik banyak terjadi karena suplai air yang telah terkontaminasi G.lamblia.23


Morfologi & Daur Hidup
G.lamblia memiliki dua bentuk morfologi yang terbagi atas stadium trofozoit (aktif) dan stadium kista (inaktif). Bentuk trofozoit atau vegetatif ini berukuran 14 mikron dengan bagian anterior yang membulat dan bagian posterior yang runcing. Permukaan dorsalnya cembung (konveks) dan bagian ventralnya cekung (konkaf) dengan satu batil isap yang besar. Trofozoit memiliki 4 pasang flagel dan sepasang aksostil.24 Kista berukuran 10-14 mikron, berbentuk oval  dan mempunyai 2 dinding tipis dan kuat. Pada kista muda terdapat 2 inti sedangkan kista matang memiliki 4 inti.24  
Kista G.lamblia dapat ditemukan pada feses penderita. Oleh karena itu, infeksi ini dapat menyebar secara fecal-oral. Kista G.lamblia juga dapat bertahan hidup di air selama dua bulan. Pada infeksi G.lamblia diperlukan penelanan sedikitnya 10 kista. Pada saat tiba di bagian awal usus halus, setiap kista melepaskan 4 trofozoit. Trofozoit ini kemudian berkolonisasi di lumen duodenum dan jejunum proksimal, dimana mereka melekat pada brush border sel eitel usus dan memperbanyak diri dengan fusi biner.25

Patofisiologi & Manifestasi Klinis
Kebanyakan kasus tidak menunjukkan gejala infeksi, namun sebagian kecil orang dapat lebih peka terhadap penyakit ini, biasanya gejalanya ringan dan sifatnya menahun sehingga penderita menjadi kurus dan lemah.23 Hal ini disebabkan perubahan fungsi pencernaan brush border akibat menempelnya G.lamblia.25 Parasit yang melekat pada mukosa dinding usus serta adanya kegiatan mekanik dan toksin dari parasit tersebut dapat menyebabkan peradangan ringan dan gangguan penyerapan lemak sehingga terjadi diare yang mengandung banyak lemak disebut steatorrhoea.23 Parasit ini juga dapat mengenai saluran dan kandung empedu sehingga timbul iritasi dan penyumbatan bilirubin.24 Giardiasis lebih umum bergejala pada anak dibandingkan orang dewasa. Masa inkubasi rata-rata G.lamblia adalah 8 hari dengan gejala paling umum adalah diare, nyeri perut, turun berat badan, dan gagal tumbuh.25

Diagnosis
Diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan ditemukannya parasit penyebabnya, baik bentuk kista (dalam tinja padat) maupun bentuk trofozoit (dalam tinja cair) pada pemeriksaan feses.24

Tata Laksana
Dehidrasi dan abnormalitas elektrolit harus segera ditangani bila ditemukan. Pengobatan metronidazol memiliki rata-rata kesembuhan 80-95% dalam 5-7 hari pengobatan sedangkan pengobatan dengan Tinidazol (nitroimidazol) memiliki rata-rata kesembuhan antara  90-100% setelah pemberian dosis tunggal, namun efikasi dan tingkat keamanaannya ditemukan berbatas pada anak-anak. Furazolidon juga terbukti efektif bila diberikan selama 7-10 hari, tersedia dalam bentuk cair, dan dinyatakan aman untuk anak-anak. Albendazol menunjukan kefektifan yang sama dengan metronidazol dengan efek samping yang lebih sedikit. Paromomisin, sebuah obat nonabsorbable aminoglikosida 50-70% efektif, dan direkomendasikan untuk tatalaksana ibu hamil dengan infeksi simptomatik. Jika terapi gagal, dapat diulang dengan obat yang sama. Kekambuhan sering muncul pada orang dengan imunocomprimized yang sering membutuhkan terapi yang berkepanjangan.23

23. Anonim. Giardia lamblia. Red book report of the committee on infectious diseases [online]. USA: American Academy of Pediatrics; 2009.  Diunduh pada tanggal 12 April 2011 http://aapredbook.aappublications.org/cgi/content/full/2009/1/3.44
24. Prianto J, Tjahjaya PU, Darwanto. Atlas parasitologi kedokteran. Jakarta: PT Gramedia; 2006. h.102
25. Behrman, Kliegman, Arvin. Wahab AS Ed. Ilmu kesehatan anak nelson. Jakarta: EGC; 2000;2:1193

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment