Sunday, March 25, 2012

INFEKSI KULIT OLEH PARASIT


Oleh Rizka Hanifah

Penyakit infeksi kulit oleh parasit hewani ada tiga jenis yakni, skabies, pedikulosis, dan creeping eruption. Masing-masing dari penyakit ini memiliki sebab yang berbeda. Mari kita bahas. 

Creeping Eruption

Penyakit ini ditandai dengan lesi pada tungkai, telapak kaki, tangan, bokong, anus, dan paha yang berbentuk garis berkelok-kelok, diatasnya bisa terdapat papul atau vesikel. Lesi ini terasa gatal dan lebih hebat saat malam hari. Selain gatal, lesi juga dapat terasa panas.
Penyebab dari penyakit ini adalah larva dari cacing tambang anjing dan kucing yakni Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. Mula-mula
ovum yang terdapat pada kotoran binatang berubah menjadi larva dan masuk ke kulit manusia. Kemudian larva tersebut berjalan-jalan di dalam kulit (dermoepidermal) sehingga membentuk terowongan atau garis berkelok-kelok sesuai perjalannya dalam kulit. Oleh karena itu, orang yang sering terkena creeping eruption ini adalah orang yang sering berkegiatan tanpa alas kaki seperti, anak-anak, petani, dan orang-orang yang sering berkontak dengan kotoran binatang.
Obat dari penyakit ini adalah albendazole 400 mg diminum 1x sehari selama 3 hari berturut-turut. Pengobatan topikal yang dapat diberikan adalah tiabendazole solusio selama 24-48 jam. 

Skabies

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya lesi kemerahan dapat disertai papul (bintil), vesikel (lenting), urtika, yang sangat gatal terutama malam hari. Biasanya karena garukan dapat mucul erosi, eksoriasi, dan krusta (koreng) di atasnya. Penyebabnya adalah infeksi sarcaptoscabiei yang merupakan sebuah tungau (kutu). Penyakit ini sering sekali dijumpai di pemukiman penduduk yang padat seperti pesantren, asrama, keluarga, dan lainnya. Penyakit ini sangat menular. Penularannya terjadi melalui kontak langsung (kulit-kulit) dan tak langsung (kulit-seprai, handuk, bantal). Lokasi dari penyakit ini pun khas, yakni di sela-sela jari, sela-sela bokong, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipat dada, lipat ketiak, dll. Untuk mendirikan diagnosis skabies ada 4 tanda utama yakni gatal pada malam hari, menyerang sekolompok orang, terdapat terowongan pada lesi, menemukan tungau. 
Oleh karena begitu menularnya penyakit ini, bila seseorang telah terdiganosis skabies maka pengobatan harus diberikan kepada seluruh orang yang tinggal bersamaan dengannya, pengobatan harus dilaksanakan secara serentak. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan krim scabicid (gameksan 1%) ke seluruh tubuh penderita dan didiamkan semalaman. Apabila ada seseorang saja yang tidak ikut pengobatan maka penyakit dari orang tersebut akan menularkan lagi ke orang-orang sekitarnya, sehingga pengobatan menjadi percuma. Scabicid (gameksan 1%) ini tidak boleh untuk wanita hamil dan anak di bawah 6 tahun. Oleh karena itu, untuk anak di bawah 6 tahun dapat diberikan krim permetrin 5%. Permetrin tidak dianjurkan untuk bayi di bawah umur 2 bulan.

Pedikulosis

Pedikulosis ini disebabkan oleh pediculus, yaitu parasit pada manusia yang menghisap darah. Parasit ini dapat tumbuh di kepala (kutu), badan, dan rambut pubis. Gejalanya adalah gatal. Untuk mendiagnosis penyakit ini diperlukan temuan langsung, misalnya pada rambut didapatkan telur pediculus atau pediculusnya sendiri (kutu), pada rambut pubis dapat ditemukan bercak abu-abu atau kebiruan, selain itu juga dapat ditemukan black dot (bercak kehitaman pada celana dalam putih yang sebenarnya berasal dari darah). Pada pediculosis korporis (pediculus yang menyerang badan) dapat ditemukan kutu atau telur pada pakaian. 
Pedikulosis ini diobati dengan gameksan 1% atau benzil benzoat 25%. Pada pediculosis kapitis (kutuan) gameksan dioleskan di kepala dan didiamkan selama 12 jam, pada pediculosis korporis dan pubis didiamkan selama 24 jam. 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment