Friday, March 23, 2012

INFEKSI KULIT (PIODERMA)

Oleh Rizka Hanifah

Pioderma itu berasal dari kata pio dan derma. Pio berarti nanah, dan derma berarti kulit, dengan kata lain artinya kulit bernanah. Dalam definisi di literatur pioderma adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh staphylococcus aureus atau streptococcus beta hemoliticus. Infeksi pada kulit ini dapat bersifat superfisial (hanya sebatas di epidermis) atau profunda (lebih dalam mencapai dermis). 
Jenis infeksi superfisial contohnya seperti, impetigo nonbulosa, impetigo bulosa, ektima, folikulitis, furunkel, dan karbunkel. Jenis infeksi profunda adalah selulitis, erisipelas, flegmon, abses multiple kelenjar keringat, hidradenitis. Pioderma dapat berupa infeksi primer dan infeksi sekunder. Penyakit kulit yang disertai pioderma sekunder disebut impetiginisata. Tandanya adalah pus, pustul, bula purulen.  

Siapakah orang yang mudah terkena infeksi kulit ini?

  1. Seseorang dengan Higiene yang buruk. Kulit yang kotor banyak mengandung bakteri yang didapat di luar, wajah yang jarang dicuci dapat menjadi tempat kolonisasi bakteri. Bila jumlah koloni bakteri telah mencukupi, bakteri dapat saja masuk dan menginfeksi kulit itu mengapa kita harus rajin membersihkan wajah. tentu dengan sabun yang tepat
  2. Seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah.  Semua infeksi akan dilawan dengan sistem imun tubuh, namun bila imun tubuh kita lemah maka infeksi akan merajalela, itu mengapa pada orang dengan imun yang lemah seperti pada orang HIV AIDS, malnutrisi, terkena penyakit kronik, kanker, diabetes melitus, akan lebih mudah terserang infeksi kulit. 
  3. Seseorang dengan penyakit lain di kulit. Penyakit kulit lain dapat mengganggu fungsi proteksi dari kulit, sehingga seseorang yang sedang memiliki sakit kuliy rentan untuk terserang penyakit kulit lainnya.
  4. Seseorang dengan luka pada kulit. Sekecil apapun luka dapat menjadi celah jalan masuk kuman.  
Bentuk infeksi ini adalah

Impetigo non bulosa/krustosa 
Ciri-ciri : pada anak, di wajah sekitar hidung dan mulut, berupa krusta kekuningan.
Obat Topikal : salap antibiotik eritromisin 1% atau mupirosin 2% 3x sehari
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Impetigo bulosa
Ciri-ciri : pada ketiak, dada, punggung, pasien datang dengan bula, atau koleret dengan dasar eritematosa. 
Obat topikal : bula diaspirasi, lalu diberi salap antibiotik eritromisin 1% atau mupirosin 2% 3x sehari
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Folikulitis (Radang folikel rambut)
Folikulitis superfisial : di tungkai bawah, papul atau pustul
Folikulitis profunda : di dagu, bibir atas, 
Obat Topikal : salap antibiotik eritromisin 1% atau mupirosin 2% 3x sehari
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Furunkel (Radang folikel rambut dan sekitarnya)
Ciri-ciri: di aksila dan bokong, tempat banyak friksi, berupa nodus, nyeri
Obat Topikal : salap antibiotik eritromisin 1% atau mupirosin 2% 3x sehari
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Ektima (ulkus dangkal)
Ciri-ciri: Krusta tebal bewarna kuning, di tungkai bawah
Obat Topikal : Kompres ulkus dengan kalikus permanganas (PK) dengan konsentrasi 1:5000 (larutkan dalam air sampai warnanya ungu), dapat ditambahkan antibiotik topikal  eritromisin 1% atau mupirosin 2% 3x sehari
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Pionikia (Radang di sekitar kuku)
Ciri-ciri : pada lipat kuku
Obat Topikal : kompres dengan antiseptik topikal, PK dnegan konsentrasi 1: 10000 (larutkan dalam air sampai warnanya pink), 
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan, bila terjadi abses subungual kuku

Erisipelas
Ciri-ciri : Merah, batas tegas, dengan gejala prodormal, tungkai bawah
Obat topikal : tungkai di elevasi, kompres dengan antiseptik topikal, PK dnegan konsentrasi 1: 10000 (larutkan dalam air sampai warnanya pink), 
Obat sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Selulitis
Ciri-ciri : mirip dengan erisipelas, infiltrat difus di subkutan, tungkai bawah
Obat : sama dengan erisipelas

Flegmon adalah selulitis dengan supurasi

Ulkus Piogenik
Ulkus dengan pus diatasnya. Lakukan pemeriksaan lab untuk memastikan sebab kuman
Obat topikal: Kompres ulkus dengan kalikus permanganas (PK) dengan konsentrasi 1:5000 (larutkan dalam air sampai warnanya ungu) 

Abses multiple kelenjar keringat
Ciri-ciri : anak,banyak keringat, abses multiple di daerah berkeringat, nodus, kubah, tak nyeri. 
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Hidraadenitis (infeksi kelenjar apokrin)
Ciri-ciri : dewasa muda, gejala konstitusi, ketiak, perineum, 
Obat Sistemik : Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan
Bila telah kronik, dan berbentuk abses maka diinsisi. 

Staphylococcus Scalded Skin Syndrome
Ciri-ciri: epidermolisis (kulit epidermisnya mengelupas) pada anak, atau dewasa dengan kerusakan ginjal, terdapat ISPA, otitis, tidak mengenai mukosa. 
Obat :  Klosasilin (50 mg/KgBB/hari dibagi dalam 4 dosis) 4 x 250-500 mg sebelum makan

Daftar Pustaka
Djuanda A. Pioderma Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke 5. Jakarta: FKUI: 2008
Panduan Pelayanan Media Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Tahun 2011
Reaksi:

1 komentar: