Saturday, April 21, 2012

Sejarah AIDS


AIDS adalah penyakit akibat infeksi HIV yg ditandai dengan imunosupresi berat sehingga menimbulkan berbagai gejala penyerta. AIDS pertama kali di temukan di Amerika Serikat dan saat ini telah dilaporkan terjadi di setiap negara di dunia. Hingga saat ini ,22 juta orang telah meninggal akibat AIDS sejak munculnya epidemi 20 tahun yg lalu. Saat ini di perkirakan 35-44 juta orang atau 1% penduduk dunia yg terinfeksi HIV, 1,4 juta penderita adalah anak-anak dan usia 17 juta perempuan. Negara berkembang menyumbang 95% penderita HIV dunia, sebagian besar kasus terjadi di Afrika yaitu sekitar 50%. Dalam 10 tahun terakhir,
peningkatan infeksi HIV tercepat terjadi di kawasan Asia Tenggara . Saat ini AIDs merupakan penyebab kematian nomor 5 pada orang dewasa berusia 25-44 tahun .

Peningkatan HIV di Indonesia mulai tahun 1999 akibat narkoba suntik ,hingga maret 2005 telah tercatat 6789 kasus . Pada tahun 2002 meningkat sehingga 90.000-130.000 penderita ,saat jumlah penderita mencapai 314.000 jiwa ,yg merupakan pertumbuhan epidemi tercepat di Asia dan diperkirakan akan mencapi dua kali lipat pada 2014 jika tidak dilakukan upaya pencegahan . Peningkatan penggunaan obat suntik dan krisis

Awalnya ,HIV hanya menyerang kelompok resiko tinggi seperti pengguna narkotika suntik,pekerja seks komersial dan pasangan seksualnya.Namun, saat ini telah mengenai berbagai lapisan masyarakat yg diawali okeh kelompok homoseksual yg kini telah terjadi pergeseran  di mana penularan secara heteroseksual dan narkoba suntik semakin meningkat . Berdasarkan penelitian epidemiolodi, telah teridentifikasi 5 kriteria kelompok yg beresiko menderita AIDS,pada 9-10% kasus lainnya faktor resiko tidak di ketahui atau tidak di laporkan.Kriteria kelompok itu adalah:

  • Laki-laki homoseksual atau biseksual merupakan kelompok terbesar penderita yaitu 46% dari seluruh kasus dan 56%  dari seluruh pria terinfeksi (14% diantarnya merupakan penyalah guna obat suntik).
  • Penyalah guna obat intravena tanpa riwayat homo seksual menyumbang 25%  dari total penderita.
  • Kontrak heteroseksual mencakup 11% populasi penderita .
  • Penerima Trasfusi darah lengkap dan komponen darah (Trombosit ,plasma) mencakup 1% penderita .
  • Penderita  hemofilia mencakup kurang dari 1% kasus (sebelum  1985) 

Penderita HIV/AIDS pada anak yg terdiagnosis saat berusia kurang dari 13 tahun menyumbang 1% kasus dari seluruh penderita  AIDS .Sekitar 90% disebabkan penularan virus dari Ibu ke bayi dan 10% lainnya adalah penderita hemofilia atau penyakit lain yg menerima transfusi darah.

Reaksi:

1 komentar:

  1. Great post. Thank you so much for sharing with us...

    ReplyDelete