Thursday, May 24, 2012

PNEUMOTORAKS


PNEUMOTORAKS
Pneumotoraks merupakan adanya gas dalam rongga pleura2. Terdapat beberapa jenis pneumotoraks. Pneumotoraks spontan terjadi tanpa didahului trauma torak. Pneumotoraks spontan primer terjadi tanpa adanya penyakit paru yang terkait, sementara pneumotoraks spontan sekunder terjadi akibat suatu penyakit paru. Pneumotoraks traumatik merupakan akibat luka pada dada,
baik yang mempenetrasi ataupun tidak. Pneumotoraks tegangan(tension) merupakan pneumotoraks dimana tekanan di rongga pleura positif selama siklus pernapasan.

1. Pneumotoraks Spontan Primer
Biasanya terjadi akibat ruptur dari bleb pleura apikal, yaitu ruang kecil kistik yang berada di dalam atau tepat di bawah pleura viseral. Pneumotoraks tipe ini terjadi hampir secara eksklusif pada perokok. Pasien pneumotoraks tipe ini sekitar setengahnya mengalami rekurens. Penatalaksanaannya adalah dengan aspirasi. Bila dengan aspirasi paru-paru belum berkembang, dapat dilakukan torakoskopi dengan abrasi pleura atau penjepitan bleb.

2. Pneumotoraks Spontan Sekunder
Biasanya akibat COPD, namun muncul juga pada penyakit paru lainnya. Pneumotoraks dengan penyakit paru ini lebih mengancam nyawa dibanding pada orang sehat, karena ketersediaan paru-paru yang normal berkurang. Pneumotoraks sekunder hampir semuanya ditangani dengan pemberian sclerosing agent seperti doxycycline.

3. Pneumotoraks Traumatik
Pneumotoraks tipe ini ditangani dengan tube thoracostomy, kecuali bia berukuran sangat kecil. Jika terdapat hemopnuemotoraks, maka salah satu pipa ditempatkan di bagian superior hemitoraks untuk evakuasi udara, sementara pipa lainnya dipasang di bagian inferior untuk menyedot darah.

4. Tension Pneumothorax
Kondisi ini biasanya terjadi saat dilakukan upaya resusitasi atau ventilasi mekanis. Tekanan pleura positif dapat mengancam nyawa karena ventilasi dapat amat terganggu dan karena tekanan positif ini diteruskan ke mediastinum, menimbulkan penurunan aliran balik vena ke jantung dan mengurangi curah jantung. Pneumotoraks ini ditandai kesulitan ventilasi saat resusitasi dan tingginya puncak tekanan inspirasi saat ventilasi mekanis. Diagnosis ditegakkan dengan temuan pembesaran hemitoraks tanpa bunyi nafas dan perpindahan mediastinum ke kontralateral. Kondisi ini merupakan suatu kegawatdaruratan. Jarum berukuran besar perlu dimasukkan ke rongga pleura pada ruang interkosta kedua anterior, dan bia keluar gas dalam jumlah banyak, diagnosis dapat dikonfirmasi, dilanjutkan oleh torakostomi.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment