Tuesday, July 17, 2012

Memahami Patofisiologi Bunyi Jantung

Cara mudah memahami patofisiologi bunyi jantung
Oleh Rizka Hanifah

Jantung memiliki empat buah katup dimana bunyi jantung terjadi karena penutupan katup tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bunyi jantung normal adalah lup dup. Dimana lup adalah bunyi saat sistol dan dup adalah bunyi saat diastol. Lalu apa itu murmur?

Murmur adalah bising jantung yang terjadi karena adanya turbulensi aliran darah. Murmur yang terjadi saat fase sistolik disebut murmur sistolik dan murmur yang terjadi saat fase diastolik adalah murmur diastolik. Bagaimana kita mengetahui secara pasti murmur tersebut jenis sitolik atau diastolik? adalah dengan memeriksa nadi pasien. Apabila murmur terdengar saat nadi berdenyut maka murmur tersebut adalah murmur sistolik, dan bila mumur tersebut terdengar saat nadi tidak berdenyut maka murmur tersebut adalah murmur diastolik. 

Setelah mengetahui bunyi jantung normal dan definisi murmur kita akan membahas mengenai patofisiologi terciptanya murmur. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan

1. Pada saat fase sistolik katup apa yang menutup? 

Yak, betul. saat fase sistolik katup trikuspid dan mitral menutup dan katup aorta serta pulmonal membuka. Cara mudah mengingatnya adalah saat sistolik aliran darah dialirkan ke seluruh tubuh berarti saat itu aorta-pulmonal akan membuka dan trikuspid-mitral akan menutup. 
Yang perlu diingat adalah bahwa saat sistolik, katup trikuspid dan mitral harus menutup secara sempurna dan aorta serta pulmonal harus membuka sempurna apabila tidak sempurna maka akan terjadi murmur
Sebagai contoh:
  1. Trikuspid-mitral tidak akan menutup secara sempurna bila katupnya mengalami insufisiensi (Regurgitasi) ketidaksempurnaan ini akan menyebabkan timbulnya murmur saat sistolik. Dengan kata lain, Mitral regurgitasi dan trikuspid regurgitasi akan menghasilkan suara murmur sistolik. 
  2. Aorta-Pulmonal tidak akan membuka secara sempurna bila katupnya mengalami stenosis. Ketidaksempurnaan ini akan menyebabkan timbulnya murmur sistolik. Dengan kata lain stenosis aorta-pulmonal akan menghasilkan suara murmur sistolik.

2. Pada saat fase diastolik katup apa yang menutup? 
Yak, betul. saat fase sistolik katup Aorta dan Pulmonal harus menutup sedangkan katup mitral dan trikuspid harus membuka. Cara mudah mengingatnya adalah saat diastolik adalah saat jantung mengisi dirinya dengan darah sebelum dialirkan ke seluruh tubuh berarti saat itu aorta-pulmonal akan menutup mencegah aliran ke seluruh tubuh dan trikuspid-mitral akan membuka untuk membiarkan pengisian berlangsung. 
Yang perlu diingat adalah bahwa saat diastolik, katup aorta dan pulmonal harus menutup secara SEMPURNA dan trikuspid-mitral harus membuka SEMPURNA apabila tidak sempurna maka akan terjadi murmur. 
Sebagai contoh:
  1. Aorta-pulmonal tidak akan menutup secara sempurna bila katupnya mengalami insufisiensi (Regurgitasi) ketidaksempurnaan ini akan menyebabkan timbulnya murmur saat diastolik. Dengan kata lain, aorta regurgitasi dan pulmonal regurgitasi akan menghasilkan suara murmur diastolik. 
  2. Mitral-trikuspid tidak akan membuka secara sempurna bila katupnya mengalami stenosis. Ketidaksempurnaan ini akan menyebabkan timbulnya murmur diastolik. Dengan kata lain stenosis aorta-pulmonal akan menghasilkan suara murmur diastolik.


Bagaimana paham? belum coba dibaca ulang.
Mari kita test!
  1. Apa bunyi jantung yang akan terdengar pada mitral regurgitasi? (berhentilah membaca, lalu berpikir sejenak)  Bagaimana pola pikirnya? Saat dikatakan mitral regurgitasi berarti mitral kehilangan kemampuan menutup secara sempurna, lalu saat apakah mitral harus menutup secara sempurna? jawabannya tentu saat sistolik, Maka jadilah murmur sistolik. 
  2. Apa bunyi jantung yang akan terdengar pada stenosis trikuspid? (berhentilah membaca, lalu berpikir sejenak) Bagaimana pola pikirnya? Saat dikatakan stenosis trikuspid berarti trikuspid kehilangan kemampuan membuka secara sempurna, lalu saat apakah trikuspid harus membuka secara sempurna? jawabannya tentu saat diastolik, Maka jadilah murmur diastolik.
  3. Apabila pada saat auskultasi katup jantung, pada daerah pulmonal kalian mendengar adanya murmur, saat diperiksa nadinya, murmur terjadi saat nadi berdegup, maka apa kemungkinan yang terjadi? (berhentilah membaca, lalu berpikir sejenak) Bagaimana pola pikirnya? Saat kalian mendengar murmur peganglah nadi, apabila murmur terjadi saat nadi berdegup berarti murmur tersebut adalah murmur sistolik. Kemudian, lokasi suara murmur terbesar ditemukan pada daerah pulmonal, kesimpulannya katup pulmonal telah kehilangan kesempurnaannya saat fase sistolik. Maka apa yang seharusnya katup pulmonal lakukan saat fase sistolik? jawabannya tentu membuka. Maka kesimpulannya katup pulmonal tidak sempurna membuka atau pulmonal mengalami stenosis.  
Semoga membantu. Bila ada kesulitan silahkan komentar





Reaksi:

2 komentar:

  1. UNTUK AWAM SUPAYA MENGETAHUI LEBIH DINI, BAGAIMANA SIH SESUNGGUHNYA CONTOH SUARA BISING JANTUNG ITU?
    JIKA MENGGUNAKAN TELINGA DITEMPEL PD DADA BAYI APA BISA MENGETAHUI MURMUR/BISING?

    ReplyDelete
  2. buat bang Markus Widjaya, saya komen ya (mohon admin koreksinya jika salah)..
    Utk membedakan suara bising jantung atw bukan, kita harus tahu dulu suara jantung yg normal itu bagaimana.. kalo trnyata saat mndngarkan suara jantung trnyata berbeda (ada suara lain/bising) dari normal yg kita ketahui, brarti ada masalah d jantung tsb..
    mendengarkan suara jantung sbaiknya pakai stetoskop, karena hasilny jauh lebih akurat dibandingkan dgn menempelkan telinga langsung k dada :)

    ReplyDelete