Sunday, July 15, 2012

Regurgitasi Trikuspid & Stenosis Trikuspid


Oleh Rizka Hanifah

REGURGITASI TRIKUSPID 
Regurgitasi trikuspid adalah kembalinya sebagian darah ke atrium kanan pada saat diastolik. Keadaan ini dapat terjadi primer yakni akibat kelainan organik katup maupun sekuder karena hipertensi pulmonal, perubahan fungsi maupun geometri ventrikel berupa dilatasi ventrikel kanan maupun anulus trikuspid. Penyakit jantung rematik dapat secara langsung mengenai katup trikuspid dan biasanya disertai dengan stenosis. Pada kelainan ini terjadi kenaikan tekanan akhir diastolik pada atrium dna ventrikel kanan. Tekanan atrium akan meningkat mendekati tekanan ventrikel kanan sesuai dengan kenaikan tekanan ventrikel kanan, yaitu sesuai dengan derajat kenaikan katup trikuspid. Tekanan sistolik arteri pulmonalis ventrikel kanan dapat dipakai sebagia petunjuk kasar regurgitasi primer atau sekunder. Bila tekanan kurang dari 40 mmHg dianggap cenderung ke arah primer. 
Manifestasi Klinis
Regurgitasi trikuspid tanpa hipertensi pulmonal biasanya
tidak memberikan keluhan dan dapat ditoleransi dengan baik. Rasio perempuan terhadap pria adalah 2:1, dengan rata-rata usia 40 tahun. Oleh karena lebih sering bersamaan dnegan stenosis mitral, maka gejala stenosis mitral biasnaya lebih dominan. 
Pemeriksaan Fisik
Pada inspeksi selalu terlihat adanya gambaran penurunan berat badan, kakeksia, sianosis, dan ikterus. Biasanya selalu dijumpai pelebaran vena jugularis. Akan terlihat juga impuls ventrikel kanan yang mencolok. Pada saat sistolik juga dapat teraba impuls atrium kanan pada garis sternal kiri bawah. Pada asukultasi dapat terdengar S3 dari ventrikel aknan yang terdengar lebih keras saat terjadi inspirasi, dana bila disertai hipertensi pulmonal suara P2 akan mengeras. Perlu diingat bahwa derajat bising pada regurgitasi trikuspid akan meningkat pada inspirasi. Adanya kenaikan aliran melalui katup trikuspid dapat menimbulkan bising diastolik parasternal kiri. 
Pemeriksaan Penunjang
Pulsed color doppler echocardiography, merupakan sarana yang mempunyai akurasi, sensitivitas dan spesivitas yang tinggi dalam menentukan adanya regurgitasi trikuspid. 
Pengobatan 
Konservatif. Ditujukan terutama bila terdapat tanda-tanda kegagalan fungsi jantung berupa istirahat, pemakaian diuretik dan digitalis. Tanpa suatu tanda hipertensi pulmonale biasnaya tidak diperlukan suatu tindakan pembedahan. 

STENOSIS TRIKUSPID 
Stenosis trikuspid merupakan kelainan katup yang jarang ditemukan, dan paling sering merupakan penyakit jantung reumatik yang menyertai kelainan katup mitral atau aorta. Kejadian ini lebih sering terjadi pada perempuan dengan umur 20-60 tahun. 
Etiologi penyakit ini selalu disebabkan oleh penyakit jantung reumatik. Keadaan lain yang dapat menajdi etiologi adalah atresia trikuspid, tumor atrium kanan, sindrom karsinoid dan vegetasi pada daun katup. Perubahan anatomik sering ditemukan sebagaimnaa stenosis mitral berupa fusi dan pemendekan korda tendinea dan fusi pinggiran katup. Sebagai mana katup mitral, stenosis sering diiringi dnegan regurgitasi. Atrium kanan akan melebar dengan dinding yang tebal. Pada keadaan normal pressure gradient hanya 1 mmHg. Bila meningkat sampai 2 mmHg sudah dpaat menunjukana danya stenosis trikuspid. 
Manifestasi Klinis
Rendahnya curah jantung, mudah lelah, dan adanya kongesti sistemik dan hepatomegai menimbulkan keluhan tidak enak pada perut. Perut membesar dan bengkak umum. Beberapa pasien mengeluh denyut pada leher akibat besarnya gelombang a pada vena jugularis. Pemeriksaan Fisik Oleh karena sering menyertai kelainan katup lain, stenosis trikuspid ini tidak terdiagnosis, kecuali memang snegaja dicari. Pada auskultasi dapat terdengar opening snap pada garis sternal kiri sampai pada xifoideus, terutama presistolik. Bising ini akan menjadi lebih keras pada inspirasi, dan melemah pada ekspirasi dan manuver valsava karena menurunnya aliran darah melalui trikuspid.
Pemeriksaan Penunjang 
Gambaran pembesaran atrium kanan pada EKG berupa gelombang p yang tinggi dan tajam pada sadapan II, demikian pula pada V1. Pada pemeriksaan foto toraks didapatkan pembesaran atrium kanan dan vena kava superior tanpa pembesaran arteri pulmonalis. Tidak didapatkan pembendungan paru. Ekokardigrafi menunjukan penebala daun katup trikuspid dnegan gambaran dooming dan adanya gradient transvalvular pada pemeriksaan dopler. 
Pengobatan
Dalam hal ini dibutuhkan diuretik atau retriksi konsumsi garam. Keadaan ini dubtuhkan untuk memeprbaiki fungsi hati yang snagat dibutuhkan apda saat operasi. Selain itu, pemakaian antibiotik dapat mencegah terjadinya endokarditis infektif. Tindakan operasi dapat berupa komisurotomi tapi bila disertai regurgitasi dapat dilakukan anulopasti secara bersamaan.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment