Tuesday, October 23, 2012

BERBAGAI CARA KB ALAMI


Tulisan tentang KB ini diharapkan mampu membantu pembaca untuk memilih KB yang tepat untuk dirinya.

Cara Kb dapat terbagi atas
1. Alamiah (tanpa obat, tanpa alat)
2. Hormonal (dengan obat)
3. Mekanik (dengan alat)
4. Operasi (steril)

Cara alamiah terbagi atas

Senggama terputus
Yakni pengeluaran pengeluaran penis sebelum terjadinya ejakulasi (pengeluaran sperma). Perlu diketahui bahwa cara ini tidak terlalu efektif. Kenapa? Karena dapat terjadi pengeluaran mani sebelum ejakulasi yang dapat mengandung sperma terutama pada hubungan yang berulang (repeated coitus). Selain itu pengeluaran penis sering kali terlambat, dan pengeluaran penis yang dekat dengan vulva (bagian luar kelamin perempuan).

Pembilasan pasca senggama
Teknik ini dilakukan dengan pembilasan vagina setelah berhubungan seksual. Dapat dilakukan dengan air biasa atau tambahan cuka (membunuh sperma). Namun cara ini juga kurang efektif, kenapa? Karena sebelum pembilasan sperma dapat telah memasuki leher rahim sehingga tidak terbilas dengan air maupun cuka.

Memperpanjang masa menyusui
Menyusui memang dapat mencegah pematangan sel telur (ovulasi) dan memperpanjang masa tidak haid setelah melahirkan (amenorea postpartum) namun pematangan telur dapat saja terjadi lebih dahulu dibandingkan haid sehingga ibu dapat hamil sebelum mendapatkan haid. Oleh karena itu cara ini juga dianggap kurang efektif.

Pantang Berkala (sistem kalender)
Prinsipnya cara ini menghindari masa subur dari seorang perempuan. Masa subur seorang perempuan yang disebut juga fase ovulasi berlangsung 48 jam sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi, sebelum dan sesudahnya perempuan itu dalam keadaan tidak subur.
Bagaimana cara mengetahui masa suburnya? Rumus mudahnya seperti ini:
Siklus – 14 hari = X
Hari pertama haid + X = Y (Y adalah masa ovulasi. Masa subur adalah Y-2 sd Y+1)

Contoh:
 Apabila siklus haid Nani 30 hari, dan tanggal pertama haidnya adalah 15 Agustus maka: waktu ovulasi Nani adalah (30-14 = 16 hari). 15 Agustus + 16 hari = 31 Agustus (berarti waktu suburnya adalah 28 agustus – 1 September)
Apabila siklus haid Dewi 28 hari dan tanggal pertama haidnya adalah 10 Juli maka waktu ovulasi Dewi adalah (28-14 = 14 hari). 10 Juli + 14 hari = 24 Juli (berarti waktu suburnya adalah 22 Juli – 25 Juli)

Namun pada wanita yang haidnya tidak teratur, masa ovulasi ini jadi sulit ditentukan. Caranya adalah dengan mencatat daur haid terpendek dan daur haid terpanjang. Masa daur haid terpendek dikurang 18 hari dan daur haid terpanjang dikurang 11. Untuk menggunakan cara ini perempuan tersebut diharapkan mencatat daur haidnya minimal selama 6 bulan.
Cara ini akan menjadi lebih efektif bila disertai pengukuran suhu basal badan, dimana bila masa ovulasi menjelang, suhu badan basal akan turun. Apabila masa ovulasi telah lewat suhu basal badan akan kembali meningkat.

Bagaimana cara kontrasepsi Hormonal? Silahkan buka artikel berikutnya
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment