Tuesday, November 6, 2012

Mengenal Sirosis Lebih Dekat


Apa itu sirosis?
Sirosis atau biasa disebut sebagai fibrosis hati. Fibrosis adalah bentuk respon dari liver yang cidera atau terluka. Pada fibrosis terjadi kelebihan dari komponen matriks ekstraselular seperti kolagen, glikoprotein, dan proteoglikan. Akibatnya struktur hati yang normal berubahan menjadi bernodul-nodul. Perubahan bentuk ini dapat terjadi dalam beberapa minggu sampai beberapa tahun.

Apa penyebab sirosis?

Selain alkohol, hepatitis C, hepatitis B, dan nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) juga menjadi penyebab sirosis. Penyakit lain yang dapat menyebabkan sirosis adalah hepatitis autoimun, sirosis bilier primer, penyakit wilson, regurgitasi tricuspid, gagal jantung kanan, dll. Obat yang dapat merusak hati antara lain methrotrexate, methyldopa, dan amiodarone.

Bagaimana patofisiologinya?
Terbentuknya fibrosis menunjukan gangguan dari keseimbangan proses produksi dan degradasi matriks ekstraseluler, kemampuan produksi yang meningkat atau kemampuan degradasi yang menurun.
Di hati, sel stellate yang terletak di perisinusoidal, berfungsi memproduksi matriks ekstraseluler bila terpapar oleh faktor parakrin. Faktor-faktor ini dapat diproduksi oleh hepatosit, sel kupffer, atau endotelium sinusoid, yang terluka. Dengan kata lain, proses inflamasi dapat menyebabkan sel stellate membentuk matriks ekstraseluler.

Apa Komplikasinya?
Pasien dengan sirosis hati menyebabkan peningkatan tekanan dara pada vena porta atau kita kenal sebagai hipertensi porta. Hipertensi porta ini disebabkan oleh faktor dinamis dan statis. Faktor statis yang dimaksud adalah pada sirosis terjadi perubahan arsitektur hati dimana, terjadi deposisi kolagen pada space of disse. Akibatnya terjadi peningkatan resistensi aliran darah. Faktor dinamis dalam hal ini adalh nitrit oksida yang diproduksi oleh endotel. Pada sirosis terjadi penurunan produksi nitrit oksida oleh sel endotel yang menyebabkan sel stellate berkontraksi. Kontraksi sel stellate ini menyebabkan vasokontriksi hepatic sinusoid. Selain itu, pada pasien sirosis ditemukan peningkatan arterial flow dari splanic, sehinga meningkatkan aliran vena splanic ke hati. Peningkatan ini terjadi akibat penurunan resistensi vaskular dan peningkatan cardiac output pada pasien dengan sirosis. Hal ini disebabkan oleh peningkatan nitrit oksida.
Asites adalah akumulasi cairan di daerah ruang peritoneal. Cairan ini dapat bersifat transudat atau eksudat. Transudat umumnya berasal dari cairan yang keluar dari kapsula hepar akibat ketidakseimbangan hukum straling. Sedangkan cairan eksudatif umumnya berasal akibat proses inflamasi atau tumor di peritoneum. Perbedaan keduanya terletak pada besar albumin. Pada eksudat jumlah albumin lebih dari 2.5 g/dL, sedangkan transudat sebaliknya.
Pada sirosis, proses terjadinya asites adalah, cairan dan protein plasma berdifusi melewati endotelial sinusoid ke dalam space of disse. Cairan di space of disse masuk ke dalam aliran limfatik dan pergi ke vena porta dan vena central dalam hati. Ketika aliran dalam limfatik melebihi kemampuan cisterna chyli dan thoracic duct untuk membersihkan, cairan keluar ke insterstitial. Cairan kemudian berekstravasasi melewati kapsula hepar ke ruang peritoneum.
Selain hipertensi portal, asites, pada sirosis hati juga dapat terjadi hepatic encephalophaty. Pada keadaan ini terjadi gangguan metabolisme otak dan peningkatan permeabilitas dari blood brain barrier yang menyebabkan zat zat neurotoksin dapat masuk ke otak. Zat neurotoksin tersebut antara lain asam lemak rantai pendek, mercaptans, false neurotransmitter (tyramine, octopamine, dan beta phenylethanolamines), ammonia, dan GABA.

Bagaimana prognosis sirosis?
Prognosis sirosis ditentukan oleh Child-Turcotte-Pugh Scoring System. Komponen dari MELD score ini adalah keberadaan enchephalopathy, asites, jumlah bilirubin, jumlah albumin, protrombin time.

Bagaimana pengobatan sirosis?
Prinsip dari pengobatan sirosis adalah mentatalaksana komplikasi dan mencegah kemunculannya. Pemberian tablet zinc 220 mg per oral 2x sehari dapat mencegah dysgeusia dan meningkatkan nafsu makan. Zinc juga berguna untuk menghilangkan otot yang keram dan terapi tambahan untuk hepatic encephalophaty. Selain itu, pasien dengan sirosis rentan terkena osteoporosis. Suplementasi calcium dan vitamin D sangat berguna.

Apakah obat yang harus dihindari?
Berikut adalah obat-obatan yang harus dihindari. NSAIDs, Isoniazid, asam valproat, erythromicin, Amoxicillin, ketoconalzole, chlorpromazine, dll

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment