Apotik Online - BeliObatOnline.com

Mau beli obat secara online? Buka aja BeliObatOnline.com. Pengiriman ke seluruh Indonesia. Harga khusus pemesanan banyak. Aman dan Terpercaya

Jasa Cari dan Buka Jurnal Kedokteran Berbayar

Butuh partner cari jurnal? mau buka jurnal berbayar? yuk lihat buktinya! cuma 20.000/jurnal.

Jasa Pembuatan Tinjauan Pustaka dan Slide Presentasi

Sibuk? Butuh bantuan membuat tinjauan pustaka atau slide presentasi? Hubungi Kami. Klik di sini.

Terjemahan Inggris-Indonesia untuk Umum dan Kedokteran

Butuh bantuan untuk menerjemahkan? Kami bisa bantu. Lihat kualitas kerja kami di sini.

Artikel Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat

Tersedia berbagai macam artikel untuk masyarakat agar bisa lebih mengerti kesehatan dengan baik.

Tuesday, February 28, 2012

FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI


FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI
Oleh:
Rr. Dewi Sitoresmi A

Tujuan dari respirasi adalah menyediakan oksigen bagi jaringan dan mengeluarkan karbondioksida. Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, respirasi dapat dibagi menjadi 4 kejadian fungsional mayor, yaitu:
1. ventilasi pulmonal, yang artinya masuk dan keluarnya udara antara atmosfer dan alveoli paru.
2. difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan darah
3. Transport oksigen dan karbondioksida di darah dan cairan tubuh ke dan dari sel-sel tubuh.
4. Regulasi ventilasi dan pengaturan respirasi lain.

 
MEKANISME VENTILASI PULMONAL
Paru dapat berekspansi dan berkontraksi dalam 2 cara, yaitu:1

Friday, February 24, 2012

PENYEBAB CACAT BAWAAN

Rizka Hanifah

Teratologi atau dismorfologi adalah bidang yang mempelajari kelainan kongenital malformasi atau cacat bawaan yaitu bentuk fisik yang tidak biasa ditemukan pada kelompok umur atau etnis tertentu. Anomali struktur yang bersifat mayor, terjadi pada 2-3% neonatus, menyebabkan 21% kematian pada balita. Anomali minor seperti microtia terjadi pada sekitar 15% neonatus dan tidak berakibat buruk pada kesehatan. Akan tetapi, anomali minor dapat menjadi petunjuk adanya anomali mayor. Penyebab 40-60% kecacatan tidak diketahui. Faktor genetik menyebabkan 15% kecacatan, faktor lingkungan 10%, kombinasi genetik dan lingkungan 20-25%, dan kehamilan kembar menyebabkan 0,5-1%.

Cacat bawaan dapat digolongkan atas beberapa penyebab yaitu

Perkembangan & Gangguan Bicara pada Anak


Oleh Rizka Hanifah

Bahasa merupakan salah satu parameter perkembangan anak. Kemampuan bicara dan bahasa melibatkan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak. Kemampuan bahasa pada umumnya dapat dibedakan atas kemampuan reseptif (mendengar dan memahami) dan kemampuan ekspresif (berbicara).

Proses fisiologi bicara
Bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral yang membutuhkan kombinasi serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh seperti, sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung.

Terdapat 2 hal proses terjadinya bicara, yaitu

Wednesday, February 22, 2012

HIPERURISEMIA, GOUT


Oleh Rizka Hanifah

Hiperurisemia adalah istilah kedokteran yang berarti kondisi kadar asam urat dalam darah melebihi “normal” yaitu lebih dari 7,0 mg/dl. Hiperurisemia terjadi akibat meningkatnya produksi atau menurunnya pembuangan asam urat, atau kombinasi dari keduanya. Kondisi menetapnya hiperurisemia menjadi predisposisi (faktor pendukung) seseorang mengalami radang sendi (gouty arthritis), batu ginjal, dan gangguan ginjal.3

Etiologi hiperurisemia8
Penyebab hiperurisemia dan gout dapat dibedakan menjadi

Tuesday, February 21, 2012

KOMPLIKASI DAN REHABILITASI FRAKTUR


Oleh Rizka Hanifah

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa. Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung, misalnya benturan pada lengan bawah yang menyebabkan patah tulang radius dan ulna, dan dapat berupa trauma tidak langsung, misalnya jatuh bertumpu pada tangan yang menyebabkan tulang klavikula atau radius distal patah.

Komplikasi fraktur
1) Komplikasi Awal

Monday, February 20, 2012

FARMAKOLOGI OBAT NYERI

PENATALAKSANAAN NYERI

Oleh Rizka Hanifah

Sebelum kita masuk ke penatalaksanaanya.. kayaknya penting bagi teman2 untuk tahu apa sih penyebab nyeri itu.. =)

Stimulus fisik atau kimia menyebabkan kerusakan sel, sel yang rusak mengaktifkan fosfolipase A2  sehingga terjadi hidrolisis fosfolipid membran, kemudian keluarlah asam arachidonat (AA)1

Selanjutnya AA ini akan melalui proses metabolisme. Metabolit AA ini disebut juga sebagai eukasinoid yang memerantai setiap peradangan.2 PGE2 dan PGI2 yang merupakan metabolit AA akan mensensitasi ujung saraf aferen terhadap rangsangan mekanis dan kimia kemudian menurunkan ambang rangsang nociceptor sehingga menimbulkan nyeri.1 


Fakta bahwa

Sunday, February 19, 2012

MIELOMA MULTIPEL


Oleh Anggia Widyasari

Merupakan pertumbuhan maligna dari sel plasma, bisa terjadi di sumsum tulang maupun di luar sumsum tulang. Median umur penderita mieloma multipel adalah 62 tahun. Sel plasma ganas ini memproduksi imunoglobulin monoklonal yang terdapat pada serum dan atau urine. Pertumbuhan sel plasma yang tidak terkontrol ini mempunyai konsekuensi yang luas antara lain kegagalan sumsum tulang, meningkatnya volume dan viskositas plasma, penekanan produksi imunoglobulin normal, destruksi tulang serta gangguan fungsi ginjal.

Saturday, February 18, 2012

Renungan At-Takaatsur

Ini hanyalah sebuah renungan saya mengenai surat ini, surat yang saya sangat sukai.. Surat yang dekat sekali dengan keduniawian..

(1) Alhaakumut takaatsur
(2) Hattazurtumul maqaabir
(3 )Kallaa saufa ta'lamuun
(4) Tsumma kallaa saufa ta'lamuun
(5) Kallaa lau ta'lamuuna 'ilmal yakiin
(6) Latarawunnal jahiim
(7) Tsumma latarawunnahaa 'ainal yaqiin
(8) Tsumma latus 'alunna yauma 'idzin 'anin na'im

Perhatikan artinya..

Wednesday, February 15, 2012

EPILEPSI


Oleh Rizka Hanifah 

Kata epilepsi berasal dari kata Yunani “epilambanein” yang berarti “serangan”. Epilepsi bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala yang dapat timbul karena penyakit. Epilepsi ialah manifestasi gangguan otak dengan berbagai etiologi namun dengan gejala tunggal yang khas, yaitu seragan berkala yang disebabkan oleh lepas muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel.1
Epilepsi didefinisikan sebagai kumpulan gejala dan tanda-tanda klinis yang muncul disebabkan gangguan fungsi otak secara intermiten, yang terjadi akibat lepas muatan listrik abnormal atau berlebihan dari neuron-neuron secara

Saturday, February 11, 2012

KETOASIDOSIS DIABETIKUM


Oleh Anggia Widyasari

Ketoasidosis diabetikum adalah kondisi dekompensasi metabolik akibat defisiensi insulin absolut atau relatif dan merupakan komplikasi akut diabes mellitus yang serius. Gambaran klinis utama KAD adalah hiperglikemia, ketosis, dan asidosis metabolik.1
Faktor pemicu yang paling umum dalam perkembangan Ketoacidosis Diabetic (KAD) adalah infeksi, infark miokardial, trauma, ataupun kehilangan insulin.  Menurunnya transport glukosa kedalam jaringan jaringan tubuh akan menimbulkan hiperglikaemia yang meningkatkan glikosuria. Meningkatnya lipolysis akan menyebabkan

Tuesday, February 7, 2012

OBAT PELUMPUH OTOT


OBAT PELUMPUH OTOT
Oleh Anggia Widyasari

Menurut mekanisme kerjanya, obat ini dapat dibagi dalam 2 golongan, yaitu :
1. Obat penghambat kompetitif yang menstabilkan membran, misal d-tubokurarin
2. Obat penghambat secara depolarisasi persisten misalnya suksinilkolin.
Obat pelumpuh otot atau penghambat transmisi neuromuskular dapat berinteraksi dengan reseptor asetilkolin dengan cara mendepolarisasi endplate atau dengan berkompetisi dengan tempat perikatan asetilkolin. Mekanisme yang pertama terdapat pada obat-obat depolarisasi sementara yang kedua terdapat pada agen nondepolarisasi.2
Pelumpuh otot depolarisasi memiliki struktur yang sangat dekat dengan asetilkolin sehingga dapat berikatan dengan reseptor asetilkolin dan menimbulkan potensial aksi dari otot. Akan tetapi obat ini tidak dimetabolisme oleh asetilkolinesterase dan bertahan di celah sinaps lebih lama sehingga depolarisasi endplate terjadi lebih lama. 3
Depolarisasi endplate yang berlanjut akan mengakibatkan

Saturday, February 4, 2012

MEKANISME KONTRAKSI OTOT


MEKANISME KONTRAKSI OTOT
Oleh Anggia Widyasari 

Timbul dan berakhirnya kontraksi otot terjadi dalam urutan tahap-tahap berikut :
  1. Suatu potensial aksi berjalan di sepanjang sebuah saraf motorik sampai ke ujungnya pada saraf otot.
  2. Pada setiap ujung, saraf menyekresi substansi neurotransmiter, yaitu astitilkolin dalam jumlah sedikit.
  3. Asetilkolin bekerja pada area setempat pada membran serat otot untuk membuka banyak saluran bergerbang asetilkolin melalui molekul protein dalam membran serta otot.
  4. Terbukanya saluran asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium untuk mengalir ke bagian dalam membran serat otot pada titik terminal saraf. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial aksi dalam serat otot.

Friday, February 3, 2012

TRAUMA TUMPUL PADA MATA


Oleh Fahry Hamka & Rizka Hanifah

Mata sering mendapat trauma dari luar karena merupakan organ yang langsung berhubungan dengan lingkungan luar, tetapi mata mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti rongga orbita, kelopak, dan jaringan lemak retrobulbar, reflex memejam dan mengedip. Trauma dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata dan kelopak, saraf mata, dan rongga orbita. Kerusakan mata akan dapat mengakibatkan atau memberikan penyulit sehingga mengganggu fungsi penglihatan. Trauma pada mata memerlukan perawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya penyulit yang lebih berat yang akan mengakibatkan kebutaan.
Pada trauma mata, dapat terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
  1. Trauma tumpul
  2. Trauma tembus bola mata
  3. Trauma kimia
  4. Trauma radiasi
Trauma pada matadapat mengenai jaringan di bawah ini secara terpisah atau menjadi sebuah gabungan trauma jaringan mata. Trauma dapat mengenai jaringan mata seperti kelopak mata, konjungtiva, kornea, uveitis, lensa, retina, papil saraf optic, dan orbita
2. 1.     Trauma Tumpul
2.1.1.   Trauma pada Kelopak Mata