Oleh Fahry Hamka & Rizka Hanifah
Mata sering mendapat trauma dari luar karena
merupakan organ yang langsung berhubungan dengan lingkungan luar, tetapi mata
mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti rongga orbita, kelopak, dan
jaringan lemak retrobulbar, reflex memejam dan mengedip. Trauma dapat
mengakibatkan kerusakan pada bola mata dan kelopak, saraf mata, dan rongga
orbita. Kerusakan mata akan dapat mengakibatkan atau memberikan penyulit
sehingga mengganggu fungsi penglihatan. Trauma pada mata memerlukan perawatan
yang tepat untuk mencegah terjadinya penyulit yang lebih berat yang akan
mengakibatkan kebutaan.
Pada
trauma mata, dapat terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
- Trauma tumpul
- Trauma tembus bola
mata
- Trauma kimia
- Trauma radiasi
Trauma pada matadapat mengenai jaringan di bawah ini
secara terpisah atau menjadi sebuah gabungan trauma jaringan mata. Trauma dapat
mengenai jaringan mata seperti kelopak mata, konjungtiva, kornea, uveitis,
lensa, retina, papil saraf optic, dan orbita
2. 1. Trauma Tumpul
2.1.1. Trauma pada Kelopak Mata