Thursday, April 25, 2013

Pendekatan Diagnosis Demam Pada Anak



Demam adalah peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus. Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5-37,2°C. Derajat suhu yang dapat dikatakan demam adalah rectal temperature ≥38,0°C atau oral temperature ≥37,5°C atau axillary temperature ≥37,2°C.


Pendekatan diagnosis demam  pada anak dimulai dengan membedakan apakah demam tersebut akut atau kronik. Menurut beberapa literatur demam akut didefinisikan sebagai demam < 7 hari, sedangkan demam kronik > 7 hari. 

Pendekatan Demam Akut. 
Demam akut pada anak dapat disebabkan oleh penyakit infeksi dan non infeksi. Penyakit non infeksi yang dapat menyebabkan demam pada anak antara lain setelah demam vaksinasi, keracunan, heat stroke, penggunaan obat dan kerusakan sistem saraf. Sedangkan demam karena infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit. 

Perbedaan dari penyebab demam infeksi dan non infeksi terletak pada gejala prodormalnya (malaise, mual dll) pada demam karena non infeksi umumnya gejala prodormalnya timbul lebih dahulu daripada demamnya, sedangkan pada demam karena infeksi demam terjadi lebih  dahulu daripada gejala prodormal. 

Selain itu, penyebab demam akut karena non infeksi ini juga bisa disingkirkan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:
  • Apakah anak ibu baru melakukan imunisasi sebelumnya? (menyingkirkan imunisasi)
  • Apakah anak ibu baru berasal dari ruangan yang sangat panas? (menyingkirkan heat stroke)
  • Apakah ia memakan sesuatu yang baru sebelumnya? (menyingkirkan keracunan)
  • Apakah ia  mengkonsumsi obat-obatan tertentu? (obat yang dicurigai antibiotik, antihistamin, sulphonamide)
  • Apakah sebelumnya ada cedera kepala? (menyingkirkan gangguan saraf pusat, seperti perdarahan otak)
  • Apakah anak ibu malas minum? atau terus menerus berkeringatan? (menyingkirkan dehidrasi)
Penyebab infeksi pada demam akut dapat dibedakan dari karakter demamnya,
  1. Virus : Karakternya adalah demam yang mendadak tinggi (hari pertama langsung 39C) 
  2. Bakteri : Demam yang semakin meninggi secara bertahap biasanya bakteri tipikal seperti streptococcus sp, staphylococcus sp, dll) Pada bakteri atipikal demam bersifat subfebris atau peninggian suhu yang sedikit di atas normal (contoh: 37,5 C. Bakteri atipikal antara lain Mycobacterium tuberculosis) 
  3. Jamur : Demam yang disebabkan oleh jamur umumnya bersifat subfebris. 
  4. Parasit : Ciri demam yang disebabkan oleh parasit cukup beragam, infeksi parasit yang mirip dengan virus antara lain malaria. 
Apabila penyebabnya adalah infeksi maka harus diketahui lokasi infeksinya dengan pertanyaan berikut:
1. Apakah ada sakit kepala? Pusing? Kejang? Penurunan kesadaran?
2. Apakah ada nyeri telinga? cairan keluar dari telinga?  
3. Apakah ada mata merah? silau lihat cahaya?
4. Apakah ada nyeri menelan? 
5. Apakah ada batuk? pilek? sesak nafas?
6. Apakah ada nyeri perut? BAB cair? sulit BAB? mual? muntah?
7. Apakah ada timbul ruam atau benjolan pada kulit?
8. Apakah ada nyeri saat berkemih? air seni yang sedikit-sedikit keluar? apakah anak menangis saat berkemih? apakah
9. Apakah ada nyeri-nyeri pada tulang? pada otot?
10. Apakah ada benjolan di leher? lipat paha? belakang telinga? 
11. dll


Apabila ada gejala yang menonjol pada salah satu sistem di atas, kemungkinan besar infeksi terjadi pada sistem tersebut seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran nafas, infeksi pencernaan/gastroenteritis, infeksi telinga, dan lain-lain. Infeksi seperti ini disebut sebagai infeksi fokal sedangkan bila gejala menonjol hampir di setiap lokasi maka bisa jadi infeksi ini bersifat sistemik seperti pada penyakit demam berdarah, leukimia akut, ataupun infeksi lokal yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuh, maka perhatikan lokasi gejala pertama yang muncul.

Demam Kronik
Demam kronik atau demam lebih dari 7 hari juga bisa disebabkan oleh infeksi dan non-infeksi. Penyebab non infeksi antara lain penyakit autoimun seperti juvenille rheumotoid arthritis, keganasan, hipertiroid, obat-obatan, dll. Sedangkan penyebab infeksi pada demam kronik masih terbagi atas virus, bakteri, jamur, parasit hanya saja, hanya jenis-jenis tertentu yang bisa membuat demam kronik. 

Pendekatan penyebab non infeksi adalah sesuai kecurigaannya:
1. Apakah ada penurunan berat badan drastis? Ada benjolan yang tumbuh semakin cepat?
2. Apakah ada nyeri-nyeri pada sendi? kekauan sendi di pagi hari?
3. Apakah ada rambut yang mudah rontok, tangan sering bergetar?
4. Apakah ada konsumsi obat-obatan tertentu?

Sedangkan pada infeksi, jenis virus yang bisa menyebabkan infeksi kronik seperti hepatitis, polio, HIV, eipstein barr. Bakteri seperti TB. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah:
1. Nyeri perut kanan atas? tubuh menjadi lebih kuning? BAK bewarna coklat?
2. Sering diare? Sering batuk pilek lama? Mudah sakit-sakitan?
3. Batuk-batuk lama? Berat badan sulit naik? keluarga ada yang menderita hal serupa/TBC?


Sumber:
1. Clinical Approach Fever in Infants. http://www.merckmanuals.com/professional/pediatrics/approach_to_the_care_of_normal_infants_and_children/fever_in_infants_and_children.html
2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31365/4/Chapter%20II.pdf
3. Diskusi dengan Dr Jonardi SpA



 
Reaksi:

1 komentar:

  1. Terimakasih sangat bermanfaat dan memang mencegah lebih baik dari pada mengobati ..

    ReplyDelete