Tuesday, April 2, 2013

Tahi Lalat


Nevus Pigmentosus

Menurut kamus Kedokteran Dorland, tahi lalat atau nevus pigmentosus adalah suatu nevus yang mengandung melanin, sedangkan definisi nevus sendiri adalah setiap lesi kongenital kulit; tanda lahir, atau suatu bentuk hamartoma (nodul jinak menyerupai tumor yang terdiri dari sel-sel dan jaringan matur yang tumbuh berlebih, normal terdapat pada bagian yang terkena, tetapi tidak beraturan dan sering didominasi oleh salah satu elemen) berupa malformasi berbatas tegas yang stabil pada kulit dan kadang pada selaput lendir mulut, yang bukan disebabkan oleh penyebab eksternal dan karenanya diduga berasal dari keturunan. Kelebihan (atau kekurangan) jaringan dapat melibatkan unsur epidermis, jaringan penyambung, adneksa, saraf, atau elemen vaskular.


            Sebenarnya nevus pigmentosus tidak berbahaya, akan tetapi ada jenis nevus yang berbahaya yaitu nevus dysplastic. Definisinya adalah nevus atipik yang didapat dengan tepi tidak beraturan, batas tak jelas, dan warna tercampur, sering kali terdapat dalam jumlah besar, yang ditandai dengan displasia melanositik intraepidermal dan sering kali merupakan prekursor melanoma maligna. Nevus dysplastic ini berpotensi menjadi kanker kulit dan nevus ini biasanya bersifat turun temurun. Nevus displastik lebih besar daripada sebagian besar nevus yang lain (diameter sering lebih dari 5 mm). Tidak seperti tahi lalat biasa, nevus displastik memiliki kecenderungan terbentuk di permukaan tubuh yang tidak terpajan maupun terpajan sinar matahari.

Yogi Ismail Gani S.Ked
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment