Wednesday, May 1, 2013

Sistem Kardiovaskular pada Janin


·         Sistem Kardiovaskular pada Janin
      Oleh Yogi Ismail Gani S.Ked 
Pada janin masih terdapat fungsi foramen ovale, duktus arteriosus Botalli, arteria umbilikales laterales, dan duktus venosus Arantii. Pertama-tama darah dari uterus masuk ke dalam tubuh janin melalui vena umbilikalis. Selanjutnya akan melalui duktus venosus Arantii dan mengalir ke vena kava inferior mengarah ke atrium dekstra. Dari atrium dekstra sebagian besar darah ini akan mengalir secara fisiologik ke atrium sinistra melalui foramen ovale. Setelah dari atrium sinistra, darah akan  mengalir ke ventrikel sinistrayang kemudian akan dipompakan ke aorta.

Hanya sebagian kecil darah dari atrium dekstra mengalir ke ventrikel dekstra bersama-sama dengan darah yang berasal dari vena kava superior. Karena tekanan paru-paru kecil, sebagian besar darah dari ventrikel dekstra yang seharusnya mengalir melalui arteri pulmonalis ke paru-paru, akan mengalir melalui duktus arteriosus Botalli ke aorta. Sebagian kecil akan menuju ke paru-paru, dan selanjutnya kembali ke jantung melalui vena pulmonalis ke atrium sinistra.
Darah dari aorta akan mengalir ke seluruh tubuh untuk memberi nutrisi dan oksigenasi pada sel-sel tubuh. Darah dari sel-sel tubuh yang miskin oksigen serta penuh dengan sisa-sisa pembakaran dan sebagainya akan dialirkan ke plasenta melalui arteria umbilikales. Demikian seterusnya, sirkulasi janin ini berlangsung ketika janin berada di dalam  uterus2. Hb yang dibuat oleh janin adalah hemoglobin fetal tipe F (HbF) sedangkan pada orang dewasa adalah HbA. Eritrosit yang mengandung HbF mempunyai daya penarik lebih tinggi terhadap oksigen dibanding HbA dalam  keadaan pO2 dan Ph darah yang sama.

Sumber :
Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi. Ed 2. Jakarta: EGC, 1989.

Ingin bertanya ke Dokter Yogi? email: ismail_milanisti@yahoo.com
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment