Saturday, June 1, 2013

Perikarditis



Perikarditis
Oleh Yogi Ismail Gani S.Ked

                Perikarditis adalah peradangan reikard parietalis, viseralis, atau keduanya. Respons perkard terhadap peradangan bervariasi dari akumulasi cairan atau darah (efusi perikard), deposisi fibrin, proliferasi jaringan fibrosa, pembentukan granuloma atau kalsifikasi. Itulah sebabnya manifestasi klinik perikarditis sangat bervariasi dari yang tidak khas sampai yang khas.
Klasifikasi Perikarditis
                Variasi klinis perikarditis sangat luas mulai dari efusi perikard tanpa tanda tamponad, tamponad jantung, perikarditis akut, dan perikarditis konstriktif.

Patogenesis
                Salah satu reaksi radang pada perikarditis akut adalah penumpukan cairan (eksudasi) di dalam rongga perikard yang disebut sebagai efusi perikard. Efek hemodinamik efusi perikard ditentukan oleh jumlah dan kecepatan pembentukan cairan perikard. Efusi yang banyak atau timbul cepat akan menghambat pengisian ventrikel, penurunan volume akhir diastolik sehingga curah jantung sekuncup dan semenit berkurang. Kompensasinya  adalah takikardia, tetapi pada tahap berat atau kritis akan menyebabkan gangguan sirkulasi dengan penurunan tekanan darah serta gangguan perfusi organ dengan segala akibatnya yang disebut sebagai tamponad jantung. Bila reaksi radang ini berlanjut terus, perikard mengalami fibrosis, jaringan parut luas, penebalan, kalsifikasi dan juga terisi eksudat, yang akan menghambat proses diastolik ventrikel, mengurangi isi sekuncup dan semenit serta mengakibatkan kongesti sistemik.
Tamponad
                Tamponad terjadi bila jumlah efusi perikard menyebabkan hambatan serius aliran darah ke jantung (gangguan diastolik ventrikel). Penyebab tersering adalah neoplasma, idiopatik, dan uremia. Perdarahan intraperikard juga dapat terjadi akibat dari kateterisasi jantung intervensi koroner, pemasangan pacu jantung, tuberkulosis, dan penggunaan antikoagulan.
                Keadaan umum penderita tampak buruk/berat. Tekanan darah turun, peninggian tekanan vena jugularis à tanda kusmaule (penurunan tekanan vena jugularis pada saat inspirasi), takikardia, nadi lemah dengan tekanan nadi kecil, bunyi jantung yang lemah, serta napas yang cepat. Pelebaran area pekak prekordial, pulsus paradoksus (penurunan tekanan sistolik > 10 mg pada inspirasi). Pulsus paradoksus terjadi karena pembesaran ventrikel kanan akibat inspirasi, menekan septum dan rongga ventrikel kiri, hingga mengurangi volume ventrikel kiri dan menurunkan curah jantung sekuncup.
                Tamponad jantung merupakan keadaan darurat dan harus diatasi dengan pungsi perikard. Etiologi harus dicari seperti pada perikarditis lainnya dan diobati sesuai penyebabnya.
Perikarditis akut
                Perikarditis akut adalah peradangan primer maupun sekunder perikardium parietalis/viseralis atau keduanya. Etiologi bervariasi luas dari virus, bakteri, tuberkulosis, jamur, uremia, neoplasia, autoimun, trauma, infark jantung sampai ke idiopatik. Keluhan paling sering adalah sakit/nyeri dada yang tajam, retrosternal atau sebelah kiri. Bertambah sakit bila bernafas, batuk atau menelan. Keluhan lainnya rasa sulit bernafas karena nyeri pleuritik di atas atau karena efusi perikard.
                Pemeriksaan jasmani didapatkan friction rub presistolik, sistolik atau diastolik. Bila efusi banyak atau cepat terjadi, akan didapatkan tanda tamponad. EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Gelombang T umumnya ke atas, tetapi bila ada miokarditis akan ke bawah (inversi). Foto jantung normal atau membesar (bila ada efusi perikard). Foto paru dapat normal atau menunjukkan patologi (misalnya bila penyebabnya tumor paru, TBC, dan lain-lain).
                Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan: leukosit, ureum, kreatinin, enzim jantung, mikrobiologis parasitologis, serologis, virologis, patologis dan imunologis untuk mencari penyebab peradangan dari sediaan darah, cairan perikard atau jaringan biopsi perikard. Ekokradiografi diharapkan untuk:
1.       Menunjukkan efusi perikard, perkiraan jumlah dan lokasinya.
2.       Menilai kontraktilitas ventrikel kiri (akan terganggu bila ada miokarditis).
3.       Membedakan perikarditis dengan infark jantung.
Penatalaksanaan Perikarditis Akut
                Semua penderita perikarditis akut harus dirawat untuk menilai/observasi timbulnya tamponad (1 dalam 10 perikarditis akut) dan membedakannya dengan infark jantung akut. Ekokardiografi diperlukan untuk mengira banyaknya efusi perikard.
                OAINS (obat anti inflamasi nonsteroid) dipakai sebagai dasar pengobatan medikamentosa (mengurangi rasa sakit dan anti-inflamasi). Kortikosteroid (prednisolon oral 60mg/hari) diperlukan bila sakitnya tidak teratasi dengan OAINS. Pungsi perikard dilakukan untuk tindakan diagnostik. Bila timbul tamponad, maka pungsi perikard dilakukan sebagai tindakan terapi. Perikarditis rekurens (non-bakterial/virus yang dibuktikan dengan PCR) dapat diobati dengan kolkisin 1 mg-2 mg/hari. P
Perikarditis Konstriktif Kronik
                Peradangan kronik perikard menyebabkan penebalan, fibrosis, fusi viseral dan parietal perikard yang mengurangi rongga perikard. Etiologi mulai dari idiopatik, pasca perikardiotomi, tuberkulosis, radiasi, keganasan, bekas perikarditis purulen, lain-lain seperti uremia, reumatoid artritis, lupus eritematosus sistemik, dan obat. Penderita tampak seperti mengalami gagal jantung kronik. Keluhan disebabkan oleh penurunan curah jantung seperti lelah, takikardia dan bengkak. Pemeriksaan jasmani menunjukkan tanda gagal jantung kanan seperti tekanan vena jugularis meninggi dengan tanda kusmaule (peninggian tekanan vena jugularis saat inspirasi), pembesaran hati, asites, dan edema tungkai.
                Foto toraks menunjukkan perkapuran pada setengah pasien (terutama etiologi TBC). EKG menunjukkan voltase rendah (low voltage) atau gelombang T yang datar (generalized T wave flattening). Ekokardiografi menunjukkan penebalan perikard, ada tidaknya cairan perikard dan gerak septum interventrikel yang abnormal. Bila tersedia CT scan/MRI akan tampak penebalan dan kalsifikasi perikardium. Bila dilakukan kateterisasi jantung maka akan ditemukan kesamaan tekanan akhir diastolik dari keempat ruang jantung dengan gelombang Y yang dominan.
                Penatalaksanaan dapat dimulai dengan diuretik untuk mengurangi gejala sesak dan retensi cairan. Reseksi  perikard (perikardiektomi) merupakan terapi kausal dan umumnya akan memperbaiki keluhan dan memperbaiki prognosis. Bila penyebabnya radiasi atau miokard yang telah mengalami fibrosis atau atrofi, maka prognosisnya sangat buruk.
Daftar Pustaka
Panggabean, Marulam M. Perikarditis. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 5 jilid 2. Jakarta: InternaPublishing; 2009. Hal: 1725-1726.
Reaksi:

1 komentar: