Tuesday, September 17, 2013

Mata Merah? Konjungtivitis, Skleritis, Episkleritis?

Siapa yang belum pernah mengalami kemerahan pada mata? Humm saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Tetapi tidak semua orang tahu obatnya :)

Mata merah dalam kedokteran terbagi menjadi mata merah dengan penurunan penglihatan dan tanpa penurunan penglihatan.

Jelas kalau mata merah Anda disertai dengan penurunan penglihatan segera pergi ke dokter spesialis mata (bukan dokter umum ya).

Kalau mata merah tanpa penurunan penglihatan ada berbagai tipe juga. Yang paling umum adalah konjungtivitis, atau peradangan pada konjungtiva.
Konjungtivitis ini merahnya seluruh bagian mata, bisa mengenai satu atau kedua mata. Tidak ada rasa nyeri, namun biasanya mengeluarkan sekret-sekret (jadi lebih banyak belekan atau berair) warna sekretnya ini bisa bening (infeksi virus), bisa juga hijau kuning (bakteri).

Obatnya? Tetes mata antibiotik bila dugaan infeksi bakteri. Ingat, tetes mata antibiotik saja dulu tanpa perlu campuran steroid di dalamnya (bisa ditanya di apotik). Kalau virus? Sabar saja ya, dia akan membaik dengan sendirinya kok :)

Selain konjungtivitis, mata merah lain tanpa penurunan tajam penglihatan adalah skleritis. Berbeda dengan konjungtivitis, skleritis ini mata merah yang disertai rasa sakit. Perih. Umumnya tidak mengeluarkan banyak sekret.

Lainnya adalah episkleritis, ciri-cirinya mata merah, yang tidak nyeri juga tidak mengeluarkan sekret yang banyak.
Nah pengobatan episkleritis dan skleritis ini bisa dengan tetes mata yang mengandung kortikosteroid (bisa ditanya di apotik)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment