Sunday, December 22, 2013

Azotemia



Sebagian besar pada kasus yang akut, perhitungan GFR tidak tersedia, maka sangat penting untuk mengukur GFR dari level kreatinin serum untuk menyediakan dosis tepat dari obat yang dieksresikan lewat urin. Serum kreatinin sering digunakan sebagai marker untuk GFR, dan GFR berhubungan secara langsung eksresi kreatinin urin dan berbanding terbaloik dengan kreatinin serum (UCr/PCr). Jadi GFR akan turun dengan kenaikan PCr. Kegagalan dalam penghitungan penurunan GFR dalam pen-dosisan obat dapat berakibat pada kelainan dan kematian atas keracunan obat (contohnya digoxin, aminoglycosides). 

Penurunan GFR dapat berujung pada retensi dari nitrogenous waste products (azotemia) seperti urea nitrogen serum dan kreatinin serum.  Azotemia dapat terjadi karena adanya penurunan perfusi ginjal, penyakit instrinsik ginjal, dan proses posrenal (obstruksi ureteral).
Kreatinin adalah zat yang berukuran kecil, difiltrasi dengan bebas, yang kadar hari perhari nya hanya akan bervariasi sedikit karena dihasilkan oleh metabolism kreatin oleh otot. Bagaimanapun, kadar kreatinin serum dapat meningkat secara akut bila memakan daging. Kreatinin bisa disekresi oleh tubulus proksimal lewat jalur kation organic.  Sebuah rumus untuk memperkirakan bersihan kreatinin pada laki-laki dewasa di buat oleh Cockcroft-Gault:

Nilai ini harus dikalikan 0,85 untuk wanita. Penurunan sedikit demi sedikit pada otot karena penyakit kronis, penggunaan glukokortikoid kronis, dan malnutrisi dapat menutupi perubahan GFR karena ada png erubahan pada keratinin serum.  Determinasi GFR yang lebih akurat bila terdapat kemungkinan bias tadi menggunakan bersihan inulin atau marker radionuclide-labeled seperti 125I-iothalamate atau EDTA.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment