Sunday, December 8, 2013

Elektrokardiogram




                Aktifitas elektrik yang dihasilkan otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi menyebar ke jaringan-jaringan yang mengelilingi jantung dan dikonduksikan lewat cairan tubuh. Sebagian kecil aktifitas elektrik ini mencapai permukaan tubuh, dapat dideteksi dengan elektroda perekam. Rekaman yang diproduksi disebut elektrokardiogram (EKG). EKG:
1.       EKG adalah rekaman porsi aktifitas elektrik yang terinduksi pada cairan tubuh dari impuls-impuls jantung yang mencapai permukaan tubuh. Bukanlah merupakan rekaman langsung atas aktifitas elektrik jantung.
2.       EKG merupakan sebuah rekaman kompleks yang menunjukkan seluruh penyebaran atas hal yang terjadi pada jantung, selama depolarisasi dan repolarisasi. EKG bukanlah rekaman dari sekali potensial aksi pada sebuah sel, pada titik tertentu.
Rekaman dalam waktu apapun, menunjukkan jumlah aktifitas elektrik pada semua sel otot jantung, walaupun beberapa mungkin telah memulai potensial aksi walaupun beberapa yang lain belum teraktifasi (misalnya SA nodeàatrium, ventrikel). Jadi keseluruhan pola aktifitas elektrik BERVARIASI terhadap waktu, tergantunf perjalanan impuls.
3.       Rekaman menunjukkan perbandingan pada voltase yang dideteksi oleh elektroda pada dua titik yang berbeda pada permukaan tubuh, jadi BUKANLAH POTENSIAL AKTUAL.
Contohnya, EKG tidak merekam potensial sama sekali pada saat otot ventrikel dalam depolarisasi sempurna/ repolarisasi sempurna, kedua elektroda menunjukkan potensial yang sama, jadi tidak ada perbedaan potensial  antara kedua elektroda yang terekam.


Komponen EKG
Untuk menginterpretasi gelombang hasil rekaman EKG, yang harus diketahui adalah sekuens penyebaran eksitasi jantung dan posisi jantunf relative terhadap letak elektroda. 3 bentuk gelombang EKG:
-          Gelombang P = depolarisasi atrium
-          Kompleks QRS = depolarisasi ventrikel
-          Gelombang T = repolarisasi ventrikel

Gelombang tidak dimulai dengan terbangkitnya SA node karena aktifitas elektriknya tidak mencukupi untuk mencapai permukaan. Sedangkan tidak adanya repolarisasi atrium karena terjadi simultan dan tertutup oleh kompleks QRS.
Gelombang P jauh lebih kecil daripada kompleks QRS karena massa atrium lebih kecil dibandingkan dengan massa ventrikel (aktifitas elektrik lebih kecil). Periode saat EKG menetap pada baseline yaitu:
-          Saat AV nodal delay, ditunjukkan pada interval waktu antara akhir gelombang P dan permulaan QRS kompleks (PR segmen)
-          Saat ventrikel terdepolarisasi sempurna dan sel kontraktil jantung memasuki fase plato sebelum terepolarisasi (ST segmen). Menunjukkan waktu selama ventrikel teraktivasi sempurna, dan ventrikel  sedang berkontraksi (pengosongan)
-          Saat otot jantung dalam keadaan istirahat sempurna dan pengisian ventrikel sedang berlangsung (TP interval)
IX. Interpretasi EKG
                Karena aktifitas elektrik memicu aktifitas mekanik, pola elektrik yang abnormal biasanya diikuti dengan aktifitas kontraksi yang abnormal juga. Jadi EKG sangat berguna untuk mengetahui status fungsi jantung.  Hal yang diperhatikan:
-          Abnormalitas pada jarak (rate)
Jarak antara 2 kompleks QRS dikalibrasi ke suatu detak ke detak jantung berikutnya. Heart rate yang cepat, lebih dari 100 detak per menit dikenal sebagai takikardi. Lawannya bradikardi (< 60)
-          Abnormalitas pada ritme
Ritme merupakan keteraturan pada gelombang ECG, adanya variasi dari ritme normal dan sekuens eksitasi dari jantung disebut aritmia. Bisa muncul misalnya karena adanya ektopik foci, perubahan aktivitas SA node, ataupun gangguan dalam konduksi. Heart rate juga bisa mengalami gangguan.

dr. Atika
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment