Tuesday, December 24, 2013

Obstruksi saluran pencernaan: Malrotasi



        Selama masa fetus, usus tengah menempel ke yolk sac dan melingkar keluar ke umbilical cord. Sekitar 10 minggu usia kehamilan, usus kembali memasuki abdomen dan berputar berlawanan jarum jam sekitar arteri mesenterika superior hingga akhirnya cecum tiba di kuadran kanan bawah. Duodenum berputar dibelakang arteri dan berhenti di ligamentum Treitz di kuadran kiri atas. Kemudian dasar mesenteri difiksasi dengan menempel di posterior abdomen.

        Saat rotasi yang terjadi tidak sempurna atau abnormal, maka terjadi malrotasi. Rotasi tidak sempurna terjadi saat cecum berhenti disekitar kuadran kanan atas, dan duodenum gagal berpindah kebelakang arteri mesenterika. Akhirnya terbentuklah radiks mesenteri yang sangat sempit. Hal ini menyebabkan si anak rentan menderita volvulus usus tengah (volvulus adalah adanya pelintiran lebih dari 180% pada lengkung usus). Volvulus dilaporkan telah mengenai  cecum, kolon transversum, fleksura splenika, dan kolon sigmoid. Perdefinisi, volvulus merupakan bentuk obstruksi lengkung tertutup. Volvulus berhubungan dengan distensi perut dan nyeri abdomen yang berat.
        Dalam keadaan seperti ini, biasanya terjadi perlekatan mesenterium yang abnormal (disebut pita-pita Ladd), memanjang dari cecum dan melewati duodenum. Perlekatan yang tidak normal ini bisa menyebabkan obstruksi parsial duodenum.

        Manifestasi klinis. Sekitar 60% anak-anak dengan malrotasi menunjukkan gejala berupa muntah  bercampur empedu dalam usia 1 bulan. Sedangkan 40% sisanya menunjukkan gejala ini lebih lambat, bahkan bisa juga pada saat balita. Selain menunjukkan gejala muntah campur empedu pada, bayi berumur 1 bulan (atau kurang) juga menujukkan tanda-tanda obstruksi usus akut. Sedangkan bayi yang lebih tua datang dengan episode-episode nyeri perut berulang yang menyerupai kolik. Kadang-kadang pasien juga menunjukkan tanda-tanda malabsorpsi dan kehilangan protein karena enteropati, hal ini berhubungan dengan pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

        Dimulainya gejala muntah bisa disebabkan obstruksi oleh pita-pita Ladd (bahkan walaupun tanpa volvulus). Saat volvulus usus tengah terjadi, venous drainage usus terganggu, dan hal ini menyebabkan terjadinya iskemia, nyeri, tenderness, dan bisa terdapat darah di tinja ataupun muntah. Usus itu sendiri akan mengalami nekrosis iskemia, dan sang anak bisa menunjukkan tanda-tanda sepsis. Volvulus memang merupakan komplikasi malrotasi yang mengancam jiwa.

        Diagnosis. Diagnosis dapat dibuat dengan ultrasound atau studi radiografi dengan kontras. Foto polos abdomen biasanya tidak spesifik namun dapat menunjukkan bukti obstruksi duodenum dengan double bubble sign. Barium enema juga dapat digunakan untuk menunjukkan malposisi cecum namun pada 10% pasien justru menunjukkan gambaran normal.

        Tata laksana.Intervensi bedah direkomendasikan pada pasien yang menunjukkan abnormalitas rotasi yang signifikan, bahkan untuk usia berapapun. Bahkan jika volvulus terjadi, pembedahan harus dikerjakan segera, dengan begitu volvulus dikurangi, dan duodenum dan jejunum bagian atas bebas dari pita apapun dan tetap didalam rongga abdomen.

        Prognosis. Iskemi usus halus yang sangat luas karena volvulus dapat menyebabkan short bowel syndrome. Sedangkan bila gejala persisten walau setelah pembedahan, dapat dicurigai adanya gangguan pergerakan usus berupa pseudoobstruction.

Penulis: dr. Atika
Reaksi:

1 komentar: