Thursday, December 26, 2013

Proteinuria

Proteinuria berarti ditemukannya protein didalam urin, merupakan salah satu kelainan di urin yang sering ditemukan pada anak dengan penyakit ginjal parenkim. Bila ditmeukan bersamaan dengan hematuria, hampir selalu menunjukkan adanya kelainan ginjal yang mendasarinya. Sebaliknya proteinuria saja, dapat disebabkan oleh berbagai penyakit nonrenal  seperti kejang demam, gagal jantung kongestif, perubahan postur, stress emosional, dll.

Individu yang memiliki proteinuria signifikan dalam urin pagi pertama dalam 3 hari (> 1+ pada dipstix, atau protein/ creatinine >0,2) disebut memiliki proteinuria menetap. Proteinuria menetap mengindikasikan penyakit injal, baik itu tubuluar atau glomeular.

Variasi penyakit ginjal ditandai dnegan meningkatnya permeabilitas dinding kapiler glomerular, sehingga menyebabkan terjadinya proteinuria. Glomerular proteinuria bisa terdapat dalam rentang <1 g="" to="">30 gr/24 hr. Biasa disebut menjadi ‘selective’ (bila kehilangan plasma protein dalam jumlah molekuler, dan termasuk pula albumin. Atau ‘nonselective’ (kehilangan albumin dan protein yang cukup besar seperti IgG).


TABLE 526-1   -- Causes of Proteinuriaoteinuria
TRANSIENT PROTEINURIA


Fever
  

Exercise
  

Dehydration
  

Cold exposure
  

Congestive heart failure
  

Seizure
  

Stress
ORTHOSTATIC (POSTURAL) PROTEINURIA
GLOMERULAR DISEASES CHARACTERIZED BY ISOLATED PROTEINURIA

  

Focal segmental golmerulosclerosis
  

Mesangial proliferative glomerulonephritis
  

Membranous nephropathy
  

Membranoproliferative glomerulonephritis
  

Amyloidosis
  

Diabetic nephropathy
  

Sickle cell nephropathy
GLOMERULAR DISEASES WITH PROTEINURIA AS A FEATURE

  

Acute postinfectious glomerulonephritis
  

IgA nephropathy
  

Henoch-Schönlein purpura nephritis
  

Lupus nephritis
  

Alport syndrome
TUBULAR DISEASES

  

Cystinosis
  

Wilson disease
  

Lowe syndrome
  

Galactosemia
  

Tubulointerstitial nephritis
  

Heavy metal poisoning
  

Acute tubular necrosis
  

Renal dysplasia
  

Polycystic kidney disease
  

Reflux nephropathy


Glomerular proteinuria harus dicurigai pada pasien yang urin paginya memiliki perbandingan rasio protein/ kreatinin > 1,0. Glomerular proteinemia juga dicurigai bila proteinuria yang terjadi disertai dengan hipertensi, hematuria, edema, dan disfungsi renal. Kelainan yang karakteristik utamanya proteinuria juga adalah focal segmental glomerulosclerosis, mesangial proliferative glomerulonephritis, membranous nephropathy, membranoproliferative glomerulonephritis, amyloidosis, diabetic nephropathy, dan obesity-related glomerulopathy. Acute postinfectious glomerulonephritis, IgA nephropathy, lupus nephritis, Henoch-Schönlein purpura nephritis, and Alport syndrome.Evaluasi pertama pada anak yang menderita proteinuria menetap harus dihitung serum kratinin  dan panel elektrolit, rasio urin pagi pertma,. Pada pasien asimtomatik dengan proteinuria tingkat rendah (protein/creatinine ratio 0.2-1.0). Bila temuan lain normal seluruhnya, biopsy renal tidak diindikasikan karena proses yang mendasarinya kemungkinan transien/ sedang dalam penyembuhan.
Proteinuria overload
Apabila protein dengan beat molekul rendah yang difiltrai normal oleh glomerulus kemudian direabsorpsi kembali oleh tubulus namun masih ditmeukan dalam jumlah besar dan melewati daya reabsorpsi tubulus, maka akan terjadi proteinuria. Jenis proteinuria ini disebut proteinuria overload. Keadaan ini mungkin terjadi akibat masuknya bahan yang belrebihan seperti immunoglobulin rantai ringan (myeloma multiple), lisozim (leukemia mielositik), mioglobulin (rhabdomiolisis)

Proteinuria karena perubahan hemodinamik
            Perubahan-perubahan factor hemodinamik intrarenal dapat mempengaruhi selektifitas glomerulus dan menimbulkan proteinuria. Pada percobaan dengan tikus dilakukan unifrektomi, dab terjadi peningkatan GFR, 40-50% proteinuria meningkat tiga kali. Terdapat peningkatan GFR pada suatu nefron, arteriol aferen melebar, sedikit melebar pada aferen dan terdapat peningkatan aliran plasma glomerulus dan tekanan hidrostatik. Perubahan-perubahan ini menimbulkan keadaan hiperfiltrasi dan hipertensi intraglomerular yang dapat menimbulkan kerusakan kapiler glomerulus dan proteinuria. Penyakit lain dengan proteinuria karena perubahan hemodinamik ialah kegagalan janutng kongestif, beberapa bentuk hipertensi, proteinuria karena olahragam dan proteinuria ortostatik.

Penulis: dr. Atika
Reaksi:

1 komentar: