Saturday, September 3, 2016

Jasa Terjemahan Jurnal Kedokteran

Jasa Jurnal merupakan sebuah usaha pencarian jurnal kedokteran sekaligus penerjemahan medis.
Bergerak sejak tahun 2014 dan telah menerjemahkan lebih dari 100 jurnal setiap bulannya. Kami juga melayani penerjamahan abstrak dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Berikut adalah contoh karya kami

Contoh Indonesia -Inggris

ABSTRAK

Latar belakang :
Hiperbilirubinemia dikenal sebagai salah satu permasalahan yang paling sering
dijumpai pada bayi baru lahir.Hiperbilirubinemia berat dapat menekan konsumsi O2
yang menyebabkan kerusakan sel otak menetap yang dikenal sebagai kernikterus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar bilirubin total neonatus
dengan hiperbilirubinemia berdasarkan berat badan badan lahir, jenis persalinan, dan
gula darah sewaktu.

Metode :
Rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan data
rekam medis pasien neonatus hiperbilirubinemia dari Januari 2014 sampai dengan
Desember 2014 di RSUD Tugurejo Semarang sebanyak 194 kasus. Pengujian
hipotesis dilakukan secara univariat, dan bivariat dengan uji one way anova,
independent T test dan mann whitney.


ABSTRACT

Background
Hyperbilirubinemia is a common medical problem found in newborns.Severe
hyperbilirubinemia may reduce oxygen consumption which subsequently cause
irreversible brain cell damage known as kernikterus. This study is aimed to determine
the total bilirubin levels differences in newborns with hyperbilirubinemia based on
birth weight, labir type and blood glucose levels.

Method
This study uses a cross-sectional approach, and data used in this study are obtained
from medical records of 194 newborn patients with hyperbilirubinemia from January
2014-December 2014 at RSUD Tugurejo Semarang Hospital. Hypotheses were tested
with univariate and bivariate tests, specifically with one-way ANOVA, independent
T-test and Mann-Whitney tests.

Contoh Eng - Ind

Legislation coverage for child injury prevention in China

Introduction
Child injuries are a public health problem in China. In 2010 according to Global Burden
of Disease estimates approximately 86 000 individuals aged 0–19 years suffered fatal
injuries in China.1 In 2008, the World report on child injury prevention listed several
interventions that had been found effective against unintentional child injuries –
e.g. child restraints in vehicles, cycling helmets, pool fencing and flotation devices
and encouraged low- and middle-income countries to adopt such interventions.2
However, many of these interventions have yet to be widely implemented in China3,4
mainly because they are not mandated in national laws or regulations or because
responsibility for their implementation has not been clearly assigned to one or more
specific governmental departments.

Peraturan Legislatif Mengenai Pencegahan Cedera pada Anak di Cina

Pengantar
Cedera anak merupakan masalah kesehatan masyarakat nasional di Cina. Pada
tahun 2010 – berdasarkan estimasi Global Burden of Diseases- terdapat 86000 jiwa
berusia 0-19 tahun yang mengalami cedera fatal di Cina. Pada tahun 2008, World
report on child injury prevention telah mengidentifikasi berbagai intervensi yang efektif
sebagai pencegahan cedera anak, seperti pengaman anak dalam kendaraan, helm
sepeda, pagar dan alat bantu apung dalam kolam, dan mendukung negara-negara
berpendapatan rendah dan menengah untuk mengimplementasikan intervensiintervensi
ini. Kenyataannya masih banyak intervensi yang tidak dilakukan di Cina,
sebagian besar dikarenakan belum adanya peraturan resmi yang mengharuskan
intervensi atau tidak jelasnya pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam
implementasi intervensi tersebut.

Ingin pesan terjemahan atau jurnal?
Hub LINE ID laily1308
WA : 0812 1240 3391
SMS : 0812 1240 3391
atau email ke center.jasjur@gmail.com
Reaksi:

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "kedokteran".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai kedokteran yang bisa anda kunjungi di disini

    ReplyDelete